NASA SOFIA Menemukan Air di Permukaan Bulan yang Disinari Matahari

19

For when you’ve been singing “take me to the moon….”

Uh-uh. Bruno Mars.
Yep.
 

Now you want to talk about moon?

Yep, karena baru aja kemarin, NASA’s SOFIA (Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy) mengkonfirmasi bahwa telah ditemukan permukaan air yang luas di Bulan, khususnya di bagian yang kena matahari. Hal ini menunjukkan bahwa permukaan air di Bulan ini ternyata nggak cuma ada di bagian yang gelap aka yang nggak kena matahari aja.
 
I see…
Nah masih kata NASA dalam keterangannya kemarin, temuan ini akhirnya mampu mengkonfirmasi beberapa hal…

And those are?
Yhaa misalnya ternyata jumlah air yang ada di permukaan bulan lebih banyak dari dugaan awal, dan airnya bisa ada di luar freezing craters-nya bulanThis means ada air juga di bagian bulan yang kena sinar matahari. Selain itu, penemuan air ini juga penting banget, secara akan sangat berguna buat penelitian lebih lanjut, kayak mewujudkan kehidupan di bulan, maupun untuk eksperimen bercocok tanam di sana.
And I should know this because…
Yha penting aja, khususnya untuk NASA’s Project Artemis. Project ini bertujuan untuk mengeksplor kemungkinan adanya keberlanjutan kehadiran manusia di bulan pada tahun 2028. Nah penemuan ini disebut bisa membantu tercapainya tujuan dari project tadi.
Wow…anything else? 
FYI, di tahun 1967 ada perjanjian called “The Outer Space Treaty of 1967” yang melarang negara-negara untuk mengibarkan benderanya di bulan. Nah, tapi, berhubung ada penemuan-penemuan baru yang menunjukkan kalau bulan bisa ‘dihuni’, kemungkinan bakal ada aturan-aturan baru yang dirancang untuk memastikan negara-negara yang ikutan dalam proyek luar angkasa, kebagian ‘lahan’ di bulan.