Peruhaan Minyak BP “British Petroleum” Turun Pendapatan Hingga 172%

33

For when there’s always a silver lining in every situation…

Sumber foto: cnn.com

Yes, Covid-19 may cancel all your plans and make life feel uncertain, but if there is one silver lining we could notice from the pandemic, it is that:

we started to shift to ‘cleaner’ energy. 

Explain.
Well, guys, meet: big oil players aka perusahaan produsen minyak terbesar di dunia. So we’re talking about BP aka British Petroleum, Saudi Aramco…
 
OK. Kenapa mereka?
Well, a little background here, jadi proses produksi minyak dan gas yang dilakukan sama perusahaan-perusahaan ini dinilai banyak pihak merusak bumi. Hal ini karena proses untuk mendapatkan minyak dan gasnya yang harus nge-drill ke perut bumi, hingga proses pengolahannya yang menghasilkan karbon dioksida atau zat lain yang bisa meningkatkan pemanasan suhu global.
 
I see…
Nah, seiring dengan makin berbahayanya efek dari pemanasan global, pada 2015 lalu, 195 negara sign up sama Paris Agreement, aka perjanjian di mana negara-negara ini setuju untuk membatasi peningkatan pemanasan global jadi 1,5 derajat celcius atau di bawah 2 derajat Celsius. Nah, secara sektor minyak dan gas ini merupakan salah satu yang paling signifikan dalam meningkatkan pemanasan global, so everybody’s like “we’re looking at you…” ke perusahaan-perusahaan ini.
 
Looking at them like what?
Like, dude, do something. Seiring dengan semakin terinformasinya masyarakat dengan isu pemanasan global, mulai bermunculan jugalah desakan publik supaya perusahaan-perusahaan ini beralih dari energi ekstraksi yang merusak lingkungan ke energi alternatif terbarukan yang lebih ramah lingkungan…
 
And when do we get into Covid-19 part?
Now. Nah seiring dengan menyebarkan wabah Covid-19, orang-orang pada lockdown, kendaraan banyak yang nggak dipake, maka demand aka permintaan atas minyak berkurang drastis. To give you a little picture, menurut catatan UBS Analysts, pendapatan dari sektor minyak tahun ini turun sampe 172% dibanding tahun lalu.
 
Whoaaaa
Yep, kondisi ini kemudian mau gamau bikin para perusahaan tadi mempertimbangkan kemungkinan untuk shifting bisnisnya ke energi yang terbarukan. Contohnya nih, kayak BP (British Petroleum) yang minggu lalu udah ngumumin bahwa mereka bakal mengurangi produksi minyaknya sampe 40% dan bakal invest milyaran dolar dalam sektor energi terbarukan kayak bioenergi dan hydrogen.
Why tho?
Well, menurut perusahaan asal Inggris itu, karena pemanasan suhu global dibatasi sampai 1,5 derajat Celsius atau kurang dari 2 derajat Celsius, maka diprediksi bahwa permintaan atas bahan bakar fosil juga bakal turun sampai 75% dalam 30 tahun ke depan. So might as well pivot business aja ke sektor lain. Gitu.
 
I see, cuma BP? 
Belum tau. Ada juga perusahaan minyaknya Arab Saudi, Saudi Aramco yang masih belum mau berkomentar soal kondisi ini. Meski begitu kalo diliat dari posisi perusahaannya, Aramco udah turun dari posisi pertama ke posisi kedua sebagai perusahaan yang paling berharga di dunia (FYI yang pertama Apple). Selain itu, bank-bank investor juga mulai banyak yang menolak untuk invest di industri ini karena semakin kerasnya tekanan dari masyarakat untuk nggak invest ke industri yang nggak ramah lingkungan.
 
One step at a time…