Kontra Dengan WHO “Amerika Buat Vaksin Virus Corona Sendiri”, Menteri Keuangan “Sri Mulyani” Bagi Pulsa Gratis Buat PNS dan Mahasiswa, Pakistan Blokir Aplikasi “Dating Online”

57

What do you say when you and your friends want to do a Zoom call but someone says no?

Sumber foto: cnn.com

Ih kayak Amerika Serikat de…
 
Hah kenapa?
Iya karena Selasa kemarin, Amerika Serikat udah resmi bilang “gue nggak ikutan ah” dalam inisiatif bersama yang diinisiasi sama Organisasi Kesehatan Dunia aka WHO.
 
Wait, inisiatif apa?
Inisiatifnya WHO untuk membuat dan mendistribusikan vaksin covid-19 secara global, yang dinamakan the COVAX initiative. Dengan keputusan ini,  Amerika Serikat nggak bakal gabung sama 172 negara-negara lain yang udah ikutan the COVAX initiative.
Why? 
Yha karena hubungan antara keduanya juga lagi nggak harmonis sih. Selama wabah Covid-19 ini terjadi, AS banyak nggak setujunya sama WHO dan puncaknya, pada Juli lalu, AS secara resmi keluar dari keanggotaan WHO. Beberapa alasan yang sering disebutin Trump terkait memanasnya hubungan ini adalah karena WHO itu ‘corrupt’ dan berpihak ke China.
 
Go on…
Nah dalam keterangannya Selasa itu, Jubir AS Judd Deere mengumumkan bahwa negaranya nggak akan gabung sama inisiatif yang diluncurkan oleh organisasi yang “korup” dan berpihak pada China, meski begitu, mereka teteup mau kok, kerja sama dengan negara-negara lain untuk mengalahkan Covid-19.
Hmmm ok, terus mereka bikin vaksin sendiri? 
Yap. AS sendiri punya program kayak COVAX Initiative itu, namanya Operation Warp Speed, di mana pemerintah federal, kerja sama dengan pihak swasta, berupaya mengembangkan vaksin untuk mempercepat proses penemuan, pengembangan dan distribusi vaksin Covid-19.
How they’re doing so far?
Good. Sejauh ini, ada dua vaksin covid-19 asal perusahaan Biotech di AS yang lagi diuji coba tahap ketiga, yaitu Moderna dan Pfizer/BioNTech. Selanjutnya, bakal ada dua calon vaksin lagi yang bakal mulai diuji coba tahap ketiga di pertengahan September nanti.
I see. Now tell me more about COVAX…
Jadi program COVAX itu dibuat WHO di awal tahun 2020 untuk menghimpun usaha dari para negara anggotanya untuk memastikan setiap anggota punya akses yang sama terhadap vaksin covid-19 dan penanganannya.  So far, ada 192 negara yang ikutan inisiatif ini, dan ada 9 calon vaksin yang lagi dievaluasi sama WHO. Target WHO adalah untuk punya setidaknya dua juta doses vaksin yang aman dan efektif by the end of 2021, untuk 20% kelompok paling rentan di dunia.
 
Well, did they say anything about Trump’s decision?
Belum sih, cuma dari awal, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus udah ngingetin negara-negara dunia untuk menghindari “vaccine nationalism”, di mana hanya negara kaya aja yang bisa mengembangkan vaksin. Menurut Tedros, hal ini nggak akan membantu upaya dunia untuk bisa “sembuh bersama”, secara sekarang, segala hal kan saling terhubung secara global.
OK. Anything else? 
Terkait program COVAX ini, Komisi Uni Eropa udah berkomitmen untuk berkontribusi sebanyak 400 juta euro untuk COVAX, tapi terms of involvement-nya masih dalam negosiasi.  Selain itu, negara-negara Uni Eropa yang udah sempat ‘ngobrol’ sama perusahaan Amerika Serikat yang lagi mengembangkan vaksin, kayak Merck, Inovio dan Novavax, bisa dipastikan nggak jadi deal sama perusahaan-perusahaan tersebut, karena mereka udah gabung di COVAX.

For when you need a good news sooooo bad….

Sumber foto: Posjateng.id
You want it, you got it. 
Here’s the good news: Selasa kemarin, Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, baru aja resmi menerbitkan kebijakan untuk ngasih pulsa gratis bagi para Pegawai Negeri Sipil  dan mahasiswa.
 
Whaaaat?
Yep, jadi dalam surat Keputusan Menteri yang ditetapkan pada akhir Agustus lalu itu, dijelaskan bahwa kebijakan ini diterbitkan membantu pelaksanaan tugas kedinasan dan kuliah dalam menjalankan protokol new normal.
 
OK. How much are we talking about?
Well, antara Rp150 ribu sampai Rp400 ribu per orang dan per bulan, jadi rinciannya:
  • PNS yang pangkatnya eselon tiga ke bawah, bakal dapat Rp200 ribu per orang dan per bulan.

  • Pejabat eselon satu dan dua, atau yang setara bakal dapat Rp400 ribu per orang dan per bulan.

  • Mahasiswa bakal dapat Rp150 ribu per bulan.

  • Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan daring yang insidentil juga kemungkinan dapat Rp150ribu per bulan.
FYI, Rp150 per orang adalah batas maksimal/paling tinggi, jadi bisa aja dapatnya less than that.
 
