Apple Mengalami kenaikan Saham hingga 10%

51

Who’s singing “baby I am worth it!”

Sumber foto: Redmond pie

Easy peasy, Fifth Harmony.

Wrong.
 
Eh? Terus siapa dong?
 
Apple as the fruit?
Nope, apple as the company. Jadi over the weekend kemarin, perusahaan teknologi Apple resmi jadi perusahaan publik paling berharga aka the most valuable company di muka bumi. Apple berhasil menyalip perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco yang tadinya ada di posisi pertama.
 
The most valuable? What does that mean?
Well, pastinya punya harga saham yang tinggi dan meraup keuntungan yang besar. Intinya making a lot of $$$ lah. Nah soal saham ini, hari Jumat lalu, saham Apple naik sampe 10% ga lama setelah mereka mengumumkan pendapatannya. Trend ini berlanjut di Hari Senin kemarin, ketika sahamnya Apple naik lagi 2,5%.
Oh gitu…
Yep, angka ini bikin valuasi aka nilai perusahaan Apple mencapai US$1.86 trilyun. Meanwhile, harga minyak yang terjun bebas gara-gara pandemi bikin nilai perusahaan Saudi Aramco justru menurun, dari sebelumnya US$2 trilyun jadi US$1,76 trilyun.
 
Berarti Apple lagi laku?
Yep, turns out that walaupun lagi pandemi, keuntungan Apple pada periode April sampai Juni 2020 mengalami peningkatan sebesar 11% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Diprediksi juga, trend ini bakal berlangsung lama.
 
Kenapa?
Well, karena kondisi penjualannya yang bagus-bagus aja padahal daya beli masyarakat lagi menurun. Menurut para pengamat, hal ini tentunya bakal bikin Apple makin dipercaya sama para investornya. More trust, meaning more $$$.