Friday Pause: red, white, democracy

47

Hiiiiiii, it’s Friday Pause special!

Because we’ll be welcoming Independence Day on weekend that feels a liiiiiiittle bit different than the last years. This year, we will not see any flag ceremonies, or some entertaining games, but that’s OK. Somehow Covid-19 made us realize that celebrating August 17th is not about games, or ceremony, but on reflecting how much we’ve contributed to the creation of an ideal nation we all wish to live in. Happy Independence Day.


For the love of Meme: I went to Twitterland yesterday, and will spend the weekend in the Netflixnation…

Sumber meme: @omega.level


When you just can’t wait to travel again… 

Yep, it’s almost seven months since you’re locked down where the farthest travel you’ve made is from…. your living room to your refrigerator. Well, sekarang, secara banyak hal yang udah kembali ke “new normal”, you may or may not be considering to go on a trip. Yha gpp sih, cuma pastiin aja ada beberapa hal yang kamu pertimbangkan sejak…
Before the trip:
  • Think seriously if you reaaaallly realllllly have to go. Like, seriously.

     

  • Cek dulu destinasi kamu termasuk ke zona merah apa enggak. Kalo zona merah, kamu harus take extra cautions karena kamu bisa banget tertular virus Covid-19 dan menularkannya lagi ke orang-orang tersayang ketika kamu balik.

  • Kalo emang kamu mau lanjut jalan, pastikan semua persyaratan kayak hasil rapid tests atau tes swab udah kamu siapkan dan kamu bawa untuk keperluan pemeriksaan.
While waiting:
  • Sambil nunggu pesawat, bis, mobil, atau kendaraan apapun yang akan membawamu ke tempat tujuan, jangan lupa teteup: practice social distancing, wear masks, avoid touching hands dan banyak-banyak cuci tangan.
During the trip:
  • Air travel aka pesawat: Menurut CDC, perjalanan dengan pesawat itu termasuk yang aman karena sirkulasi udara yang lancar di dalam kabin. Cuma emang yang tricky adalah social distancing-nya aja sih, jadi pastikan kalo kamu ngikutin protokol di dalam pesawat soal social distancing ini ya. Also, sebenernya naik pesawat itu yang lebih beresiko bukan di dalem pesawatnya, tapi pas kamu di bandara. Dari pas nyampe, waiting in line, check-in, dll, jadi pastikan aja bahwa kamu mengikuti seluruh protokol kesehatan.

  • Bis atau kereta: Berada di dalam bis atau kereta dalam jangka waktu yang lama bisa memperbesar resiko kamu kena Covid-19, jadi pastikan kamu tetap social distancing, pake masker dan punya akses ke jendela untuk mendapatkan udara terbuka.

  • Bawa mobil sendiri: Nah, opsi ini mungkin kedengeran paling aman, tapi lagi Covid gini, semua juga ada resikonya gengs. Kalo kamu travelling naik mobil, pastiin yang ada di mobil bareng kamu beneran aman dari virus karena of course kamu gabisa social distancing kan di dalem mobil. Selain itu, usahakan untuk nggak banyak berhenti di rest area karena itu bisa bikin kamu lebih sering menyentuh benda-benda atau berinteraksi dengan orang. Hasilnya, kamu lebih beresiko tertular corontjes.
After the trip
  • Meski nggak menunjukkan gejala, kamu harus ekstra hati-hati dalam berinteraksi dengan keluarga setelah kamu travelling. Kalo perlu, jalankan masa karantina selama 14 hari untuk memastikan bahwa kamu bener-bener bebas Covid-19.

  • Selalu pake masker, social distancing, dan cuci tangan.

  • Look for symptoms. Kalo mulai demam, tenggorokan sakit, eungap, batuk-batuk sampe diare, plzzzzzzzzzz go get checked.

First and biggest hybrid events for millennials. This independence day, get inspired by this line-up of speakers. Trust us, you don’t wanna miss it. Register here


Because we live in a democratic country…

So, we hold the truth to be self-evident that democracy is “oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat”. Well, that’s also what our quarantips sound like. 
Jadi emang sejak edisi kali ini, kita bakal memuat rekomendasi-rekomendasi dari para pembaca Catch Me Up! untuk para pembaca Catch Me Up! juga. Think you also have some cool recommendations? Let us know here. We’ll feature you.
Here comes our firsts…
  • Podcast “Budaya Kita”. Ini salah satu project dari Kemendikbud. Seru banget dengerin karya-karya sastra Indonesia yang suaranya diisi oleh aktor dan aktris ternama dalam negeri. Backsound-nya sukses memainkan theater of mind!– (IG: @plarasgita)
  • Taylor Swift new album (Anonymous)
  • Bosen sama KDrama biasa? Coba cek channel YouTube ini yang bakal bikin kamu ngakak guling-guling! Pasti bakal berlanjut binge-watch seisi channel-nya, deh! (TW: @cuddlypeony)
  • Cobain 30 days mindful analysis tentang pengenalan diri sendiri (lagi) karena kadang udah terlalu ga kenal sama diri sendiri. Terlebih selalu dituntut memenuhi ekspektasi orang lain. Berisi 30 pertanyaan yang harus kamu jawab tiap harinya. Caranya kamu tuliskan jawabannya di notes (buku) pakai pulpen (jangan di device karena konon tubuh more awake kalo nulis langsung). Daftar pertanyaannya bisa dilihat di sini (Anonymous)
  • Podcast: Ngoceh Brand Instagram: @garyvee (IG: @hapsarandhika)
  • Kalau anda adalah orang yang ingin memanfaatkan waktu untuk mengiterasi diri menjadi lebih baik, podcast “Thirtydaysoflunch” bener-bener akan membantumu. Rekomendasi favoritku? Episode bersama Edward Suhadi. (TW: @kegankusuma)
  • Cara mengembalikan siklus tidur yang berantakan selama WFH (Anonymous)
  • Oke jadi ini adalah playlist Spotify yang biasanya aku dengerin untuk mememani perjalanan ke manapun. Salah satu playlist favorit yang cocok didengarkan dalam perjalanan, bisa sambil merenung, menangis, maupun sing a long. Check this out guys (IG & TW: Theoalveto)
  • Hampir tiap hari senam ngikutin channel Sunny Funny Fitness di YouTube untuk gantiin aktivitas dance aku yang berhenti sejak pandemi (@mirandapradn)

