Friday Pause: Sweet October

26

Hi there,

Welcome back to your weekly Friday pause. Today we want you to take a break from the news, and start your day with some light and fun things like memes, tips, recs, memes, and more memes. No worries, we have it all right here. Let’s go, scroll down.

For the love of Meme: Feels like it’s been forever since…


For when you still haven’t moved on from this week’s US presidential debate…

YOU SAID NO NEWS????

Ya emang bukan mau bahas berita guys, tapi mau bahas soal kata-kata memorable yang muncul di debat kemarin: “can you shut up, man?”. Pertanyaan ini disampaikan sama capres Partai Demokrat Joe Biden pada capres Partai Republik, Donald Trump yang nggak berenti motong omongannya pas dia lagi menyampaikan statement.
 
Berangkat dari kejadian ini, emang dalam setting percakapan apapun, tendensi motong atau dipotong pas lagi ngomong kerap terjadi. Hal ini tentunya bisa bikin kamu atau lawan bicaramu kesel, karena pastinya, kamu pengen bisa menyampaikan pendapatmu secara lengkap sampe selesai.

Nah, kalo kamu sedang ada dalam situasi kayak gini, sebenernya ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi orang yang suka motong pembicaraan. You know, biar kamu nggak end up emosi dan bilang “can you shut up, man” terus abis itu Whatsapp-mu jadi di-read doang…
So, shall we start?
  • Be prepared. Kalo kamu emang tau bahwa lawan bicaramu tukang motong pembicaraan, maka sebaiknya kamu udah bersiap-siap ngingetin diri sendiri, bahwa siapapun orang itu, percakapan kamu sama dia bakal ada seru-serunya. Terus pas udah mulai ngobrol, pastiin kamu ngomongnya singkat-singkat aja. Hindari intonasi suara yang agresif atau menyerang, dan perhatikan body language-mu. Pokoknya sebisa mungkin jangan mancing lawan bicaramu untuk menyela kamu kalau lagi ngomong.
  • Jangan kepancing. Hal yang paling sering terjadi ketika kamu ngobrol sama orang yang suka memotong percakapan adalah, kamu jadi balik memotong pembicaraan dia juga. Nah biar hal ini nggak terjadi, pastikan kamu fokus sama hal-hal penting yang disampaikan dan jangan sampe ikut kepancing untuk memotong. Biasanya, tendensi untuk menyela balik ini muncul karena emosi kamu naik, jadi pastikan bahwa kamu bisa terus mengontrol emosi.
  • Be effective.  Kalo kamu lagi ngomong terus pernyataanmu tiba-tiba dipotong oleh lawan bicaramu, jangan lupa untuk atur nafas, relax your shoulders, dan selalu ingat bahwa kamu punya dua pilihan, being effective, or being right? Nah dalam hal ini, pilih yang pertama ya, karena dengan begini, kamu akan lebih terbuka untuk mendengar penjelasan dari pihak lain dan mau mendengar perspektif mereka.
  • You can also say it. Yha tapi bukan “Shut up, man” juga. But something like, “Kamu jangan nyela aku terus dong, kalo begini, aku jadi nggak ngerti poin omongan kamu itu apa…”.
  • Use your hands:  Yap, gunakan body language kamu untuk bilang “let me finish” terus pause.  Kalau masih disela juga, alihkan pandanganmu ke tempat lain, untuk memberi kesan bahwa kamu udah nggak mau ngomong lagi. Karena terkadang emang lawan bicaramu yang kayak gini cuma butuh dicuekin aja.
  • Walk away aka Kabur!:  Nah kalo emang kamu ngerasa percakapan kamu mulai nggak produktif dan ada tanda-tanda menuju debat kusir, kamu bisa juga cabs aja. Karena kalo kamu udah melaksanakan hal-hal di atas terus nggak didengerin juga, then there’s no point of trying to build a conversation at the first place.


