Demonstrasi Anti Pemerintah Di Thailand

24

For when things are heating up in Thailand…

Sumber foto: CNN.com

Now let’s get familiar with their political situations…

Well, I know they have a king…
Right. Nah beberapa waktu terakhir ini, kamu perlu tahu bahwa gelombang protes anti pemerintah baru aja terjadi di negeri Gajah Putih tersebut. Terhitung ada ribuan warga yang turun ke jalan di seantaro Thailand, mayoritasnya mahasiswa yang menuntut beberapa hal, tapi intinya satu: demokrasi.
Hah kok bisa?
Iya jadi a little background here, Thailand adalah salah satu negara kerajaan aka monarki yang pemerintahannya dipimpin sama seorang perdana menteri. Meski dipimpin seorang PM, Thailand punya hukum kerajaan yang merupakan salah satu paling ketat di dunia, di mana kalo kamu ngeledekin keluarga kerajaan, kamu bisa terancam hukuman penjara selama 15 tahun.
Whoaaa go on…
Nah, FYI, selama 70 tahun sampe tahun 2016, Thailand dipimpin sama seorang raja, namanya Bhumibol Adulyadej yang disayang banget sama warganya karena dipandang more like a fatherly figure yang bekerja keras menyejahterakan rakyat. Setelah beliau meninggal di tahun 2016 lalu, posisinya digantikan oleh anaknya, Maha Vajiralongkorn yaaaang…probably not so much like his father.

I see…
Nah, kamu masih inget kan bahwa teteup pemimpin pemerintahan di Thailand itu adalah seorang perdana menteri? Nah, saat ini, jabatan itu diisi oleh seorang mantan jenderal militer, namanya Prayut Chan-o-cha. PM inilah yang dituntut oleh para demonstran untuk turun dari jabatannya karena beberapa hal…
And those things are…
Yhaa reformasi demokrasi, perubahan atas undang-undang yang dibikin sama militer, memprotes hilangnya puluhan hingga ratusan aktivis prodemokrasi yang vokal terhadap pemerintah, pembubaran parlemen, and generally more and more civil rights for the people. Para pendemo ini juga turun ke jalan untuk memprotes status darurat yang berlaku sejak awal Covid-19 menyebar di Thailand yang kalo menurut mereka sih, status ini digunakan sebagai alat untuk membungkam para oposisi.
 
Terus hubungannya sama sistem monarki apa?

Yha karena salah satu tuntutan para pendemo juga adalah supaya model negaranya jadi monarki konstitusional aja, di mana pihak kerajaan juga berada di bawah aturan undang-undang yang berlaku.

So we’re talking about democracy?
That, mostly, but also failing economy, di mana banyak juga para pendemo yang menilai bahwa kerjaan makin sulit dicari dan kondisi ekonomi masyarakat makin menurun. Ditambah lagi Covid gini, Thailand yang pemasukan negaranya relies heavily on tourism diprediksi bakal mengalami penurunan ekonomi sampe 8%, dan merupakan salah satu negara yang kena efek paling buruk di Asia Pasifik.
 
I see…well, does the PM say anything?
Iyaa secara para pendemonya banyak mahasiswa, beliau bilang bahwa dirinya bisa merasakan kekhawatiran para orang tua. Selain itu, PM Prayut juga ngingetin warganya biar nggak melanggar aturan, khususnya aturan monarki tadi.
 
OK. Anything else at this point?
Well, sebagai negara yang disebut paling paying respects terhadap rajanya, (hayooo siapa dari kamu yang pernah lagi mao naik kereta di Bangkok terus tiba-tiba semua orang berenti karena ada royal anthem tiba-tiba terdengar?), gaada yang menyangka bahwa gelombang demonstasi seperti ini bisa terjadi. Aksi protes yang dimotori oleh anak sekolahan dan mahasiswa ini juga menunjukkan bahwa setelah bertahun-tahun berada di bawah aturan militer, para anak muda kini menginginkan perubahan.