USD 2 Trillion Bantuan Uni Eropa, Demo Pekerja Tempat Hiburan DKI, The Parent Trap

29

For when you’ve been having a lot of long meetings lately…

Sumber foto: cnn.com

EU Leaders can relate.

EU as in European Union?
Yep. Jadi perkumpulan negara-negara di Benua Biru itu kemarin baru aja mencapai kesepakatan bersejarah setelah meeting yang intense banget selama lima hari terakhir, sejak Jumat.
 
Wait, mereka meeting pas wiken?
Yoi…
 
Wah berarti penting banget seh pembahasannya. 
Iya banget. Jadi emang meeting yang lama ini menghasilkan satu persetujuan: yaitu Uni Eropa setuju untuk mengalokasikan anggaran dana sebesar US$2 triliun untuk memulihkan ekonomi negara-negara anggotanya yang nge-down gara-gara corona.
Whoaaa banyak banget!
Iya, jadi emang dana bantuan ini dialokasikan demi menghindari negara-negara Uni Eropa dari jurang resesi, aka kondisi di mana pertumbuhan ekonomi negara menurun drastis, atau bahkan menyentuh angka negatif.
OK. Tell me more about the meeting.
You got it. Jadi dalam meeting offline pertama kalinya yang dihadiri oleh ke-27 kepala negara dari negara-negara anggota Uni Eropa itu, para pemimpin menyetujui angka US$2 triliun untuk dialokasikan buat negara-negara yang paling parah kena efek ekonomi dari Covid-19. Nantinya, dana ini bakal ada yang dibagiin sebagai bantuan, dan ada yang dibagiin sebagai pinjaman.
 
I am reading…
Nah, lebih jauh, dana ini juga bakal fokus dalam tiga hal, yaitu membantu memulihkan bisnis yang ancur-ancuran gara-gara Covid-19, menyusun langkah baru untuk ekonomi jangka panjang, dan investasi untuk melindungi EU dari krisis lainnya di masa depan.
 
FYI… 
Dalam fokus yang ketiga, EU juga berkomitmen untuk mengalokasikan dana sebesar 30% dari budget pemulihannya untuk isu-isu yang terkait dengan perubahan iklim.
 
Sounds cool…
Yhaaa tapi proses tercapainya persetujuan ini tidak semudah itu, Fergusso. Jadi secara ngomongin duit (bantuannya kayak gimana, siapa aja yang dikasih, syaratnya apa aja, dll, dll), ke-27 pimpinan negara anggota Uni Eropa harus melewati perdebatan panjang dulu sebelum akhirnya mencapai kesepakatan. Selain itu, ini juga untuk pertama kalinya EU bakal jadi salah satu institusi yang minjem duit ke pasar finansial dalam jumlah yang paling besar. Rencananya, EU bakal melunasi pinjaman ini pada tahun 2058 mendatang.

For when you’ve been “closed for business” for too long…

Sumber foto: gomontreal.com

Meet, sekelompok pegawai dan pemilik tempat hiburan malam yang kemarin baru aja menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta.

 
Demonstrasi soal?
Soal bisnis mereka yang yang ditutup. Jadi dalam aksinya itu, para pengusaha dan pegawai ini mendesak biar Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan membuka kembali tempat-tempat hiburan malam di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
 
Whoaaa tell me more!
OK. Jadi menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani, pemerintah selama ini nggak pernah memberikan solusi yang jelas soal usaha hiburan di tengah pandemi kayak sekarang. Padahal, masih kata Hana,  pengusaha dan karyawan di tempat-tempat hiburan ini udah siap dan proaktif banget dalam menjalankan protokol yang udah ada dan disepakati.
 
Go on…
Masih menurut Hana, Hingga saat ini, belum ada keputusan dari pemerintah untuk membuka kembali tempat hiburan malam yang tutup gara-gara Covid-19. Selain itu, pihak pemerintah juga nggak pernah ada diskusi sama para pengusaha untuk mencari solusinya gimana.
 
Terus kata pemerintah apa?
Jadi kalo kata Dinas Pariwisata DKI Jakarta sih emang tempat-tempat hiburan malam di ibu kota masih belum diizinin untuk beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Yhaaa ada kelonggaran sih, kalo tempat hiburan malamnya punya restoran, ya boleh buka, tapi karaoke, live music dan bar-nya belum boleh beroperasi.
 
Kenapa?
Karena khawatir bikin pengunjung betah berlama-lama hingga memungkinkan terjadinya penyebaran virus Covid-19. FYI gengs, saat ini rasio positif atau positivity rate Covid-19 di Jakarta masih ada di angka 5,6 persen. Angka segini masih belum aman kalo merujuk ke standar WHO yang sebesar 5 persen.
 
I see…anything else now?
Well, it is a complicated situation for the industry of course, karena mereka udah tutup selama berbulan-bulan. Akibatnya, banyak karyawan tempat hiburan malam yang sama sekali nggak punya penghasilan dan pengusahanya gulung tikar. Meanwhile, para ahli epidemiologi mengingatkan pemerintah untuk jangan buru-buru membuka kembali tempat hiburan malam, mengingat angka penularan Covid-19 yang masih tinggi di ibu kota.

Who’s just having a little reunion?