Quote of the day:
 
“Never give up on a dream just because of the time it will take to accomplish it. Time will pass anyway.”
 
Earl Nightingale

Angel’s Stories

  1. Reading all Angel’s Stories jadi sangat emosional dan jadi inget satu tahun lalu, coba daftar part-time di salah satu restoran. Saat itu kebetulan lagi libur semester, dan finansial keluarga lagi hancur banget. Jarak dari rumah ke tempat interview cukup jauh, cuma bawa ongkos pas-pasan. Di angkot ketemu seorang ibu paruh baya yang kebingungan gak punya ongkos. Akhirnya aku bilang akan bayarin ongkos angkotnya. Lalu, aku turun di halte TJ. Dia ikut dan minta dipesenin gojek. Udh deg-degan takut ga cukup uangnya, ternyata masih bisa bayarin ojol, tapi sisa uang tinggal buat pulang. Sampe sana udah telat dan interview serta tes udah selesai, jadi pulang dengan tangan kosong. Di sepanjang jalan mau nangis, dada rasanya sesak. Tapi, tiba-tiba inget kejadian di angkot tadi. Sepanjang jalan setelah aku bilang akan bayarin ongkos angkot si ibu (yang menurutku yaudh gapapa biasa aja karena cukup terjangkau), dia do’ain aku terus-terusan; rejeki lancar, dapet jodoh yang baik, jadi orang sukses, bahkan dia nanya ke aku mau minta do’a apa biar ibu ikut do’ain saat sholat tahajjud. Di perjalanan pulang air mataku beberapa kali menetes, campur aduk antara kecewa dan merasa gagal atau beruntung masih bisa berbuat baik. Aku pikir hari itu gak buruk banget dan gak sia-sia juga, karena aku bisa menolong si ibu. Emang gak seberapa, tapi mungkin itu berarti.
    -The Struggler, Universe.-
  2. Jadi, akhir-akhir ini aku lagi ngerasa sendiri. Kondisi kantor yang gak stabil bikin kerjaan aku di ujung tanduk, sedangkan kebutuhan rumah tetep harus dipenuhi. Dan lagi stres begini, temen aku yang biasanya ada, tiba-tiba ngilang. Kita emang gak bisa berharap sama bantuan orang selain sama Allah, sekalipun sekedar dengerin cerita aja :”) Aku berencana buka usaha online shop makanan, tapi buka usaha emang gak gampang, masih sepi banget tiap aku share ke temen-temen, belum ada yang nyangkut, hehe. Tapi, aku yakin, Allah suka sama hamba yang tawakal ikhtiar juga doa gak putus. Sambil share dagangan, aku rutinin sedekah setiap hari walau nominalnya kecil banget mungkin, kadang langsung ngasih ke yang di jalanan, pengamen anak-anak, jajanin driver, atau lewat gogive-nya G*jek. Qadarullah, pagi ini pas berangkat kerja lagi di kereta, tiba-tiba ada orderan masuk langsung 3 :”) memang kecil hehe, tapi aku sampe nangis pas nerima ordernya. Aku tahu kekuatan pertolongan Allah lebih besar dari apapun, jadi aku harap buat kamu semua yang sedang berjuang, jangan patah semangat ya, kita berjuang sama-sama. Kamu hebat :”)
    [email protected]
  3. Kejadiannya udah lumayan lama, mungkin hampir satu tahun yang lalu. Cuman, ini berkesan sekali. Suatu waktu, teman-teman dan aku sedang meet up di salah satu cafe di daerah Jogja setelah sekian lama ngga ketemu karena kami udah beda domisili. Pas waktu itu, keadaan cafe lumayan sepi. Cuman ada rombonganku (empat orang) dan yang lain seorang ibu sama anaknya. Long story short, pas kami lagi asik ngobrol, si ibu mendekat ke meja kami. Ternyata bill kami udah beliau bayar karena beliau terkesan sama bacaan sholat salah satu teman aku. Iya, itu kejadian seudah maghrib, setelah sempat jamaah bareng di tempat sholat di cafe. Benar-benar nggak menyangka, dan dengan alasan yang menyentuh banget. Orang baik diluar sana masih banyak, indeed. Dan jelas kita juga bisa jadi salah satunya.
    -Ads, Jogja-


    (We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it 
    here. Come, share us your versions of angels!)