Corona Updates 10 Agustus 2020, Penelitian Obat Antivirus Corona, TikTok Di Akuisisi Twitter

39

It’s your weekly corona updates…

Sumber foto: cnnindonesia.com

Yep, welcome back to your weekly updates on Covid-19, both nationally and globally. Let’s just go.

 
On nationally…

  • Per kemarin, angka kasus positif corona di Indonesia adalah 125.396 kasus, 80.952 sembuh, dan 5.723 meninggal.
  • Adapun provinsi dengan kasus corona terbanyak adalah DKI Jakarta (25.287 kasus), Jawa Timur (24.922 kasus), Jawa Tengah (10.471 kasus), Sulawesi Selatan (10.364 kasus), Jawa Barat (7.387 kasus).
  • Ada lima daerah yang nggak mengalami penambahan kasus baru Covid-19 per kemarin, yakni Jambi, Sulawesi Tengah, Lampung, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
  • Menteri BUMN Pak Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) baru dapet wakil dalam menjalankan tugasnya itu. Adapun wakilnya adalah Pak Andika Perkasa, Kepala Staf TNI AD (KSAD).
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, baru aja ngasih izin untuk sekolah sekolah-sekolah yang ada di zona kuning untuk untuk belajar tatap muka. Katanya, keputusan ini diambil untuk mengurangi dampak negatif pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi.
  • Di Aceh, bagi warga yang nggak menjalankan protokol kesehatan covid-19 bakal kena sanksi administrasi dan sosial, salah satunya wajib baca Alquran.
  • Buat kamu yang mau nikah tapi bingung caranya gimana, ini ada warga di Bekasi yang baru aja menggelar pernikahan secara drive thruHere are some pictures for inspiration. 
  • Depok adalah satu-satunya kota di provinsi Jawa Barat yang termasuk zona merah, atau punya risiko penularan virus corona yang tinggi. Adapun 17 Kota/kabupaten lain di Jabar sudah termasuk ke dalam zona kuning (risikonya rendah).
  • Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dari 32 Kelurahan, ada 13 Kelurahannya yang tetap berzona hijau dan nggak ada warganya yang positif covid-19.  Applause, applause, stay green.

  • Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan baru aja nge-launch aplikasi belajar gratis yang namanya “Baruga Sikola”.  Aplikasi ini bertujuan untuk melengkapi kebutuhan siswa SD, SMP, SMA, dan SMK belajar dari rumah.

Meanwhile, internationally…

  • Per kemarin, total kasus positif corona di dunia udah mencapai 19.670.853 kasus, dan 727.579 orang yang meninggal.
  • Negara-negara dengan jumlah covid-19 terbanyak adalah Amerika Serikat (4.998.802 kasus), Brazil (3.012.412 kasus), India (2.153.010 kasus), Russia (885.718 kasus), Afrika Selatan (553.188 kasus).
  • Perdana Menteri Inggris baru aja mengumumkan rencana pemerintahannya untuk membuka lagi sekolah per bulan depan. Kata Johnson, keputusan ini diambil demi kepentingan sosial, ekonomi dan moral. Padahal FYI gengs, di UK baru aja ada studi yang ngasih peringatan bahwa Inggris kemungkinan bakal mengalami second wave di musim dingin kalo sekolah dibuka tanpa sistem test-and-trace yang lebih baik. Hmmmm…
  • Arab Saudi melaporkan kasus corona baru sebanyak 1.467 kasus, jadi, sehingga total kasusnya mencapai 287.262 kasus.
  • Singapore baru aja merayakan hari kemerdekaannya yang ke-55 pada minggu (9/8) di tengah pandemi corona.  Dalam pidatonya, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengajak para Singaporeans untuk memiliki ‘unity and resilience’ demi melawan pandemi Covid-19. FYI gengs, sejauh ini, total kasus Covid-19 di Singapura udah mencapai lebih dari 54.000 kasus, dengan 27 orang meninggal.
  • Jerman kembali mencatat kasus corona baru, sebanyak 555 kasus, dan totalnya jadi 215.891 kasus, dengan 9.196 orang meninggal.
  • Di Korea Selatan juga ada kasus baru, yaitu sebanyak 36 kasus, jadi totalnya adalah 14.598 kasus. Dari 36 kasus tersebut, 30 kasus adalah kasus transmisi lokal.
  • Ada 23 kasus baru juga di China, di mana 15 kasus merupakan transmisi lokal dan 8 lainnya adalah kasus impor.  Total kasus di China naik jadi 84.619 kasus, dengan 4.634 kematian.
  • Di Victoria, Australia, ada 394 kasus corona baru dalam sehari, jadi total kasus di Victoria adalah 14.659 kasus. Terkait perkembangan ini, pemerintah Victoria udah melakukan strict restrictions, termasuk penerapan jam malam sampe jam 8 malam.
  • Meanwhile, New Zealand baru aja merayakan 100 hari tanpa covid-19. Kehiduapan di sana udah legit back to normal gengs. WHHOAAAA