Finally, weekly quarantips for your weekend…

Hi there. Here comes our (and your, we believe!) favorite thing about Friday: The quarantips. Just like democracy, it’s dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, which means all the recommendations come from you! Leggo! 
PS: We LOVE to hear what you love! Jadi kalo kamu punya rekomendasi-rekomendasi menarik yang bisa kita feature di sini, don’t be shy! Shoot away your favorite books/songs/podcast/movies/articles aka ANYTHING here, and we will feature it here. Go go go!
  • Since lockdown here (we’re not in Indo and probably one of the worst lockdowns in the world 😟), my BF and I started this around the world night! Jadi kita random 1 negara for the night, masak makanan dari negara itu sambil dengerin musiknya terus nonton film dari negara itu juga. I highly recommend this as we come up with new different unique food at the same time, strengthen your relationship by doing things together, and have a healthy discussion. Honestly this is the only thing that I look forward to every week!  (@natmarianne).
  • Sudah cek lagu baru Stray Kids? Back Door! Lagu-lagu sebelumnya juga keren gila. Rekomen lagu : Back Door, God’s Menu, My Pace, Hellevator, Levanter. Bisa cek di yutub juga kok 😀 (Anonymous).
  • Di pergantian weekday ke weekend ini pas banget untuk nonton Midnight Diner dan segala kehangatan yang tercipta di kedai kecil yang penuh dengan kisah hidup di dalamnya (@hueofdawns).
  • Buat yang suka thrilling novelsJD Barker to the rescue! baca series novelsnya: The Fourth Monkey, The Fifth to Die, also The Sixth Wicked Child!   (ps: min, George Orwell emang keren bgt yha) re: BANGET kak (anonymous).
  • For you guys pejuang UTBK 2021, trus bingung mau belajar mulai dari mana, cobain deh TO UTBK gratis dari @pahamify dan @cerebrumit helps you a lot utk tau harus start belajar dari mana (anonymous).
  • Hospital playlist 🥰 (@khanzaadl). 
  • If you’re into true crime story, go check out Stephanie Soo’s YouTube channel. It’s a mukbang show where she also talks about true crime stories. Aaaand good news, she uploads (almost) everyday and she also got a podcast: Rotten Mango! (Anonymous)
  • All songs from 92914! Akhir-akhir ini lagi seneng banget nyari lagu-lagu baru yang belum pernah aku denger dan pas banget YouTube recommended me those songs. Lagu-lagunya sangat relaxing dan cocok banget didengerin after your long day. (@aryaratri)
  • Need some movie reference for the weekend? Here, all the very good ones (Us)

Quote of the day:
 
“Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life.”
 
Steve Jobs

Angel’s Stories

1. It’s my birthday. And I’m sick, alone in my kosan, in the middle of pandemic. It’s so frustrating I lost count how many times I have cried. Until then I finally opened up my struggle to one of my closest friends and she asked, “Do you mind if I call?” Then I said yes. I immediately felt better afterwards. Thank you so much. I don’t have many friends but the ones I keep close are so precious. One connection could bring so much difference.

-Anonymous-

 

2.Aku seorang ibu rumah tangga, anak satu, masih TK. Dialah inspirasiku untuk tetap belajar, dan sumber kekuatanku untuk bertahan dari perasaan gak berguna (aku termasuk orang yang kena beberapa omongan keluarga sendiri karena “hanya” jadi ibu rumah tangga). Walaupun sebenarnya nggak mau aku pikirin, tapi sakit hati juga, hwehehe. Apalagi harus hadapi long distance sama suami… Nah, sebelum pandemi, anakku ini lagi seneng-senengnya masuk sekolah, belajar, bermain di dunia sekolah gitu! Tapi semua berhenti. Seakan, entahlah… nggak tau kapan lagi bisa seceria dulu sekolahnya (before this damn covid!). Ketemu teman pun jadi terbatas. Hampir tiap hari dia selalu nyuruh aku menggambar kartun favoritnya, doodling, bikin experiment sains anak-anak, bacain buku, dan bikin aneka makanan. Dia juga minta (malah mohon-mohon buat diajarin membaca). Dia bilang bosen dibacain cerita terus. Sekali-kali kudu baca sendiri. Melewati bulan demi bulan akhirnya, di akhir September, dia bisa baca beberapa kalimat. Makin kesini makin lancar. Dan yang bikin aku terharu adalah saat dia ucapin terima kasih ke aku, karena udah ngajarin dia banyak hal. Dia juga bilang, “Kalo nggak ada pandemi, mungkin aku malah nggak bisa membaca. Aku kan bisa baca karena ada Mamah.” Jadi… Buat mama-mama, ibu-ibu dimanapun yang sedang bertahan menghadapi kebosanan dan urusan sekolah di rumah (ditambah rasa yang nggak enak di dalam kehidupan ini). Apapun keadaan kalian, YOU’RE SLAYING IT, QUEENS!!! Aku yakin semua anak (terlebih anak usia dini seperti anakku) merasakan hal yang sama. Merasa beruntung ditemani ibunya saat belajar. Entah apapun kesulitannya. Atau bagaimanapun capeknya… Atau sesulit apapun yang kita kerjakan… Kalianlah IBU YANG LUAR BIASA HEBAT!! Kita semua satu team!! GBU!!

-Anonymous-
 
3. Seminggu belakangan ini aku ngerasa sebel banget karena hampir tiap hari bad day. Kayak adaaa aja satu hal yang bikin kesel. Tapi kemarin sepupu aku yang masih kelas 4 SD dan udah lama ga ketemu gara-gara pandemi, tiba-tiba ngirimin paket yang isinya celana yang lagi aku pengen dan kaos yang disablon sendiri pake memoji aku. Lucu banget! Aku langsung heboh sendiri dan ngerasa happy banget. Ga nyangka hariku dibikin bahagia sama anak kelas 4 SD 😛 hehe. Thank you!
-GS, dirumahaja-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it hereCome, share us your versions of angels!)