Prediksi Resesi Ekonomi OECD Di Beberapa Negara, Bioskop Ditutup Industri Video Berlangganan On Demand Semakin Meningkat, Pengguna Internet Semakin Meningkat Semenjak PSBB Diterapkan, Apple Luncurkan Produk Baru ‘Apple Watch Series 6’

15

When you realize that 2020 isn’t all that bad…

At least the OECD Countries thought so.

What’s not that bad? 
The Global recession aka resesi global. jadi kemarin, OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) aka negara-negara yang ekonominya besar (think about.…The US, The UK, Canada, Switzerland, Japan, dll….) baru aja mengeluarkan pernyataan bahwa, well, resesi tahun ini ternyata nggak separah yang diprediksi…
 
Remind me again what resesi is.
Jadi, resesi itu maksudnya penurunan pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Jadi OECD bilang bahwa awalnya, pada bulan Juni kemarin mereka memprediksi bahwa ekonomi global bakal turun hingga 6 persen di tahun 2020, dan bakal kembali tumbuh di 5,2 persen di tahun depan.  Namun ternyata, so far, penurunannya masih di 4,5 persen tahun ini, dan bakal kembali tumbuh sekitar 5 persen di tahun 2021.
 
Finally, a good news. 
Belum guys. Meski melesat dari prediksi awal yang lebih buruk, namun OECD bilang bahwa secara masih pandemi, prospek ekonomi ke depan masih enggak pasti. Hal ini karena Covid-19 bener-bener membawa dampak yang besar ke ekonomi masyarakat.
 
Go on…
Selain itu, disebutkan juga bahwa pemulihan ekonomi di tahun depan nggak akan cepet. OECD memprediksi, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 diperkirakan sekitar 5%, turun sedikit dari ramalan sebelumnya di 5,2%.
 
Tapi teteup tumbuh ekonominya?
Yep, menurut OECD, setelah banyak aktivitas yang terhenti karena kebijakan pembatasan sosial di banyak negara, kini mulai nampak tanda-tanda terjadinya pertumbuhan ekonomi kembali, khususnya di negara-negara maju.
I see…
Nah, tapi untuk negara-negara yang nggak punya kebijakan ekonomi untuk merespon pandemi ini, maka diprediksi bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi nya bakal semakin parah.
 
Well, is there any country that performs better?
Yep, jadi kalo diliat dari performance individualnya sih, China merupakan satu-satunya negara yang diprediksi bakal mengalami pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, yaitu sekitar 1,8 persen.
Hah China aja?
Yap.  Selebihnya bakal turun.  Diprediksi bahwa ekonomi Amerika Serikat bakal turun sebanyak 3,8 persen. Di Eropa, Jerman termasuk yang performanya paling OK, di mana ekonomi mereka turun 5,4 persen. Selanjutnya Perancis turun sampai 9,5 persen, Italia 10,5 persen, dan Inggris 10,1 persen.  Selain itu di Asia, ekonomi India diprediksi juga bakal turun sekitar 10,2 persen.
Olrite. Anything else? 
Just fyi, bahwa semua data tadi adalah prediksi dari OECD, so it might be correct or incorrect. Selain itu, prediksi ini juga bakal tergantung banget sama beberapa faktor, kayak seberapa parah Covid-19 ini tersebar, apa aja pembatasan yang ditetapkan, perkembangan vaksin dan dampak dari kebijakan fiskal dan keuangan yang diambil oleh masing-masing negara.

For when you’ve been missing going to the cinema…

Trust us, us too.
 
So you’re gonna talk to me about what?
The cinema industry. Jadi menurut Riset Global Entertainment & Media Outlook-nya PwC (PriceWaterHouseCoopers) yang dirilis Selasa kemarin, ditemukan bahwa seiring dengan kondisi pandemi yang bikin mayoritas bioskop ditutup dan rilis film ditunda, pendapatan bioskop secara global juga bisa turun sampai 66%.
 