When we’re still waiting for the cure of this pandemic…

Sumber foto: detik.com

Here are some updates. 
 
Great, what is it?
OK, belakangan ini kan banyak tuh yang bilang udah nemuin ‘the cure’ of this pandemic, but sebenernya yang mana yang bener coba? Nah, berdasarkan laporan dari berbagai studi di dunia, ada lima jenis kandidat obat yang masih dalam penelitian (note: still on-going research). 
OK. What are they? 
The first candidate is obat antivirus.  Nah kalau jenis obat antivirus, berarti obatnya bisa menekan atau menghambat si virus covid-19 ini untuk berkembang atau melakukan replikasi di dalam tubuh.  Contoh obat antivirus yang sekarang lagi diteliti di berbagai lembaga adalah lopinavir, ritonavir, favipiravir, dan remdesivir. Anyway, kandidat utamanya adalah remdesivir.  Sounds familiar? Catch Up here.
I see, next please. 
Right, second candidate is Dexamethasone.  Sounds familiar again? ‘Cause we’ve mentioned it before here. Jadi, dexamethasone ini adalah jenis obat antiradang yang bisa menekan sistem imun tubuh.  Katanya, pasien dengan gejala parah itu biasanya reaksi imunnya berlebihan, nah si dexamethasone ini bisa ngurangin reaksi imunnya.  Jadi, katanya obat ini bisa ngurangin tingkat kematian pada pasien yang gejalanya parah. Meski begitu, menurut para peneliti, pemberian obat ini bisa berbahaya kalo dikasih terlalu cepat, jadi ini cuma buat kasus-kasus yang udah parah banget aja.

Got it, next. . . 
Kandidat ketiga adalah terapi imun. Jadi caranya, para peneliti memanfaatkan plasma darah pasien yang udah sembuh dari covid-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Selain itu, terapi ini juga digunakan untuk membantu pasien yang sakit.
Go on. . . 
OK. Keempat adalah klorokuin dan hidrosiklorokuin (you don’t have to memorize these words, don’t worry).  Dua obat ini adalah obat yang biasa dipakai untuk mengobati pasien malaria.  Awalnya, WHO (World Health Organization) meneliti obat ini dan penggunaannya pun diizinkan sama Food and Drug Administration (FDA). Namun, belakangan ini penggunaannya di-stop karena katanya nggak banyak manfaatnya. In the meantime, Indonesia masih pake obat ini karena dinilai membantu proses penyembuhan si pasien, kata pakar sih begitu gengs.
Oh gitu, and the last one?
Obat-obat yang belum jelas efektif atau nggaknya, kayak amlodipine, ivermectin, losartan, dan famotidine. Tapi ya peneliti masih belum dapet hasil whether si obat-obat ini bisa dipake untuk mencegah infeksi covid-19 or not.
Remember gengs, all of these potential cures are still being tested ya, but fingers crossed!

Who’s just having some pedekate moment?

