Anwar Ibrahim Klaim Berhasil Dapat Dukungan Untuk Jadi Perdana Menteri Malaysia

24

Who’s having another drama?

Malaysia.
 
What drama?
Jadi kemarin, politisi Malaysia yang lama jadi oposisi Anwar Ibrahim baru aja mengumumkan bahwa beliau berhasil mengumpulkan suara mayoritas dari anggota Parlemen Malaysia untuk membentuk pemerintahan baru. Jadi, perdana menterinya adalah doi sendiri.
Hah GIMANA? 
Iya, jadi dalam keterangannya kemarin, Anwar Ibrahim yang juga merupakan Presiden dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) menyatakan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Malaysia yang sekarang, Muhyiddin Yassin udah jatuh.
Waaaaait a second. Bukannya perdana menteri Malaysia itu Mahatir Muhamad ya?
Udah ganti beb. Jadi sejak 1 Maret lalu, Muhyidin inilah yang ngegantiin Mahatir sebagai PM Malaysia.
I see, lanjut…
Nah balik lagi ke Anwar Ibrahim, dalam keterangannya tadi malam, beliau menyatakan bahwa mayoritas anggota parlemen setuju untuk membentuk pemerintahan baru dan menunjuknya jadi Perdana Menteri baru. Menurutnya, beliau seharusnya ketemu raja Malaysia pada Selasa (22/9) pagi, tapi karena sedang di rumah sakit, rencana itu ditunda dulu.
I am gonna need some background.
Get your coffee ready. Jadi emang sejak awal, Anwar Ibrahim adalah ketua kelompok oposisi Malaysia yang udah lama ngincer kursi perdana menteri. Namun hal itu nggak pernah kejadian secara partai yang berkuasa saat itu, namanya UMNO, menaaaang terus pemilu sejak Malaysia merdeka. Barulah pada tahun 2018 lalu, untuk pertama kalinya UMNO kalah pemilu, dan yang menang adalah koalisi Pakatan Harapan (PH) di mana partainya Anwar Ibrahim merupakan bagian dari koalisi itu…
 
So, he became the Prime Minister?
Tidak semudah itu, Fergusso. Di pemilu itu, yang maju jadi calon Perdana Menteri dari koalisinya PH adalah mantan lawan politik Anwar sejak lama, Mahatir Muhamad. Hal ini karena waktu itu, Anwar masih dipenjara, jadinya yang maju Mahatir deh.
 
Wait, who’s this guy?
Mantan perdana menteri Malaysia yang born and bred UMNO, dan pada masa pemerintahannya seriiiiing banget berkonflik sama Anwar. Namun di tahun 2018 itu, Mahatir kemudian maju dari koalisinya PH and he’s like: oke deh, gue maju jadi PM lagi dari koalisi lawan, demi menyelamatkan Malaysia dari korupsi yang dilakukan sama Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak. Nah, Pak Najib ini, merupakan PM incumbent asal UMNO yang kemudian maju lagi pas pemilu 2018 lalu. Jadinya, pemilu tersebut head to head-nya antara PM Najib dan mantan PM sebelumnya, Mahatir Muhamad.
 
Thank God I already had my coffee.
Right. Nah lanjut lagi, note that ketika jadi PM, Mahatir ini umurnya udah 90 tahunan dan merupakan perdana menteri tertua di dunia (secara guys, beliau jadi PM pertama kali aja pas di kita masih eranya Pak Harto) anywayyyy beliau kemudian bilang bahwa dirinya bakal menjabat dua tahun aja, abis itu mau mundur. So everybody’s like, ok...dilanjut sama Anwar Ibrahim neh, yang di tahun 2020 sih, udah keluar dari penjara.
 
But, it didn’t go as planned?
Yep, like anything else in 2020.. Ketika akhirnya PM Mahatir mundur, nama PM yang menggantikan beliau justruu…jeng jeng…Muhyiddin Yassin.  Catch up! more about it here.
Ok, balik lagi ke keterangannya semalem…
Anwar kemudian menyebut bahwa dirinya emang udah mengantongi dukungan mayoritas dari parlemen, dan dia juga udah dapet dukungan untuk membentuk pemerintahan baru. Meski begitu, Anwar belum mao bilang dulu, siapa aja anggota parlemen yang menyetujui penunjukannya, secara dia mau ketemu sama Raja Malaysia dulu.
 
Tapi pemerintahannya Mahyudin Yassin pasti ada komentar donk?
Yoi. Jadi semalam, pemerintahan Malaysia juga bilang bahwa koalisi mereka nggak kehilangan dukungan. Melalui Twitter-nya, Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Khairy Jamaluddin justru menyebut bahwa dirinya baru aja selesai rapat Kabinet dan nggak ada pemerintahan yang ‘jatuh’.  Sementara itu, Mahathir Mohammad juga menyebut bahwa dirinya bakal menunggu wujud dari klaim-nya Anwar Ibrahim. Menurutnya juga, ini bukan klaim pertama yang dilakukan oleh Anwar Ibrahim.
I see, anything else? 
PM Malaysia yang sekarang, Muhyiddin Yassin juga minta Anwar Ibrahim untuk membuktikan klaimnya sesuai jalur konstitusional.  Menurutnya, kalau nggak ada bukti, berarti pemerintahannya akan tetap sah. Terus, si bapak juga minta warga Malaysia untuk tetap tenang.
 
Drama, drama, dramaaaa…