Debat Perdana Calon Presiden Amerika Serikat

22

Hi, it’s the US Presidential Debate recap, episode 1.

And it has a loooooot of drama.

I. AM. READY.
Us too. But before, let us give you some background.
 
Ini acara debat apa?
Debat capres. Secara November nanti, Amerika Serikat bakal menggelar pemilu presiden. Ini adalah debat pertama dalam tiga rangkaian debat capres di AS.
Yang debat siapa aja?
Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden dan dari Partai Republik, incumbent Donald Trump.
Debatnya di mana?
Disiarin langsung dari Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio. Pada debat kali ini, penonton yang dibolehkan hadir langsung di arena debat terbatas banget, yaitu cuma sekitar 60-70 orang. Selain itu, para penonton juga nggak boleh bersorak-sorai, boo-ing, teriak-teriak atau chanting. Before you ask, you know, corona.
Yah ga seru dong gaboleh chanting.
Eits, jangan salah Fergusso. Justru debat yang berjalan selama sekitar 45 menit ini RAME banget karena kedua kandidat saling motong omongan. Pembahasannya juga loncat-loncat dari misalnya satu kandidat lagi ngomongin Covid, kandidat lain motong terus bahas soal ekonomi, satu kandidat lagi bahas soal pajak, satunya bahas soal bisnis keluarga. Pokoknya rame deh.
 
Can’t imagine. Emang bahas apa aja si?
Many things. Here’s the recap
  • On Covid-19:  Dalam hal ini, Biden berkali-kali bilang bahwa Trump nggak punya rencana apapun dalam menanggulangi virus ini, makanya angka penularan Covid-19 tinggi terus di US. Responding to this, Trump bilang bahwa justru kerjaan dia selama ini udah bagus banget, dan Biden yang justru ga banyak berperan pas terjadi wabah flu babi pas dia jadi wapresnya Obama beberapa tahun lalu. Trump juga bilang bahwa vaksin Covid-19 bakal siap dalam hitungan minggu and Biden was like… “not sure ’bout that….”  
  • On economyTrump bilang bahwa setelah kebijakan reopening, ekonomi US udah kembali menguat. Trump juga mengklaim bahwa dia udah berhasil membangun ekonomi “paling hebat dalam sejarah”, tapi jadinya mundur lagi karena Covid-19. Sedangkan menurut Biden, not true. Justru kita nggak bisa memperbaiki ekonomi kalo belum menyelesaikan masalah pandeminya.
  • On Trump’s tax returnsIni ngakak sih. Jadi moderatornya itu directly nanya ke Trump, “Pak Pres, benarkah Anda cuma bayar pajak penghasilan US$750 di tahun 2016 dan 2017? Anda kan bilioner,” Trump kemudian jawab, “Ya enggak lah, gue bayar pajak jutaan dollar,” and Biden was like, “coba liat mana bukti laporan pajaknya…” and Trump was like, “Iya nanti bakal dibuka kok…”. Ya udah basically that conversation went back and forth back and forth sampe kita move on ke….
  • On racism: Ini juga salah satu key highlights dari debat kemarin, karena secara terang-terangan, Trump menolak untuk mengutuk para white supremacist (orang-orang rasis yang memandang orang kulit putih itu memiliki supremasi dibanding etnis lain). Instead, Trump justru mengirim pesan ke “Proud boys” yaitu kelompok ekstrim sayap kanan yang diklasifikasikan sebagai kelompok rasis, misoginis, Islamophobic, transphobic dan anti imigran untuk “Stand back and stand by”. Hal ini kemudian menuai kritikan keras karena dianggap memberi lampu hijau buat terjadinya kekerasan berdasarkan kebencian di Amerika. Meanwhile, Biden bilang bahwa Trump adalah orang rasis.
  • On the electionDalam segmen ini, Biden mengajak warga Amerika untuk memilih, karena jangaaaan sampe Trump kepilih lagi. Meanwhile, Trump bilang bahwa kalo pemilunya fair, maka dia 100% on board. Tapi kalo sampe ada manipulasi surat suara, dia gaakan terima.
Phew, anything else? 
Not much. Selain debatnya yang saut-sautan (if you have extra time today, you can watch how chaotic it is, here), debat kali ini juga dibilang banyak media di AS sebagai chaotic aka kacau karena emang banyak banget kejadian saling motong argumen dan name calling (Biden dibilang gaada pinter-pinternya sama Trump, Trump dibilang presiden paling buruk yang pernah Amerika punya sama Biden, and so on and so forth). Mau nonton lagi? Paling deket minggu depan nih, yang akan mempertemukan wakil presidennya Trump, Mike Pence sama wapresnya Biden, Kemala Harris.
 
Seriously, get your popcorn.