Penelitian Obat Antivirus Corona

51

When we’re still waiting for the cure of this pandemic…

Sumber foto: detik.com

Here are some updates. 
 
Great, what is it?
OK, belakangan ini kan banyak tuh yang bilang udah nemuin ‘the cure’ of this pandemic, but sebenernya yang mana yang bener coba? Nah, berdasarkan laporan dari berbagai studi di dunia, ada lima jenis kandidat obat yang masih dalam penelitian (note: still on-going research). 
OK. What are they? 
The first candidate is obat antivirus.  Nah kalau jenis obat antivirus, berarti obatnya bisa menekan atau menghambat si virus covid-19 ini untuk berkembang atau melakukan replikasi di dalam tubuh.  Contoh obat antivirus yang sekarang lagi diteliti di berbagai lembaga adalah lopinavir, ritonavir, favipiravir, dan remdesivir. Anyway, kandidat utamanya adalah remdesivir.  Sounds familiar? Catch Up here.
I see, next please. 

Right, second candidate is Dexamethasone.  Sounds familiar again? ‘Cause we’ve mentioned it before here. Jadi, dexamethasone ini adalah jenis obat antiradang yang bisa menekan sistem imun tubuh.  Katanya, pasien dengan gejala parah itu biasanya reaksi imunnya berlebihan, nah si dexamethasone ini bisa ngurangin reaksi imunnya.  Jadi, katanya obat ini bisa ngurangin tingkat kematian pada pasien yang gejalanya parah. Meski begitu, menurut para peneliti, pemberian obat ini bisa berbahaya kalo dikasih terlalu cepat, jadi ini cuma buat kasus-kasus yang udah parah banget aja.

Got it, next. . . 
Kandidat ketiga adalah terapi imun. Jadi caranya, para peneliti memanfaatkan plasma darah pasien yang udah sembuh dari covid-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Selain itu, terapi ini juga digunakan untuk membantu pasien yang sakit.
Go on. . . 
OK. Keempat adalah klorokuin dan hidrosiklorokuin (you don’t have to memorize these words, don’t worry).  Dua obat ini adalah obat yang biasa dipakai untuk mengobati pasien malaria.  Awalnya, WHO (World Health Organization) meneliti obat ini dan penggunaannya pun diizinkan sama Food and Drug Administration (FDA). Namun, belakangan ini penggunaannya di-stop karena katanya nggak banyak manfaatnya. In the meantime, Indonesia masih pake obat ini karena dinilai membantu proses penyembuhan si pasien, kata pakar sih begitu gengs.
Oh gitu, and the last one?
Obat-obat yang belum jelas efektif atau nggaknya, kayak amlodipine, ivermectin, losartan, dan famotidine. Tapi ya peneliti masih belum dapet hasil whether si obat-obat ini bisa dipake untuk mencegah infeksi covid-19 or not.
Remember gengs, all of these potential cures are still being tested ya, but fingers crossed!