Pidato Presiden Joko Widodo Pada Sidang PBB Secara Virtual

28

Who just had a big moment yesterday?

Presiden Joko Widodo.

Hah? What kind of big moment?

A UN speech. At the UN general assembly, aka sidang umum PBB.

Whoaa that is kinda big.
Rite. Nah jadi kemarin itu, beliau pidato secara virtual di depan para hadirin hadirot yang kebanyakan hadir secara virtual juga. And in case you’re wondering, sidang umum PBB yang biasa disingkat UNGA itu digelar sejak 22 September 2020 malam waktu New York, which is Rabu pagi di sini secara virtual due to the pandemic.
Now tell me more about the speech…
Ok. Jadi untuk pidatonya kemarin, Pak Jokowi dapat urutan ke-19 di hari pertama sidang tersebut. Just a little background here, biasanya dalam kegiatan sidang tahunan ini, para kepala negara dikasih kesempatan untuk menyampaikan pandangannya atas sikon global di depan hadirin hadirot sidang yang lain. Nah tahun ini, Pak Jokowi kemudian menyampaikan pidatonya secara virtual, di depan majelis sidang yang mayoritas hadir secara virtual juga.
I see…emang Pak Jokowi bahas apa?
Ada beberapa poin yang dibahas Indonesiawhich includes: 
  • Bridge builder:  Indonesia bakal meneruskan perannya sebagai ‘bridge builder’, atau sebagai bagian dari solusi. Beliau juga menyampaikan dukungan Indonesia bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya. Selanjutnya, Pak Jokowi juga menyebut bahwa Indonesia akan selalu mengedepankan spirit kerja sama yang menguntungkan semua pihak tanpa meninggalkan satu negara pun.
  • Pembenahan PBB: Kata Pak Jokowi, PBB juga harus senantiasa melakukan pembenahan diri dalam menghadapi tantangan zaman. Beliau juga menyebut bahwa PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global, dan negara-negara anggota punya tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif dalam menghadapi tantangan global.
  • Memperkuat kepemimpinan global secara kolektif: Pak Jokowi juga menyerukan negara-negara lain untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia. “Dunia membutuhkan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat untuk mewujudkan dunia yang lebih baik,” ujar beliau.
  • Memperkuat kerja sama global dalam penanganan covid-19:  Terakhir, Pak Jokowi menyampaikan pentingnya ada kerja sama global dalam penanganan Covid-19 baik di sektor kesehatan maupun ekonomi.  Beliau juga meminta para negara anggota PBB untuk memastikan bahwa semua negara bisa punya akses yang setara terhadap vaksin yang aman dengan harga yang terjangkau. Sedangkan dari segi ekonomi, Pak Jokowi juga mendorong negara-negara untuk melakukan reaktivasi kegiatan ekonomi secara bertahap, dimulai dengan mengoreksi kelemahan-kelemahan global supply chain.

That’s quite a lot. anything else ‘tho? 

Adapun tema UNGA tahun ini adalah “The Future We Want, the UN We Need: Reaffirming our Collective Commitment to Multilateralism – Confronting COVID-19 through effective Multilateral Action”. UNGA diadakan secara langsung dan virtual, namun bagi mereka yang mau hadir secara langsung, maka yang boleh ikutan cuma perwakilan tiap negara untuk PBB yang ada di New York, dan selebihnya secara virtual.