Pemilu Pilkada 2020 Tetap Berlangsung, Perdana Menteri Baru Jepang ‘Yoshihide Suga’, BPS Survei Pelaku Usaha Di Indonesia Hanya Bisa Bertahan 3 Bulan Lagi, Kelamaan Nggak Sekolah Anak Bisa Depresi

12

Who’s saying ‘the show must go on’? 

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia aka KPU RI.

Uhm….what show?
Pilkada Serentak 2020. Yep, like what we’ve already mentioned here and here, kamu pasti tahu bahwa salah satu kegiatan yang rencananya gaakan cancelled tahun ini adalah pemilihan kepala daerah 2020 yang bakal digelar pada 9 Desember mendatang.
 
I know. Any updates?
Yep, kayak yang kamu juga tentunya udah tau, kita baru aja melewati tahapan pendaftaran calon kepala daerah dan bentar lagi kita akan memasuki masa…jeng-jeng….kampanye yang akan dimulai pada 26 September mendatang.
 
Kampanye? Emang boleh lagi pandemi gini?
Boleh, though kampanyenya jadi ala-ala new normal gengs. So in case daerahmu bakal menggelar pilkada, bakal ada ketentuan-ketentuan baru dalam kampanye kali ini yang udah diatur dalam peraturan KPU (PKPU). Jadi salah satu aturannya adalah bahwa untuk kampanye pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka, maka hanya boleh dihadiri oleh maksimal 50 peserta, dan harus jaga jarak satu meter.
 
Terus terus apa lagi…
Selain itu, kampanye yang dilakukan secara tatap muka juga harus bisa diikuti sama peserta lain via media atau internet. Dalam pasal lain disebutkan juga bahwa untuk kampanye jenis rapat umum, maka kegiatan ini nggak boleh melibatkan balita, batita, ibu hamil/menyusui, dan orang lanjut usia.
 
Terus, masih boleh ada dangdutan gitu nggak?
Boleh guys. Jadi dalam aturan KPU, ada tujuh kegiatan yang nggak melanggar aturan kampanye, yaitu pentas seni, panen raya, konser musik, jalan santai, sepeda santai, lomba, bazar/donor darah, ulang tahun partai politik, atau melalui media daring. Meski boleh, teteup diatur bahwa untuk kegiatan kampanye rapat umum di tempat terbuka, maka maksimal warga yang boleh hadir adalah 100 orang.
 
HAH kok masih boleh sih?
Yha menurut KPU, karena emang aturan soal kampanye ini udah diatur di Undang-Undang, jadi KPU nggak bisa mengubah atau meniadakannya. Selain itu, Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi juga bilang bahwa sebenernya KPU udah punya rencana untuk bikin aturan yang lebih progresif terkait pandemi, tapi ya gabisa serta merta dilakukan karena harus sesuai dengan UU Pilkada.
 
I see. So how about the D-day?
During the d-day a.k.a hari H pencoblosan, akan ada beberapa hal yang beda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Jadi kalo biasanya kamu mencelupkan jari ke tinta pas udah selesai nyoblos, maka kali ini tintanya ditetes. Terus kamu wajib social distancing, gaboleh kontak fisik, wajib pake masker, dan ga boleh berkerumun. Selain itu, KPU juga mengatur bahwa kalo ada petugas, saksi maupun warga yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat, maka mereka gaboleh ikut dalam proses.
 
So…are we safe?
Unclear. Karena sebenernya, banyak pihak khususnya dari kalangan pakar kesehatan yang meminta pemerintah maupun KPU untuk meninjau kembali rencana pilkada di tahun ini, mengingat angka penyebaran Covid-19 yang terus bertambah. Meanwhile, Pak Jokowi menyatakan bakal tetap menggelar pilkada sesuai jadwal.

Who’s starting a new job?

Hah lagi Covid-19 malah dapet kerjaan baru? Siapa?
Perdana Menteri baru Jepang, Yoshihide Suga.
 
‘Coz I’m in the stars tonight…
We know what you’re thinking. Tapi ini bukan Suga yang itu gengs. Melainkan emang penggantinya PM Jepang Shinzo Abe yang baru aja mengundurkan diri bulan lalu. Nah Senin kemarin, PM Suga yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet kemudian terpilih sebagai PM Jepang pengganti Abe.
 