Seriously, that high?
Yep. Riset tersebut juga menyebutkan bahwa kesulitan yang dialami sama industri media dan hiburan ini terjadinya nggak rata. Adapun sektor-sektor yang terdampak paling parah adalah live music, bioskop, hingga pameran dagang. Selain itu, belanja iklan juga turun 13,4 persen di tahun 2020.
So, anything better?
Yes. On the other hand, terjadi kenaikan sebesar 26 persen untuk industri video online pada 2020. PwC juga memaparkan bahwa even though sekarang lagi krisis perekonomian global, pertumbuhan fundamental dari industri ini bakal kuat.
 
Tell me more…
Jadi menurut proyeksi PwC, pada tahun 2021 nanti, belanja industri media dan hiburan akan tumbuh sebesar 6,4 persen. Selain itu, diketahui bahwa pendapatan video langganan on demand (SVOD) sekarang melebihi film box office di bioskop dan akan terus melonjak selama lima tahun ke depan.
 
I see…anything else I should know?
Well just FYI, bahwa seiring dengan mewabahnya Covid-19, maka permintaan konsumen Indonesia terhadap industri media dan hiburan juga naik. Indonesia juga diproyeksi bakal mengalami konsumsi data yang meroket, pertumbuhan smartphone, hingga konektivitas internet  yang menjadi pendorong utama.

When you’ve spent a lot of time surfing the internet these days…

Chances are, we are addicted. 

Says who? 
Says para peneliti dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM dan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya. Menurut studi yang mereka lakukan, diketahui bahwa PSBB selama pandemi ini bikin banyak orang ‘addicted’ to internet. 
 
Guilty as charged…
Same. Jadi dalam penelitian ini disebutkan bahwa 14,4 persen populasi orang dewasa di Indonesia mengalami adiksi ini. Terus, durasi kita online di internet juga naik banget jadi 52% dibandingin sebelum pandemi.  FYI, studi ini baru aja diterbitin di  jurnal Frontiers in Psychiatry pada awal September 2020 kemarin.  Dalam melakukan penelitiannya, para researchers menggelar online survei dari tanggal 28 April – 1 Juni 2020.  Total respondennya ada 4.734 orang dari seluruh provinsi di Indonesia.
 
Well, what did they find out?
Yha itu tadi, banyak orang yang makin addicted to internet, time spent on surfing the web makin lama, dan menurut para peneliti, hal ini perlu diwaspadai guys.
Kenapa?
Well,
 karena memang sih, semenjak PSBB kita semua bergantung ke internet for almost everything: mulai dari kerja, belajar, ibadah, sampai hang out pun online.  Namun secara nggak langsung, hal ini kemudian menimbulkan ketergantungan. Terkait hal ini, menurut para ahli, kalau kita pake internet kelamaan kita bakal mengalami peningkatan rasa cemas, depresi, dan mendorong perilaku kompulsif.
Whoaaa….
Right? Nah para peneliti tadi juga bilang bahwa dorongan untuk mencari informasi terbaru soal Covid-19 jadi salah satu faktor yang makin orang buka internet mulu. Abis baca berita Covid-19 kan kamu stress tuh, lanjut deh cari hiburan dengan cara….internetan lagi.
 
I definitely can relate.
Well, us too. Nah selain itu, studi ini juga menyatakan bahwa ketergangungan ini memiliki korelasi sama penurunan kualitas tidur seseorang.
 
Tell me more about the sleeping part.
Jadi menurut ahli kesehatan jiwa Kristiana Siste, kualitas tidur yang menurun dan kesulitan tidur juga berpotensi menyebabkan gangguan psikologis dan penurunan sistem imun kita gengs.  Studi ini juga bilang kalau individu yang punya status suspek atau terkonfirmasi covid-19 punya skor psikopatologi (gangguan kejiwaan) dua kali lebih tinggi.

Who just had a big day?

