Komisi Debat Presiden Amerika Gunakan Mute Button Pada Debat Presiden

27

For when the mute button has been your best friend during the pandemic…

Guys, now that everything shifts from IRL to virtual, let’s meet your new best friend: the mute button.
 
HA-HA-HA
Right. Selain berguna buat bikin suara mama kamu yang lagi teriak-teriak pas kamu lagi kelas online nggak kedengeran, mute button juga berguna untuk dipake pas lagi rapat *looking at you, DPR* daaaaan kemungkinan besarnya juga bakal dipake di debat capres AS kedua yang akan digelar pada hari Kamis waktu setempat.
 
WHAT?
Yep, jadi learning from the past experience (read: first US presidential debate yang chaotic), Komisi Debat Presiden Amerika Serikat kemudian akan menggunakan mute button dalam kegiatan debat presiden selanjutnya.
OMG buat apa?
Yha biar pas satu kandidat lagi ngomong, kandidat lainnya nggak akan nyela. Adapun hal ini disampaikan oleh komisi debat dalam keterangannya Senin lalu. Jadi dalam keterangan medianya itu, disebutkan bahwa setiap kandidat akan punya waktu untuk menyampaikan pandangannya selama dua menit tanpa diinterupsi.
 
Go on…
Nah pada periode yang dua menit inilah, microphone dari salah satu pihak yang lagi nggak ngomong akan dimatiin. Baru deh pas masuk sesi lanjutannya, yaitu diskusi terbuka, microphone dari kedua kandidat akan kembali dinyalain.
 
Well, I believe both candidates have a say…
Yep, kalo dari kubunya Joe Biden, mereka emang pengen komisi debat mengadakan perubahan aturan, karena menurut mereka, apa yang dilakukan Trump pas debat pertama itu bikin malu negara. Meanwhile, tim kampanyenya Trump menilai bahwa aturan ini nggak bisa diterima, dan Trump sendiri berkomitmen untuk teteup ngedebat Biden, despite the new rule.
Wah seru lagi dong neh.
Most likely. Jadi emang komisi debat membikin aturan ini untuk memastikan bahwa acara debat nanti bakal berjalan sesuai aturan, tapi yhaaa just like anything else in 2020, everything is unpredictable. Just tune in on Thursday.