Sumber foto: cnnindonesia.com
Not you with your gebetan. Duh. 
Tapi TikTok samaTwitter guys. Jadi baru-baru ini, muncul isu di publik AS bahwa TikTok dan Twitter baru aja menggelar meeting awal yang isinya diduga ngebahas kemungkinan Twitter untuk mengakuisisi TikTok. Jadi secara Presiden Amerika Serikat Donald Trump udah bilang bahwa negaranya bakal melarang aplikasi asal China tersebut, maka galama kemudian muncul deh pemberitaan bahwa TikTok yang emang lagi naik daun itu bakal dilamar aka diakuisisi sama perusahaan teknologi dari AS, Microsoft. Nah, belum selesai rumor sama Microsoft, kini infonya TikTok juga abis ngobrol-ngobrol sama Twitter tentang kemungkinan akuisisi.
Laku ugha yhaa…

“Skenario yang terakhir adalah virusnya melemah sendiri. Kita percaya virusnya berasal dari Tuhan, dan Tuhan juga yang bisa menyelesaikan ya.”
Gitu kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pas ngejelasin soal skenario selesainya pandemi Corona dalam acara webinar yang digelar oleh Taruna Merah Putih (TMP) kemarin (9/8). Pak Tito bilang, sebenernya ada tiga skenario soal Covid-19 ini, yaitu ditemukannya vaksin, terbentuknya herd immunity, dan terakhir ya itu. Virusnya melemah sendiri.
 
For when you decided to be realistic…

Angel’s Stories

1. Kemarin sore aku ke kos temanku, untuk silahturahmi karena lama ga main kesana. Temanku ga pulang kampung sekitar 7 bulanan selama pandemi ini. Karena memang perusahaannya agak keras, kalau terjadi apa-apa (misal positif covid) resikonya PHK. Jadi aku main ke sana dengan membawa snack dan niatnya untuk menghibur. Terus ga lama malamnya aku diajak kawan ku ditraktir makan. Ya ampun langsung balas nah sama Allah.
-13, kota minyak-
 
2. Ya tuhan, seneng banget! ini lanjutan cerita gue (A Hustler, Tangsel). gue beberapa waktu ini masih fight dengan kondisi anxiety dan overthinking karena kerjaan. Walaupun udah stop ke psikolog dan mencoba mandiri, turns out kadang masih berat dijalani sendiri karena kondisi lingkungan kerja gue yang terbilang cukup toxic. Ada satu titik di mana gue bahkan ngerasa burned out abis dan nganggep kerjaan gue yang numpuk itu sebagai beban, padahal selama ini gue selalu nganggep kerjaan itu playground gue, dimana gue bisa senang-senang ngelakuin hal yang gue suka. Tapi emang Tuhan gapernah tidur! Dengan bekal doa dan sering-sering ikhlas bersedekah, juga kerja keras pastinya, bos gue memutuskan untuk promosiin gue. Sumpah, gue sampe nangis di perjalanan pulang saking senengnya. believe me, resep bisa maju di kerjaan itu ada tiga: give it all you got, banyak doa dan sedekah, satu lagi yang paling penting, hargai setiap progress belajar dan hasil kerja lo sebaik mungkin!
-A Hustler, Tangsel-
 
3. Kemarin, pulang ngantor aku bad mood banget, kepikiran banyak hal. Nasib kerjaanku di masa pandemi, gebetan yang makin hari makin terasa jauh, juga temen2 yang gak tau pada di mana, karna aku ngerasa lagi gak punya temen. Scroll Instagram pun tetap aja gak bisa balikin mood. Akhirnya, lewatlah iklan kitabisa.com. Tanpa pikir panjang, aku mengeluarkan sebagian uangku untuk donasi buat teman-teman yang membutuhkan. Memang tidak seberapa, tapi ternyata bisa buat mood-ku membaik. Aku jadi kepikiran, selama ini aku jarang sedekah. Mungkin ini salah satu penyebab kekalutan hatiku.
-Anak rantau pejuang rupiah-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)

Catch Me Up! Recommendations

In case you need some watch list for the week, because it’s only Monday.