Jumlah Pasien Sakit Gigi Meningkat Akibat Pandemi Virus Corona

17

For when you’ve been having toothache lately…

Blame the pandemic.
Seriously. Karena disebutkan oleh seorang ahli bedah gigi di San Diego, Amerika Serikat, namanya Dr. Paul Koshgerian bahwa dalam enam bulan terakhir, telah terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengeluhkan gigi retak. Menurut dr. Paul, sebelum pandemi covid-19, biasanya dia menerima satu aja pasien yang giginya retak, namun sejak ada pandemi ini, jumlahnya jadi naik dua, atau bahkan bisa lima pasien sehari.
Fenomena serupa juga ditemukan di Iowa, di mana pimpinan Eastern Iowa Endodontics and diplomate of the American Board of Endodontics, Darek Peek  juga bilang bahwa di bulan Agustus dan September aja, dia udah menangani lebih dari dua kali lipat pasien dengan gigi patah jika dibanding dengan periode tahun lalu.
Nah, kepo nggak, apa hubungannya antara pandemi dan gigi patah? Jadi ditemukan bahwa situasi kayak sekarang ini kan bikin kita mengalami kecemasan aka anxiety, nah kalo lagi anxious, tanpa sadar dagu dan gigi kita juga ikutan tegang, hingga tanpa sadar kamu jadi suka menggertakkan gigi. Inilah yang bikin gigi kamu retak. Jadi, kalo kamu menyadari bahwa dirimu punya gejala ini, coba segera konsultasi sama dokter gigimu ya. Prevention is key.