Proyek Taman Jurrasic Park Menuai Polemik

28

For when you’ve been seeing a lot of komodo news lately…

Oh yeah, I mean they’re cute…but what is this all about?

Jadi, isu ini bermula dari beredarnya foto seekor komodo yang terlihat lagi “menghadang” sebuah truk di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada caption-nya, dijelaskan soal rencana pembangunan taman Jurassic Park yang akhir-akhir ini lagi menuai kritikan di masyarakat.
 
I need some background.
You got it. Jadi pada Bulan Juli tahun lalu, Pak Jokowi bersama segenap jajarannya melakukan kunjungan Kawasan wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo yang emang diproyeksikan sama pemerintah untuk dikembangkan menjadi 10 Bali Baru. Nah dalam kunjungannya ini, Pak Jokowi menjelaskan bahwa ada beberapa langkah yang diambil untuk mengembangkan destinasi pariwisata di NTT itu, di antaranya adalah bakal jadi kawasan wisata premium, totalitas pembangunan dan integrasi wilayah, dan tetap mengutamakan konservasi. Kata Pak Jokowi waktu itu, “Enggak mungkin kita buka ‘Silakan, silakan’, enggak ada seperti itu.”

OK. Terus…
Selanjutnya, pemerintah lewat Kementerian PUPR ambil bagian dari penataan menyeluruh di kawasan tersebut, termasuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Pulau Rinca. Nah dalam keterangan Menteri PUPR Basuki Hadmuljono guys, ada lima proyek penataan di Pulau Rinca. Jadi emang Pulau Rinca ini jadi salah satu wilayah yang mengalami perubahan design secara signifikan.
 
Emang apa sih tujuan pembangunannya?
Masih dari keterangannya Pak Bas, penataan ini adalah upaya melindungi Taman Nasional Komodo sebagai warisan dunia (World Heritage Site) UNESCO. Karena itu, penataan kawasan Pulau Rinca juga dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan dalam setiap tahap pembangunannya selalu dikoordinasikan dan dikonsultasikan kepada publik, demi mencegah dampak negatif terhadap komodo.
 
Now tell me about the projects…
Well, jadi ada upaya peningkatan dermaga yang udah ada di Dermaga Loh Buaya. Ada juga pembangunan pengaman pantai yang sekaligus berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses masuk dan keluar kawasan. Ketiga, ada jalan akses penghubung antar dermaga, pusat informasi, serta penginapan untuk para pawang komodo, tour guide, dan peneliti.
 
So, in a nutshell, tourism?
Correct. Jadi secara keseluruhan untuk tahun ini aja, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 902,47 miliar untuk ngerjain sekitar 43 paket kegiatan infrastruktur di KSPN Labuan Bajo. Adapun proyek-proyek ini meliputi peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan, penyediaan sumber daya air, permukiman, perumahan, sampe sentra souvenir, kafe, dan selfie spot.

Got it. 
Nah, sekarang kita masuk ke polemik pro-kontranya ya. Proyek taman Jurassic Park ini ditolak berbagai lapisan masyarakat karena dinilai bakal bakal mengganggu tempat tinggal para komodo yang merupakan endemik aka penghuni asli pulau tersebut. FYI guys, komodo ini merupakan jenis kadal terbesar di dunia yang statusnya terancam punah. Saat ini, jumlah komodo di alam liar hanya tinggal sekitar empat ribu ekor dan angkanya terancam terus menurun karena efek berbagai hal, kayak pemanasan global, hingga uhuk *us* uhuk.
 
I see…
Selain itu, protes juga datang dari kelompok lingkungan. Direktur Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) NTT, Umbu Wulang meminta pada pemerintah untuk menghentikan dulu proyek ini dan mengembalikan fungsi pulau Rinca sebagai kawasan konservasi Komodo. Beliau juga menyebut bahwa proyek ini justru bakal mengganggu dan mengancam ekosistem (habitat/tempat tinggal) komodo yang merupakan satwa langka.
 
Well, I believe the government has a say…
Yep. Jadi menanggapi polemik ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut bahwa mereka bakal mengawasi proyek tersebut, dan bakal memastikan kalau nggak akan ada komodo yang jadi korban. Selain itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno, menyebut bahwa bakal ada 10 rangers yang berjaga untuk memastikan nggak ada komodo yang dalam bahaya.
 
Anything else I should know?
Nggak lama setelah rame-rame soal taman Jurrasic Park ini, kemarin, Pulau Rinca resmi ditutup buat wisatawan sampe Juni tahun depan. Adapun dari keterangan pihak pengelola, tujuan penutupan sementara ini adalah untuk memaksimalkan sejumlah proses pembangunan wisata di Pulau Rinca dan nggak ada hubungannya sama polemik yang ada.