Tell me more about his CV.
Well, beliau merupakan orang lama di partai Liberal Democratic Party (LDP) yang juga merupakan partainya Abe. Selama delapan tahun kepemimpinan Abe, Suga dikenal oleh publik Jepang sebagai tangan kanannya Abe, sehingga banyak yang memprediksi, arah kebijakan di negeri matahari terbit itu nggak akan jauh-jauh dari pemerintahan sebelumnya.
 
Terus terus…
Nah, a little bit tentang proses terpilihnya PM Suga, dalam voting yang dilakukan oleh parlemen pada Hari Senin lalu, ada dua kandidat lain yang juga bersaing untuk meraih kursi perdana menteri. Mereka adalah Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba dan mantan Menteri Luar Negeri, Fumio Kishida. Dari hasil voting ini, Suga mendapatkan 377 suara, sedangkan kedua calon lain mendapat 157 suara in total. Dengan hasil ini, yaudah aja beliau menang telak.
 
Go on…
Nah, dalam keterangannya setelah terpilih, PM Suga menyebut bahwa rencana pemerintahannya adalah melanjutkan kebijakan PM Abe yang udah ada sebelumnya. Dalam hal ekonomi, beliau akan melanjutkan konsep ekonomi “Abenomics” yang meliputi aturan moneter yang lebih longgar, stimulus fiskal yang agresif, dan membuat program yang bikin cewek lebih mudah diterima di dunia kerja.
Anything about Covid-19?
Of course. Jadi emang upaya penanganan virus Covid-19 juga jadi fokus utama pemerintahan PM SUga, dan yang penting juga adalah supaya Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda karena corona, bisa dilaksanakan pada Juli 2021 nanti.

Who’s just sent a warning sign?

Badan Pusat Statistik (BPS).

 
Warning on what?
On business. Jadi dalam keterangan persnya kemarin, Kepala BPS Suhariyanto menyebut bahwa sekitar 42% pelaku usaha di Indonesia bakal cuma bisa bertahan tiga bulan lagi kalau nggak ada bantuan sama sekali dari Pemerintah.
Hah gara-gara Covid-19? 
Yup. Jadi beliau menjelaskan bahwa BPS baru aja ngadain survei ke 34.558 pelaku usaha pada periode 10-26 Juli 2020, adapun yang disurvei adalah 6.821 Usaha Menengah Bawah (UMB) 25.256 Usaha Menengah Kecil (UMK), dan 2.482 usaha pertanian. Dari hasil survei ini, diketahui bahwa 42% pelaku usaha hanya bisa bertahan sampai Oktober 2020.
Tell me more.
Nah, sedangkan 58 persen pengusaha lainnya bilang bahwa mereka masih bisa mempertahankan bisnisnya selama lebih dari tiga bulan ke depan, meskipun tanpa bantuan pemerintah.
 
Do they have any specific requests though?
Yep, BPS juga mencatat apa aja bantuan-bantuan yang diperlukan oleh masing-masing jenis bisnis, yaitu di antaranya…
  • Untuk Usaha Menengah Kecil:
    • 69,02 persen menjawab butuh modal usaha,
    • 41,18 persen bilang butuh keringanan tagihan listrik untuk usaha,
    • 29,98 persen butuh bantuan relaksasi atau penundaan pembayaran pinjaman.
    • 17,21 persen butuh kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman,
    • 15,07 persen butuh penundaan pembayaran pajak.
  • Untuk Usaha Menengah Bawah:
    • 43,54 persen butuh keringanan tagihan listrik untuk usaha,
    • 40,32 persen butuh relaksasi/penundaan pembayaran pinjaman,
    • 39,61 persen butuh penundaan pembayaran pajak,
    • 35,07 persen butuh bantuan modal usaha,
    • 14,44 persen butuh kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman.

Whooaa..anything else? 

Not really.  Intinya sih, harapannya data-data ini bisa jadi acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan, khususnya program Pemulihan Ekonomi Nasional.

When your little siblings can’t wait to get back to school…

Because it turns out that kelamaan nggak ke sekolah bisa meningkatkan tingkat depresi gengs.


