Waspada Kematian Akibat Covid-19 Bisa Alami Kesedihan Berkepanjangan

12
What is one thing that is sooooo important for you to take care of?

Mental health
Khususnya pada kondisi sekarang, di mana kita dan banyak negara lainnya di dunia tengah menghadapi gelombang kedua atas Covid-19.
 
OK. Anything new?
Well, jadi dalam penelitian yang dilakukan sama New York University baru-baru ini, diprediksi bahwa akan terjadi peningkatan gangguan kesehatan mental di Amerika Serikat, seiring dengan tengah berlangsungnya penularan Covid-19 gelombang kedua di negara itu. Kondisi ini  dikhawatirkan bisa bikin fasilitas bantuan buat orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental jadi kewalahan.
 
Gimana gimana.
Jadi kan emang dalam first wave aja kondisi kesehatan mental masyarakat udah banyak yang terganggu yah, nah dalam second wave ini, diprediksi masalah kesehatan mental akan makin banyak terjadi. Seiring dengan peningkatan ini, diprediksi juga bahwa angka bunuh diri dan overdosis obat-obatan di AS akan makin bertambah.
OMG…
Yep, hal ini banyak terjadi khususnya di kelompok masyarakat yang paling kepengaruh sama Covid-19, yaitu warga kulit hitam, Hispanik, kelompok ekonomi lemah dan tenaga medis. Selain itu, angka depresi juga diduga akan meningkat tajam di antara kelompok orang-orang yang anggotanya keluarganya meninggal karena Covid-19.
Kok bisa?
Yha karena kematian yang terjadi tiba-tiba dan langsung memakan banyak korban itu tentunya bikin keluarga yang ditinggalkan mengalami shock dan kesedihan yang berkepanjangan. Adapun kesedihan berkepanjangan ini ciri-cirinya adalah orang sedih terus-terusan selama at least enam bulan, gatau hidup mau ngapain, merasa kesepian, hingga meningkatnya keinginan untuk bunuh diri.
Terus terus…
Nah menurut itung-itungannya, kematian seseorang karena Covid-19 bisa bikin sembilan orang anggota keluarganya mengalami kesedihan yang berkepanjangan. Dengan angka kematian di AS yang saat ini sebanyak 214.955 jiwa, maka diprediksi bakal ada sekitar 2 juta anggota keluarga yang mengalami kesedihan berkepanjangan tadi.
 
Whoaaa…
Nah, untuk membantu mengatasi situasi ini, para peneliti menyarankan supaya budget buat fasilitas kesehatan mental perlu ditingkatkan, agar bantuan bisa diakses sama orang-orang yang paling membutuhkan. Selain itu, diperlukan juga tenaga professionals yang bisa membantu orang-orang yang mengalami kesedihan berkepanjangan, depresi, stress, dalam menghadapi situasinya.