Waspada Cluster Covid-19 Ditengah Pilkada

21

Who’s just flagged the warning sign?

Sumber foto: cnnindonesia.com
Pak Jokowi.
Warnings on what?
The regional elections aka Pilkada. Jadi kan weekend kemarin, ratusan pasangan calon kepala daerah di berbagai kabupaten/kota provinsi yang mendaftarkan diri ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerahnya. Some of which are… ngumpul-ngumpul rombongan, bikin arak-arakan, bikin kerumunan dan tentunya, nggak mempraktekkan social distancing. A big no-no di masa pandemi Covid-19 gini.
Jadi, ini yang diingetin sama Pak Jokowi?
Yep, beliau bilang dalam rapat sama menteri-menteri kemarin, bahwa Mendagri Pak Tito Karnavian harus hati-hati, jangan sampe muncul “klaster pilkada” gara-gara kejadian kemarin. Menurutnya, selama ini kita terlalu fokus ke penyebaran Covid-19 di klaster umum atau di fasilitas umum, padahal ada juga ‘klaster keluarga’ dan ‘klaster kantor’. Terus sekarang…klaster pilkada.
 
Terus gimana?
Ya sebagai mitra pemerintah untuk urusan Pilkada ini, Pak Jokowi ngingetin Mendagri untuk bener-bener tegas meminta para pihak untuk bener-bener mematuhi protokol kesehatan. Beliau juga meminta polisi untuk ikut mengawasi tahapan Pilkada 2020, khususnya tentang penerapan protokol kesehatan.
 
Pak Tito sendiri ada komentar nggak?
Beliau juga udah berkali-kali ngingetin para calon kepala daerah untuk mematuhi protokol kesehatan, karena kalo terjadi penularan pas lagi Pilkada, hal ini bakal jadi preseden yang tidak baik. Beliau juga udah kordinasi sama para penyelenggara pemilu, kayak KPU dan Bawaslu untuk mengawasi dipatuhinya protokol kesehatan ini oleh para calon.
 
I see. Anything else?
Well, soal ngumpul-ngumpul pas pendaftaran calon ini, Bawaslu sebagai pihak pengawas dalam penyelenggaraan pemilu menyebutkan bahwa selama periode pendaftaran calon yang berlangsung selama dua hari (4-6 September) kemarin, diketahui bahwa ada 243 dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal calon kepala daerah. Totalnya, hari pertama 141 (dugaan pelanggaran), hari kedua ada 102. FYI gengs, melanggar protokol kesehatan kayak gini ada hukuman pidananya lho, bisa didenda, bisa hukuman penjara.