Kekuatan Monopoli Empat Perusahaan Teknologi Besar

19

For when you’ve been using too many social media…

Well, kamu mungkin udah berhasil “dimonopoli” sama big tech companies.
 
Hah apa sih?
Jadi kemarin guyz, Fraksi Partai Demokrat di senat (Demokratnya US yha bukan Demokratnya AHY! HEHEHE) baru aja menerbitkan hasil investigasi mereka terhadap kegiatan bisnis yang dilakukan sama empat perusahaan teknologi besar: Apple, Amazon, Facebook, dan Google.
Dan hasilnya…
Hasilnya memang diketahui bahwa keempatnya punya kekuasaan monopoli di bidang-bidang tertentu. FYI guys, investigasi ini dilakukan selama 16 bulan terhadap keempatnya dan menghasilkan 450 halaman laporan tentang mengapa mereka disebut berpotensi melakukan praktek monopoli.
 
Tell me more.
Iya, jadi dalam laporan tersebut diduga bahwa keempatnya punya kekuatan untuk monopoli di bidang-bidang tertentu, misalnya….
  • Apple:  Untuk Apple, kekuatan monopolinya terletak pada pengembangan software yang khusus untuk iOS. Dengan memiliki iOS ini, Apple jadi punya kontrol untuk pelanggan dan app developernya, hingga menyulitkan pesaingnya untuk masuk dan berkompetisi secara sehat di platform tersebut.
  • Facebook: menggunakan strategi/pola “copy, acquire, kill” untuk membeli competitor, like Instagram. Selain itu, Facebook juga disebut menikmati monopoli di bidang iklan dan pasar social networking.
  • Google: Google punya kekuatan untuk memonopoli upaya pencarian dan menghubungkannya dengan iklan yang ditawarkan. Dalam laporannya, disebutkan bahwa Google telah mengeksploitasi informasi penggunanya untuk di-track terus nih, apa aja yang dicari. Hal ini bikin Google punya data market intelligence yang nyaris sempurna.
  • Amazon: Memiliki kekuatan monopoli untuk ngontrol rekanannya (secara Amazon kan ngambil barang dari rekanan) dan para suppliers-nya. Laporan ini juga menyebutkan bahwa di atas kertas, Amazon menyebut rekanan third party-nya sebagai “rekanan” namun pada kenyataannya, mereka dianggap sebagai kompetitor internal.

Dude, scary. 

Right. Terkait penemuan ini, Partai Demokrat kemudian mengajukan proposal aturan biar para Tech Giants ini nggak terlalu berkuasa. Di antara beberapa aturannya adalah biar para perusahaan jangan punya terlalu banyak lini bisnis. Misalnya, Google harus divestasi atau ngelepas Youtube, begitu juga Facebook harus misah dari WhatsApp dan Instagram. Selain itu, Demokrat juga mengajukan penambahan budget buat lembaga pengawas platform-platform tersebut dan mendorong persaingan yang sehat antara masing-masing perusahaan.
Is that gonna happen though?
Not sure. Karena so far, keempat perusahaan ini menyangkal temuan-temuan yang dilaporkan oleh para investigator. Selain itu, Partai Republik (aka the Republicans) juga nggak setuju sama rekomendasi-rekomendasi dari laporan tersebut, termasuk rekomendasi tentang pemisahan struktural.