Kandidat Kepala Daerah Perempuan Di Pilkada

16

Who’s just gaining their momentum?

Women.
 
Dude can you be like, a little more specific?
OK. Women in politics. Women running for public offices.
 
Still need more context.
Right. Jadi at this point kamu pasti udah apal banget bahwa Desember mendatang, kita bakal menggelar Pilkada Serentak 2020. Nah, kan sekitar minggu lalu kita udah selesai pendaftaran tuh, di mana para calon kepala daerah yang mau berkompetisi di Pilkada harus mendaftarkan diri dulu untuk jadi peserta di KPU…
 
OK go on…
Nah, dari para yang daftar ini, diketahui jumlah calon kepala daerah perempuan di Pilkada tahun ini meningkat 10,6 persen dibanding Pilkada di tahun 2018 lalu. Adapun untuk angka spesifiknya, di tahun ini ada 157 calon kepala daerah perempuan dari total 1.486 calon kepala daerah yang daftar. Jumlahnya naik karena di tahun 2018 angka perempuan yang ikutan jadi calon kepala daerah ada di 101 peserta.
Whoaaa! Tell me more about the candidates!
OK. Jadi dalam acara diskusi yang digelar sama Perludem kemarin, Presidium Kaukus Perempuan Parlemen RI (KPPRI) Dewi Asmaradari menjelaskan bahwa dari total 157 calon perempuan itu, ada lima orang yang maju dalam Pilgub (pemilihan gubernur), 125 orang yang maju dalam Pilbup (Pemilihan Bupati), dan 25 orang maju dalam Pilwalkot (Pemilihan Walikota).
 
What about their background?
Macem-macem, ada yang latar belakangnya sebagai birokrat, inkumben, pengusaha, sampe anggota parlemen.
So…yeay???
Uhmmm not so fast. Karena menurut Bu Dewi, meskipun jumlah angka calon kepala daerah perempuannya naik terus, namun angka ini masih sedikit, apalagi kalo melihat aturan soal angka keterwakilan perempuan di parlemen yang minimal 30 persen (however, in reality, angka legislator perempuan di DPR nggak pernah nyampe 30% HIKKKKS).
And…why should I care?
Because you should. Karena pada faktanya, jumlah pemilih perempuan hampir sama ama laki-laki. Jadi untuk pilkada Desember nanti, menurut data Kemendagri, jumlah pemilih perempuan adalah 52.616.521 orang, beda dikit sama jumlah pemilih laki-laki 52.778.939 orang. Nah, balik lagi ke soal keterwakilan perempuan di parlemen, dalam penelitian ini, disebutkan bahwa selama kuota 30% tidak terpenuhi, maka tidak ada efek signifikan dari keterwakilan perempuan pada kesejahteraan perempuan.
Rule the world, one daerah at a time…