Apple.

Yuhuuu calling all Apple fanboys and fangirls out there karena semalem banget, Apple baru aja meluncurkan produk barunya yang terdiri dari Apple Watch Series 6, Apple Watch Series SE, iPad, dan layanan berlangganan yang menyatukan beberapa servis dalam satu kali pembayaran, namanya Apple one.
Nah, while you’ve probably heard about Apple Watch and iPad, now let’s zoom in on Apple one. Jadi dengan adanya Apple One ini, pelanggan cuma perlu bayar biaya langganan sebesar $14.95 per bulan untuk beberapa servis yang dimiliki Apple kayak Apple Music, Apple Arcade, Apple TV+ and iCloud. Adapun untuk plan family, biaya langganannya adalah  $19.95 yang bisa di-share sampai ke enam orang anggota keluarga. Terkait layanan barunya ini, Apple menawarkan 30 hari free trial untuk pelanggan yang belum punya semuanya. Contohnya kalo kamu cuma langganan Apple Music, maka dengan switching ke Apple One ini, kamu jadi dapet free trial buat Apple TV+ atau Apple Arcade.
 
Wohooooo

“Diabetes jadi kasus komorbid terbanyak yang diderita pasien Covid-19,”

 
Gitu kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pas menjelaskan soal penyakit penyerta yang paling banyak diidap sama pasien Covid-19 dalam keterangannya kemarin. Pak Doni bilang, data pasien menunjukkan bahwa penyakit penyerta Covid-19 paling banyak adalah diabetes, terus disusul sama hipertensi di posisi kedua.
Brb, we’re cancelling our bubble tea order…

Angel’s Stories

1. Ceritanya lagi berhenti nunggu lampu merah di perempatan deket rumah. Tengok kanan kiri buat ngisi waktu trus ketemu tulisan depan warteg. Tulisannya “ujian itu pasti sabar itu pilihan” langsung berasa jleb.. nancep.. Ternyata tulisan-tulisan baik di dinding, truk, dll itu bisa kasih pencerahan ke insan-insan bengong yang lagi galau ama idupnya.. semoga jadi pahala buat yang nulis itu..
-A..di rumah-
2. Sabtu kemarin aku rencana keluar naik motor untuk beli bensin. Belum jauh keluar dari perumahan, bensin motorku ternyata udah keburu abis. Alhasil aku jalan balik dorong motorku. Baru sebentar aku jalan, ada cowok naik motor ke arah berlawanan yang nyamperin aku, nawarin buat dorong motorku pake motornya sampe nemu penjual bensin. Katanya, dia ga tega kalo liat cewek harus dorong motor. Padahal ya aku sendiri dari segi fisik oke-oke aja sebetulnya. Cukup jauh dari situ akhirnya kami nemu penjual bensin. Nah, aku selama ini selalu berusaha melakukan apa pun sendiri, dan aku adalah orang yang selalu merasa kesulitan untuk minta tolong, jadi ketika ada orang yang nolongin aku sekecil apa pun, aku sering amazed gitu, sih. Termasuk kejadian ini. Padahal dia sebetulnya mau pergi ke arah berlawanan, tapi harus putar balik cukup jauh untuk nolongin aku.
3. Jadi waktu itu, aku lagi di jalan dan nyadar bahwa jalanan di sekelilingku sepiiii banget (waktu itu masih PSBB yang pertama). Terus aku kepikiran, gimana ya nasib orang-orang yang rejeki-nya di jalan?Kayak ojol, tukang sapu jalanan, tukang parkir, yang gitu-gitu. Eh nggak lama kemudian aku liat ada mobil yang bagi-bagi sembako gitu buat orang-orang tadi dan aku bisa liat mereka bahagia banget dapetin sembakonya! Nggak kerasa waktu itu air mataku langsung netes….
-Dhini-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)

Catch Me Up! Recommendations

Seriously, seriously. Watch this.