Warga Miskin Boleh Dapatkan Bansos Lebih Dari Satu Kali Ungkap Kemenkeu

21

Who’s giving another warning?

Kementerian Keuangan aka Kemenkeu.

Warning on what? 
On jumlah orang miskin. Jadi kemarin, Kemenkeu baru aja memproyeksi bahwa bakal terjadi penambahan sebanyak 3,02 juta sampai 5,71 juta orang miskin di Indonesia. Angka tersebut adalah hasil analisis dari skenario berat dan skenario sangat berat. Penyebabnya? Covid-19.
I mean, I kinda know that.
Right. Jadi menurut Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Sumiyati, dijelaskan bahwa nggak cuma angka penduduk miskin yang bertambah, tapi juga jumlah pengangguran bakal naik juga di masa pandemi ini.
How bad?
Pretty bad. Berdasarkan skenario sangat berat, total pengangguran bisa mencapai 5,23 juta orang, dan untuk skenario berat maka angkanya diprediksi bakal sebanyak 4,03 juta orang. Karena itulah, dibutuhkan kebijakan yang luar biasa untuk menjaga dampak sosial gara-gara pandemi ini.
What about the economy?
Same. Jadi pertumbuhan ekonomi juga diproyeksi turun sampai minus 0,6 persen – 1,7 persen tahun ini.  FYI, padahal sebelum covid-19 menyerang, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 5,3 persen di tahun ini.
 
So…
So, pemerintah kemudian mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program masyarakat.  Namun ternyata, realisasinya masih minim. So far, dana yang baru digunakan per 23 September 2020, baru 38,6 persen atau setara sama Rp268,3 triliun.
Uhmmm jauh ugha. Anything else then?
Terkait orang miskin ini, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa secara lagi kondisi begini, pihaknya nggak akan mempermasalahkan jika ada masyarakat miskin dan rentan miskin yang mendapatkan dua jenis bantuan sosial (bansos) sekaligus saat pandemi virus corona. Hal ini karena emang jenis bantuan pemerintah ada beberapa macam, mulai dari program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, dan diskon listrik.