World Food Program (WFP) Meraih Penghargaan Nobel Peace Prize

10

Who just won a Nobel Peace Prize?

The United Nations World Food Program (WFP) aka Badan Pangan Dunia.

Who?
WFP, yang merupakan badan pangannya PBB. Jadi weekend kemarin, WFP ini dianugerasi nobel perdamaian atas upayanya melawan kelaparan dan memastikan adanya ketahanan pangan di seluruh dunia, termasuk di daerah-daerah konflik.
I need more background.
Right. Jadi kegiatan penganugerahan nobel ini udah dimulai sejak tahun 1901 sebagai wasiat dari seorang ilmuwan namanya Alfred Nobel (ilmuwan).  Dalam surat wasiatnya, Nobel menyebut bahwa sisa kekayaannya bakal digunakan untuk memberikan “prizes to those who, during the preceding year, have conferred the greatest benefit of human kind.” Ada beberapa kategori untuk penganugerahan nobel ini, yakni Physics (Fisika), Chemistry (kimia), Medicine (kedokteran), Literature (sastra), Peace (perdamaian), dan Economic Sciences (Ilmu ekonomi).
 
I see. Now tell me more about WFP.
Ok.  Jadi, di tahun 2019 kemarin, WFP telah memberikan bantuan untuk lebih dari 100 juta orang di 88 negara yang menjadi korban kelaparan dan permasalahan ketahanan pangan. Upaya bantuan mereka juga meliputi berbagai daerah konflik kayak Yamen, Democratic Republic of Congo, Nigeria, South Sudan, dan Burkina Faso.
 
Terus…
Menimbang hal ini, The Norwegian Nobel Committee yang merupakan lembaga yang memilih siapa pemenang Nobel Peace Prize menyebut bahwa bantuan berupa makanan tidak hanya menyelamatkan kita dari kelaparan, tetapi juga mampu meningkatkan prospek perdamaian dan stabilitas di dunia.
What else?
Well, FYI bahwa pada tahun 2019, terdapat 135 juta orang yang mengalami kelaparan dan jumlah ini merupakan yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir. Adapun tingginya angka kelaparan tersebut mayoritas disebabkan oleh perang dan konflik bersenjata.
 
Oh no…
Yep. Nah di tahun 2020 ini, selain konflik, pandemi Covid-19 juga makin memperparah kondisi kelaparan di beberapa negara, khususnya yang juga lagi dilanda konflik bersenjata. Menurut WFP, sebelum ada vaksin medis untuk corona, yang kita punya adalah food, “the best vaccine against chaos.” 
I see. Now how about other categories? 

Ok.  Here’s a quick recap

  • In Physics:  Roger Penrose, Reinhard Genzel, dan Andrea Ghez, atas penemuannya mengenai supermassive black hole yang ditemukan di pusat galaksi ruang angkasa.
  • In Chemistry:  Emmanuelle Charpentier dan Jennifer A. Doudna, atas penemuan alat bernama Cas9 genetic scissors (berdasarkan pada genome editing) yang disebut mampu membantu terapi kanker.
  • In Medicine:  Harvey J. Alter, Michael Houghton dan Charles M. Rice atas kontribusi mereka dalam penemuan virus Hepatitis C.
  • In Literature:  Louise Glück, penyair asal Amerika Serikat yang salah satu kumpulan puisi terkenalnya berjudul firstborn. FYI, Glück adalah perempuan pertama yang mendapatkan Nobel dengan kategori sastra.
  • In Economic Sciences:  Baru bakal diumumin hari ini guyzzzz ditunggu yhaa…