Bank Dunia Memberikan Donasi US$400 juta Untuk Program Pemulihan Hutan Mangrove Di Indonesia

133
Who’s giving us more $$$? 
More like donation, and it’s World Bank aka Bank Dunia.

Donation for what? 
Program pemulihan hutan mangrove di Indonesia. Jadi kemarin, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, baru aja menyatakan bahwa Bank Dunia bakal ngasih donasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp5,58 triliun untuk program pemulihan hutan mangrove di Indonesia.
 
Nice.
Yep. Opung Luhut sih bilang bahwa donasi ini merupakan bentuk apresiasi dari Bank Dunia karena Pemerintah RI mau merestorasi 640 ribu hectare (Ha) hutan mangrove-nya selama empat tahun ke depan. Opung Luhut juga bilang bahwa potensi Indonesia terhadap carbon pricing itu gede banget.
What’s carbon pricing? 
Sesuai sama namanya, carbon pricing basically means harga karbon dioksida yang “dilepaskan” ke udara. Jadi kan kayak yang kamu tahu, salah satu faktor yang menyebabkan perubahan iklim adalah karena adanya emisi gas rumah kaca di udara sehingga membuat suhu bumi jadi naik.  Nah, salah satu komposisi utama dari emisi gas ini adalah karbon dioksida yang dihasilkan dari berbagai kegiatan industri (kayak pertambangan, oil & gas dll).
 
Go on…
Nah karena efeknya itu, kini banyak negara yang mulai menerapkan carbon pricing, di mana industri harus bayar pajak atas zat karbon yang dihasilkannya. Sebaliknya, jika suatu negara melakukan hal positif untuk untuk lingkungan, contohnya merestorasi hutan mangrove tadi, maka negara akan mendapat carbon kredit atau tabungan karbon.
I see….
Yep, menurut Opung Luhut, Indonesia punya 75-80 persen kredit karbon dunia karena kita punya banyak tropical rainforests, mangrove, terumbu karang, dan lainnya.  Mangrove di Indonesia aja ada 332 juta Ha lahan atau 48 persen dari total hutan mangrove di kawasan Asia, which is 20 persen dari total mangrove dunia. That’s about 3,31 juta hectare area mangrove, beserta 250 spesies mangrove-nya.
Got it. Anything else?
Dalam kesempatan yang sama, Opung Luhut juga menyebut bahwa dia nggak suka gembar-gembor pas kerja, makanya banyak yang mengira beliau nggak melakukan apapun dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Padahal, kata Opung Luhut, beliau mencontohkan salah satu hasil kerjanya adalah sungai Citarum di Jawa Barat yang dulunya sempet dikritik karena kotor banget, namun sekarang udah bersih. In his words, “Saya kasih tahu Bank Dunia kalau kami melakukan sesuatu, saya tidak suka banyak bicara, rencana ini itu, jelaskan ini itu untuk terlihat pintar tapi tak ada eksekusi.” Gitu guys.