Sumber foto: cnn.com
The Parent Trap. 
Iyaaaa guys! inget nggak sama film ikonik yang diperankan sama Lindsay Lohan ini? Yep, jadi film soal anak kembar yang berusaha bikin kedua orang tuanya yang udah pisah untuk kembali balikan ini pada Hari Senin kemarin baru aja menggelar reuni. Adapun reuninya diikuti sama hampir semua cast-nya The Parent Trap, kayak of course, pemeran utama Lindsay Lohan, pemeran ayahnya Dennis Quaid, dan pemeran calon ibu tirinya, Elaine Hendrix. Nah, reunian yang digelar untuk merayakan ulang tahun film yang ke-22 ni kemudian dimoderatori oleh presenter Katie Couric dan ditayangkan dalam Instagramnya pada hari Senin lalu. Kamu udah kepo banget kayak gimana reuniannya? Check it out, here!

“There is nobody more Patriotic than me, your favorite President!”

Gitu isi twitnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kemarin. Jadi dalam cuitannya itu, Trump bilang bahwa negaranya lagi menghadapi China virus (Masih sempet-sempetnya rasis dooong -__-) dan lagi kondisi kayak gini, pake masker adalah salah satu bentuk patriotisme. Walaupun begitu, teteup gaada yang lebih patriotis dari pada dirinya sendiri. AKA Donald Trump.
 
Raise your hands if you want to have the Donald Trump confidence level…

Angel’s stories

1. I want to share a slice of my life. I hope it’ll motivate you. It’s almost 6 years to come since I’ve suffered from Myasthenia Gravis (MG). Untuk kalian yang belum tahu apa itu MG, ini adalah semacam penyakit autoimun yang “belum” bisa disembuhkan meskipun udah ada obat peredanya. Poinnya adalah sampai sekarang aku belum pernah ngasih tau orang tua aku ataupun anggota keluarga lainnya tentang penyakit aku ini. Why? Dulu aku pas pertama periksa sama mereka, mereka kayak gak tega gitu dan ngerasa TERBEBANI DENGAN BEBAN YANG AKU TANGGUNG karena aku masih baru menginjak usia remaja waktu itu. Mereka sedih banget jadi aku sampai sekarang pura-pura udah sembuh dan sehat bugar. Padahal, I frequently feel burdened. Setiap kali kambuh, aku diem-diem beli obat sendiri dengan resep dokter yang 6 tahun lalu aku masih inget. FYI, the medicine definitely costs a fortune. Mahal banget menurut aku. Aku minta uang dengan alasan jajan padahal buat beli obat. So sad and…pathetic. Dengan kondisi aku yang seperti itu, aku berusaha supaya suatu saat aku dewasa, aku bisa punya pekerjaan dengan income besar supaya aku gak lagi nyusahin siapa-siapa kalau penyakit aku lagi kambuh. Aku juga pingin bantu orang-orang yang sakit kayak aku. Udah setahun aku kuliah di PTN, tapi aku gak nemu pandangan buat masa depan aku. Then I tried to register to PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) yang tahun 2020 ini viral karena gak buka pendaftaran.Hasilnya…. I got it guys! Allah Maha Besar, Most Merciful… Aku seneng banget dan extremely grateful. Tahun ini aku InshaAllah bakal wisuda, mohon doanya ya supaya dilancarkan… Finally, aku punya kesempatan buat membalas jasa setiap orang yang udah baik dan nolongin aku selama aku sakit ataupun sehat. For those who are currently struggling through hard times, don’t be hesitate to tell your family, friends, and anyone whom you can trust to. Mereka yang bener-bener sayang dan setia sama kalian gak akan mengabaikan kalian begitu saja. Aku salah karena gak ngasih tau orang tua aku, tapi aku udah siap dengan segala risiko dan nyiapin semua hal untuk menghadapi konsekuensi yang mungkin terjadi. Whatever happens, you must get yourself ready for the worst possibility that may come! Good morning… May God bless you eternally.
-Girl from Somewhere-
 
2. Saya makin risih dengan teori-teori yang menyebut korona hanyalah bisnis RS/pemerintah. Kemarin siang saya menghubungi bulik yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Gimana tanggapannya tentang teori itu. Dia menjawab panjang lebar. Intinya, RS tempatnya bekerja justru kelimpungan. Banyak rekannya di-PHK, tunjangan ditiadakan, dana BPJS belum turun, gaji lembur/overtime gak ada, alkes selalu kurang. Benar-benar jadi curhat panjang. Saya sebetulnya bukan family person, tapi saat itu juga saya bilang bahwa cerita miliknya benar2 berarti. “Love you,” saya bilang. Mata saya langsung berair.
-Twitter @sintaskata-
3. Beberapa bulan yang lalu, aku ngebantuin temen buat nyusun daftar isi thesisnya. FYI, aku sama ni orang belum pernah ketemu. Kita kenal lewat grup film dan belum ngobrol banyak juga karena aku anak baru. Pas bantuin dia, aku sama sekali ga ngarepin apa-apa karena waktu itu juga kebetulan aku baru beres skripsian, jadinya ingatan belajar nyusun daftar isi dllnya masih fresh banget. Bulan lalu dia kelar sidang thesis dan setelahnya, dia ngechat ngabarin ttg thesisnya dan bilang makasih (lagi) karena aku udah bantuin dia. Eh tau-tau dia minta alamat, katanya mau ngirim sesuatu sebagai ucapan terimakasih. It really warms my heart. Dari yang iseng ngebantu, eh ternyata yang terbantu malah mengapresiasi lebih.♥️
-rain-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)

Catch Me Up! Recommendations

This book is really your guide for adulting. From setting up your personal financial plan to choosing the right pillow, this book has it all.