BPS Survei Pelaku Usaha Di Indonesia Hanya Bisa Bertahan 3 Bulan Lagi

43

Who’s just sent a warning sign?

Badan Pusat Statistik (BPS).

 
Warning on what?
On business. Jadi dalam keterangan persnya kemarin, Kepala BPS Suhariyanto menyebut bahwa sekitar 42% pelaku usaha di Indonesia bakal cuma bisa bertahan tiga bulan lagi kalau nggak ada bantuan sama sekali dari Pemerintah.
Hah gara-gara Covid-19? 
Yup. Jadi beliau menjelaskan bahwa BPS baru aja ngadain survei ke 34.558 pelaku usaha pada periode 10-26 Juli 2020, adapun yang disurvei adalah 6.821 Usaha Menengah Bawah (UMB) 25.256 Usaha Menengah Kecil (UMK), dan 2.482 usaha pertanian. Dari hasil survei ini, diketahui bahwa 42% pelaku usaha hanya bisa bertahan sampai Oktober 2020.
Tell me more.
Nah, sedangkan 58 persen pengusaha lainnya bilang bahwa mereka masih bisa mempertahankan bisnisnya selama lebih dari tiga bulan ke depan, meskipun tanpa bantuan pemerintah.
 
Do they have any specific requests though?
Yep, BPS juga mencatat apa aja bantuan-bantuan yang diperlukan oleh masing-masing jenis bisnis, yaitu di antaranya…
  • Untuk Usaha Menengah Kecil:
    • 69,02 persen menjawab butuh modal usaha,
    • 41,18 persen bilang butuh keringanan tagihan listrik untuk usaha,
    • 29,98 persen butuh bantuan relaksasi atau penundaan pembayaran pinjaman.
    • 17,21 persen butuh kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman,
    • 15,07 persen butuh penundaan pembayaran pajak.
  • Untuk Usaha Menengah Bawah:
    • 43,54 persen butuh keringanan tagihan listrik untuk usaha,
    • 40,32 persen butuh relaksasi/penundaan pembayaran pinjaman,
    • 39,61 persen butuh penundaan pembayaran pajak,
    • 35,07 persen butuh bantuan modal usaha,
    • 14,44 persen butuh kemudahan administrasi untuk pengajuan pinjaman.

Whooaa..anything else? 

Not really.  Intinya sih, harapannya data-data ini bisa jadi acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan, khususnya program Pemulihan Ekonomi Nasional.