Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Baru Dalam Parade Militer

14

For when you have a friend who looooves to show off…

Bilang aja, ih kamu kayak Korut deh…

 
Emang Korut kenapa?
Karena Korut juga hobinya pamer-pamer, tapi yang dipamerin buat tas baru atau sepatu (atau pacar!) baru, melainkan senjata militer barunya.
 
Maashoook Pak Eko…
WQWQWQ nah balik lagi ke soal pamer senjata ini, jadi dalam perayaan ulang tahun ke-75 Partai Buruh (partai yang berkuasa) yang jatuh pada minggu lalu, Korut baru aja memamerkan senjata-senjata canggihnya lewat siaran di TV nasionalnya.
 
Terus yang dipamerin apa aja?
Banyak, misalnya rudal balistik atau yang disebut new intercontinental ballistic missile (ICBM) yang ukurannya gede banget. Dalam teori, makin gede sebuah rudal, maka makin jauh rudal tersebut bisa meluncur. Diprediksi, rudal ini bisa nyampe ke Amerika Serikat dalam hitungan menit ajha.
 
Whoaaa….
Nah sedangkan negara tetangganya sendiri yaitu Korea Selatan lebih khawatir sama sistem roket punya Korut yang disebut Multiple Launch Rocket Systems (MLRS). Jenis roket ini bisa meluncur dengan sangat cepat dan cucok untuk tembakan jarak pendek. Jadi, ideal buat narget tempat-tempat spesifik di Korsel.
Hah serem dong?
Yep, seiring dengan dipamerkannya senjata-senjata ini, Korsel udah menunjukkan kekhawatirannya dan segera mendesak diadakannya kembali pembicaraan antara kedua negara lewat Intra-Korean Talks. Dalam keterangannya, Kemenlu Korsel ngajak Korut untuk duduk bareng lagi untuk membahas denuklirisasi dan perdamaian di semenanjung Korea.
Anything from the north side?
Yha dalam pidatonya di acara perayaan itu sih, Kim jong-Un bilang bahwa senjata-senjata ini hanya akan digunakan sebagai alat untuk membela diri kalo kedaulatan negaranya diganggu. Beliau juga menyebut bahwa kalo sampe ada yang mengusik kedaulatan Korut, maka dia akan mengerahkan seluruh kekuatan militer terkuatnya untuk “menghukum” mereka.
 
EH EH BTW katanya Kim Jong-un ada nangis ya?
Iyaa, jadi pas pidato itu, Kim Jong-un nangis sambil minta maaf karena merasa gagal dalam menyejahterakan warganya. Beliau bilang bahwa meskipun udah dikasih amanah untuk memimpin Korut dari dua pendahulunya aka kakek dan ayahnya, namun beliau masih merasa belum bisa menghilangkan kesusahan dari hidup warga Korut. Beliau juga menyebut bahwa pandemi Covid-19, sanksi internasional, dan bencana alam merupakan tiga kesusahan yang saat ini tengah dihadapi pemerintahannya.
 
Does it means anything tho?
Could be. Menurut pengamat, hal ini bisa jadi menunjukkan bahwa Kim Jong-un emang lagi bener-bener menghadapi masa sulit dalam pemerintahannya karena banyaknya tantangan yang dihadapi. Namun buat Korsel, pidatonya Jong-un ini juga mengirimkan mixed-signal karena ga lama abis mamerin senjatanya yang wah itu, beliau kemudian nyebut-nyebut soal harapannya agar kedua Korea kembali berjabatan tangan setelah pandemi berakhir.