Ekonomi Indonesia Masih Di Titik Terendah

59

When you think your self-esteem is low…

Sumber foto: cnnindonesia.com

Wait until you meet: Indonesia’s economy in 2020. 

What? It’s lower?
Yea, most likely. Jadi kemarin,Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani baru aja menjelaskan tentang skenario terburuk ekonomi Indonesia pada kuartal III ini (Juni-September) di mana pertumbuhannya rendah banget, yaitu di kisaran 0 sampe -2%.
 
Hah bukannya udah banyak yang ngemol?
Yha memang, tapi kata Bu Ani, meskipun aktifitas ekonomi udah mulai pulih, namun hal ini belum cukup untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena konsumsi masyarakat masih lemah.
I am reading…
Iya jadi menurut keterangan beliau, meskipun penyaluran bansos udah dilakukan, hal ini belum cukup kalo konsumsi dari kelas menengah dan atas belum pulih sepenuhnya. FYI, pada kuartal II, tingkat konsumsi masyarakat tercatat minus 5,51 persen.
 
Whoaaa….
Lebih jauh Bu Ani menjelaskan bahwa penerimaan pajak juga masih rendah di bulan Juli 2020 lalu. Ini semua terjadi di hampir semua sektor usaha, kayak industri pengolahan yang tumbuh –28,91 persen, dan perdagangan yang jadi -27,34 persen. Lanjut, pajak jasa keuangan dan asuransi -6,89 persen, konstruksi dan real estate -18,42 persen, pertambangan jadi -44,8 persen, dan transportasi dan pergudangan -20,93 persen.
 
OK. Anything else?
Well, selain turun di konsumsi dan pajak, pertumbuhan investasi juga turun hingga 8,61 persen di kuartal II. Bu Ani bilang, dalam pertumbuhan ekonomi itu, kuncinya adalah konsumsi dan investasi. Jadi kalo konsumsi dan investasi masih di negative zone, meskipun pemerintah all out dari segi belanja, bakal susah banget untuk masuk di dalam zona netral di nol persen di tahun 2020 ini.