Whoaaa jadi beneran nih?
Yoi donk. Kalo kamu ada extra time *we know we all have that at this point!* kamu bisa juga cek lebih detail soal keputusan ini di Keputusan Menteri Keuangan No. 394/KMK.02/2020 tentang Biaya Paket Data dan Komunikasi Tahun Anggaran 2020.  FYI, kebijakan ini bakal berlaku mulai 31 Agustus 2020 – 31 Desember 2020.
 
No (or yes), thanks. Anything else?
Oh iya, bagi para PNS, Kemenkeu ngasih kewenangan ke pengguna anggaran dan/atau kuasa penggunaan anggaran di tiap kementerian Negara/lembaga untuk melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap biaya paket data dan komunikasi tadi.  Selain itu, pemberiannya akan selektif, jadi yang bakal dapat itu yang punya tugas dan fungsi penggunaan media daring aja.  Selain itu, hal ini juga tergantung dengan ketersediaan anggaran di setiap lembaga.

For when you’re a professional swiper…

Sumber foto: Medium
Pakistani can’t relate.

Hal ini karena negara yang deeply conservative itu baru aja ngeblok lima dating apps yaitu Tinder, Grindr, Tagged, Skout, dan SayHi. Menurut otoritas telekomunikasi setempat, pemblokan ini disebabkan sama konten apps-apps tadi yang dinilai “nggak bermoral” dan “nggak pantas”.
FYI gengs, emang walaupun beberapa aplikasi dating apps lagi banyak digemari di belahan dunia lain, namun di Pakistan, angka download atas aplikasi-aplikasi ini cenderung rendah. Contohnya aja, Tinder yang di-download sebanyak 440,000 kali di Pakistan dalam 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan di AS yang udah di-download sebanyak 13 juta kali. Selain ngeblok dating apps, otoritas Pakistan juga lagi menimbang-nimbang untuk ngeblok TikTok karena kontennya yang dinilai “vulgar” dan “tidak bermoral”. Terkait hal ini, pemerintah setempat juga minta TikTok untuk memastikan bahwa konten-konten vulgar tadi gabisa diakses di negaranya, kalo mau aplikasi tersebut nggak entirely blocked.

“Tak ada wilayah yang aman di Indonesia”.

 
Gitu kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat menegaskan bahwa nggak ada satupun wilayah Indonesia yang aman di masa pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. Menurut Pak Wiku, meskipun di zona hijau, namun penularan Covid-19 teteup bisa terjadi di manapun dan kapanpun.
 
Wake us up when 2020 ends…

Angel’s Stories

1. Jadi gue mau cerita tentang salah satu temen kantor gue yang suka ngasih makan kucing yang bukan peliharaannya, tapi sering lewat di depan rumahnya. Jadi meskipun dia gak melihara kucing dia rutin beli makanan kucing biar kucing-kucing yang lewat di depan rumahnya gak kelaperan. Gue sempet terharu dan bersyukur banget, karena di masa-masa sulit ini dia tetep mau berbagi meskipun kecil tapi pasti rasanya bahagia banget. Semoga dia tetap sehat dan kucing-kucingnya juga gak kelaperan.
-adesofiarani, BSD-
2.Minggu lalu sahabat aku curhat di IG story-nya kalau dia mau wisuda profesi Ners tapi banyak banget yang harus dibayar. Aku tau kondisinya dia lagi hamil anak kedua dan suaminya lagi nganggur karena kena dampak pandemi, jadi hidup dengan mengandalkan sisa tabungan doang. Aku bantu dia bayar uang wisudanya, walaupun ngga seberapa. Dia langsung doain aku yang bikin hati adem banget. Kemarin lihat dia abis USG dan ketahuan anak keduanya cewe. Hari ini dia wisuda. Seneng banget lihat sahabat aku itu bahagia. Alhamdulillah juga aku masih bisa dikasi rezeki untuk bantu kerabat dekat.
-Ardi, Jakarta Selatan-
 
3. Suamiku punya kebiasaan aneh dan ga biasa dibanding orang-orang kebanyakan. Kebanyakan dari kita kalau jajan kopi cantik atau minuman yang ada es di dalemnya, ketika esnya abis pasti langsung dibuang gitu aja kan. Nah, kalo dia selalu buang esnya ke wastafel, ke rumput, atau ke kamar mandi, dan ga lupa gelasnya dicuci terlebih dahulu. Awal-awal kenal aku ngerasa ‘ih apaan sih freak banget buang es di wastafel’. Sampai akhirnya aku nanya kenapa dia ngelakuin itu semua. Usut punya usut ternyata dia ngelakuin itu karena kasian sama pemulung yang mulung bekas botolnya masih berair gitu, kasian juga tempat sampahnya jadi bau karena ada air apalagi gelasnya kotor bekas boba kan. Ya ampun sejak tau itu alasannya aku jadi ikut tergerak ngelakuin hal yang sama. Dibalik wajah sangarnya ada hati hello kitty di dalemnya.. ga salah milih dia jadi suami.
newlyweed from the north-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here(can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)

Catch Me Up! Recommendations

When you’ve been having too many Zoom calls every single day…here’s you can do in between the calls.