Hal ini diketahui melalui hasil penelitian yang dilakukan sama Anhui Medical University di China. Jadi dalam studi itu, para peneliti membandingkan tingkat depresi anak-anak usia sekolah di Provinsi Anhui China, sebelum dan sesudah penutupan sekolah. Adapun data perbandingannya diambil dari Bulan November tahun lalu, yang dibandingkan sama Bulan Mei tahun ini ketika sekolah-sekolah baru dibuka lagi selama dua minggu.
Hasilnya, pasca pembukaan kembali sekolah, ditemukan bahwa anak-anak menunjukkan tanda-tanda depresi dan upaya bunuh diri yang lebih tinggi dibanding sebelum school closing. Jadi ditemukan bahwa pasca reopening, jumlah anak-anak yang dilaporkan memiliki tanda-tanda depresi adalah 25%, dibandingkan dengan 19% di Bulan November. Selain itu, angka percobaan bunuh diri juga naik pada Bulan Mei jadi 6,4%, padahal sebelumnya ada di angka 3%.
Seiring dengan hasil penelitian ini, diharapkan supaya school reopening bisa memberikan perhatian lebih pada kondisi mental siswa, karena terbukti, social isolation bisa mengganggu kesehatan mental pada anak-anak.

“Ujian ini harus dihadapi dengan ketegaran,”

 
Gitu kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada satuan Satpol PP pas beliau memimpin apel di Balai Kota Jakarta, hari Senin lalu. Dalam kesempatan tersebut, Pak Anies mengingatkan supaya para Satpol PP yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan ini nggak tergoda dengan uang sogokan selama mengawasi pelaksanaan PSBB, karena yhaa namanya juga ujian, ya harus dihadapi dengan tegar.
 
TBH this is our mantra during the entire 2020…

Angel’s Stories

1. Jadi kemarin sempat beberapa kali pake layanan antar barang dari ojek online. Terus setiap selesai pasti ku kasih tip dan ucapan terima kasih sama pesan buat tetap sehat. Lalu beberapa saat kemudian ada customer-ku yang transfer uang kelebihan. Pas aku tanya tentang kelebihan itu katanya, “Udah nggak papa buat kamu aja.” Percaya sih apa yang kita tanam itu bakal kita tuai suatu saat nanti.
-Anonymous-
2. Jadi kamis pekan lalu, sore-sore sekitar abis ashar aku BM es krim banget. Padahal aku tau uang tuh lagi terbatas banget, dan belum ada income dari kantor hiks. Sampai akhirnya abis sholat ashar aku ngajak temen kantorku ke Indomaret buat jajan es krim dan aku bilang sama dia, “Kamu ambil aja es krim yang kamu suka, kali ini aku yg beliin.” Saat itu aku mikir kayanya kalau aku bikin temenku happy, nanti Allah juga bikin aku happy deh. Dan, Alhamdulillah dua jam setelah makan es krim ada email notification kalau ada uang masuk. Whaa aku langsung dibikin happy sama Allah hari itu juga 🙂
-Sofiarani-BSD-
3. Hi CMU! Ini cerita udah agak lama, jadi waktu itu masih sebelum Covid-19, aku masih rajin ngantor (sekarang udah 100% WFH lol). Nah waktu itu, aku ke kantor selalu naik MRT dan turun di stasiun BenHil. Terus pas sampe di stasiunku, aku turun aja dan tanpa sadar, dompetku ternyata ketinggalan di kereta. Karena waktu itu pake earphone, aku lanjut aja terus keluar sampe pas nyampe tempat untuk nge-tap kartu, aku baru sadar bahwa kartu dan dompetku semuanya ga ada! Pas waktu itulah ada bapak-bapak nyamperin aku dari belakang sambil ngasih liat dompetku. Setelah ngasihin, dia turun lagi ke platform, karena kata dia, sebenernya dia stop-nya masih beberapa station lagi. Ya ampun, jadi dia bela-belain turun MRT untuk nganterin dompetku yang ketinggalan karena keteledoran aku sendiri! Aku berterima kasih banyak banget sama bapak itu sambil jadi pelajaran buat aku untuk lebih mindful ketika di tempat umum.
-Putri, Jakarta-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)

Catch Me Up! Recommendations

In case you’re getting a lot of acnes lately… here’s the laundry list of do’s and don’ts…