Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 5.32 %

39

For when you feel the need to spend, spend, spend…

Yhaaa mentang-mentang masih rasa gajian (atau udah enggak?) but we’re actually not talking about you…
 
I know that.
Yep, we’re actually talking about the govt. Jadi guys, pemerintah kan udah nge-budget-in dana sebesar Rp695,2 triliun untuk menangani pandemi corona, nah so far, dana ini baru kepake sebesar Rp151,25 triliun.
 
Beneran?
Yha kata Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani sih gitu. Jadi dalam penjelasannya kemarin, Bu Ani menjelaskan bahwa total dana yang udah dipake itu sekitar 21,75% dari total anggaran. Beliau menyebut, hal ini ada kemajuan dibanding akhir semester I 2020 sebesar Rp124,62 triliun dan akhir Juli 2020 sebesar Rp147,67 triliun.
 
I see….
Nah adapun kebanyakan dana yang udah cair itu untuk bidang perlindungan sosial atau bantuan sosial (bansos) sebanyak Rp86,5 triliun. To break it down a little bit, program-program bansos ini termasuk program keluarga harapan (PKH) (Rp26,6 triliun), kartu sembako (Rp25,8), bantuan sembako Jabodetabek (Rp3,2 triliun) dan non-Jabodetabek (Rp16,5 triliun), program Kartu Prakerja (Rp2,4 triliun), diskon listrik (Rp3,1 triliun), dan BLT Dana Desa (Rp8,8 triliun).
 
What about UMKM?
Nah kalo di bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dana yang udah keluar itu Rp32,5 triliun.  Selain UMKM, ada juga di bidang perbankan sebanyak Rp30 triliun.  Pajak penghasilan (PPh) final UMKM ditanggung pemerintah Rp200 miliar dan UMKM dapet subsidi bunga Rp1,3 triliun.
 
Kalo di bidang kesehatan?
So far, bidang kesehatan menghabiskan Rp7,1 triliun, jadi baru sekitar 14,4% dari targetnya yang Rp87,55 triliun.  Adapun dana yang keluar itu alokasinya adalah untuk insentif kesehatan pusat dan daerah (Rp1,8 triliun), santunan kematian tenaga kesehatan (Rp16,2 miliar), untuk gugus tugas (Rp3,2 triliun), dan insentif bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN) kesehatan (Rp2,1 triliun).
Ok, anything else?
Selain soal spending pemerintah, Bu Ani juga berharap spending aka konsumsi masyarakat di kuartal III tahun ini bisa mendekati 0%. FYI, di kuartal II 2020, tingkat konsumsi masyarakat itu minus 5,51%. Kamu juga perlu tahu bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus sebesar 5,32%, terparah sejak kuartal 1 di tahun 1999 ketika terjadi krisis moneter.