Perekonomian Pulih, Corona Updates, Jepang Banjir, Adopsi Anjing

88

When you’ve been missing some good news to start your day..

 

Kabar gembira, dari Bu Sri Mulyani
 
Pastinya bukan soal kulit manggis yang sekarang ada ekstraknya kan? 
Bukan guys, LOL. Jadi dalam keterangannya kemarin, Bu Ani menyampaikan berita baik bahwa ada tanda-tanda perekonomian Indonesia bakal pulih di kuartal III 2020, which is periode Juli – September.
Waah..really? 
Iya, jadi Bu Ani menjelaskan bahwa Kemenkeu melakukan penelitian yang sangat mendalam terkait pemulihan ekonomi ini, dan hasilnya, tren ‘perbaikan’ udah terlihat sejak Juni kemarin…
 
Go on…
Bu Ani kemudian menyebut bahwa saat ini, fokus pemerintah adalah ngejar supaya pemulihan ekonominya ini bener-bener terwujud, karena pada periode sebelumnya, khususnya April dan Mei, kondisi ekonomi berada dalam kondisi terburuk.
Dengan cara…
Yha salah satu caranya adalah dengan mempercepat penyaluran insentif dari pemerintah khususnya untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).  Hal ini karena emang banyak UMKM yang bangkrut gara-gara pandemi.
I see. Anything else?
Selanjutnya, Bu Ani juga menuturkan bahwa untuk tahun depan, kementeriannya memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen. Beliau mengharapkan, prediksi ini bisa menimbulkan “confidence” di masyarakat.

What’s asking for your attention?
My skripsi? well, in my defense…

BUKAN soal itu ah.
 
Terus soal apa?
Soal penyakit-penyakit kayak AIDS, TB aka tuberkolosis, sampe malaria.
 
Hah gimana?
Iya jadi secara fokus semua orang di dunia saat ini adalah untuk menangani Covid-19, maka diprediksi akan ada satu juta lebih tambahan kematian tahun ini yang disebabkan sama penyakit lainnya kayak AIDS, TB, dan malaria. Hal ini karena munculnya Covid-19 menyebabkan terganggunya akses layanan kesehatan untuk pencegahan maupun pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut.
Oh no…
Yep. Jadi dalam survei yang disampaikan dalam konferensi AIDS Society International kemarin, ditemukan bahwa dari 106 negara tempat surveinya dilakukan, telah terjadi gangguan akses kesehatan untuk pasien HIV sebesar 85%, pasien TBC sebesar 78%, dan pasien malaria sebesar 73%. Dari seluruh laporan ini, hampir 20% kasusnya merupakan kasus yang udah parah.
🙁
Selanjutnya terkait kondisi ini, WHO kemudian melakukan modelling lebih lanjut, dan hasilnya adalah bertambahnya angka kematian yang disebabkan oleh tiga penyakit tadi sebesar lebih dari satu juta jiwa. Jadi misalnya untuk kasus TB, dengan kondisi lockdown selama dua bulan, ditambah periode transisi selama dua bulan juga, penambahan kasusnya diprediksi bisa mencapai 1,8 juta kasus secara global.
 
Whoa…
Begitu juga dengan malaria yang tahun ini, diprediksi jumlah kematiannya bakal bertambah dua kali lipat, yaitu sebanyak 760ribu kematian. Hal ini disebabkan oleh para pasien yang nggak dapet akses perawatan maupun pengobatan gara-gara resources-nya para tenaga medis berfokus di Covid-19 semua, khususnya di negara-negara berekonomi lemah.
Yah terus gimana?
Saat ini sih Palang Merah Internasional udah melakukan berbagai kegiatan misalnya nganterin langsung obat-obatan dan jaring nyamuk ke rumah masing-masing warga. Kegiatan ini dilaksanakan di 30 negara dengan target penyaluran 250 juta jaring nyamuk di masyarakat. Meski begitu, kegiatan ini juga tantangannya banyak, salah satunya adalah terbatasnya tenaga dan APD buat petugas yang nganter-nganterin barang.
 
I see…
Nah FYI gengs, selain pengobatan penyakit, kegiatan imunisasi juga terganggu karena adanya Covid-19 ini. Jadi datanya WHO yang dirilis bulan Juni kemarin menemukan bahwa telah terjadi gangguan akses pada layanan imunisasi di 68 negara di seluruh dunia, yang berpengaruh terhadap 80 juta bayi di bawah umur satu tahun yang ada di negara-negara tersebut.

What’s making the headline in Japan?
The floods. 
Yep, weekend kemarin, beberapa wilayah di Jepang mengalami kebanjiran gara-gara hujan lebat dan tanah longsor.
 
Di mana?
Jepang. Adapun wilayah yang paling parah kena banjir adalah prefektur Kumamoto dan Kagoshima di Pulau Kyushu, Jepang Selatan. Sejauh ini, banjirnya diketahui telah menewaskan 18 orang dan 14 orang hilang.
HAH? Kok kayak di Jakarta aja?
Beda gengs, karena ini hujannya emang lebat banget dan saking lebatnya, sampe memecahkan rekor curah hujan tertinggi versi Japan’s Meteorological Agency aka BMKG-nya Jepang. Nah sebelum bencana banjir ini terjadi, Pihak BMKG juga udah mengimbau kepada 270 ribu orang warga di Pulau Kyushu untuk segera dievakuasi.
 
I see…terus hujannya udah reda sekarang?
Sampe kemarin sih hujannya masih lebat, hingga kemungkinannya banjirnya juga bakal terus meluas. Selain itu, di beberapa daerah yang hujannya udah reda, banyak masyarakat yang terisolir karena aksesnya tertutup akibat jembatan runtuh dan tanah longsor. Bahkan di satu kota, namanya Kota Yatsushiro, masyarakat bikin tanda SOS di lapangan sebuah sekolah sebagai kode untuk meminta bantuan kepada helikopter yang kebetulan lewat.
Ouch..is it that bad?
Iya. Selain itu terkait korban, secara hujannya juga masih turun, maka diprediksi jumlah korban yang meninggal bisa mencapai 40 orang. Hal ini karena salah satu bangunan yang rusak parah diterjang banjir adalah panti jompo, di mana 14 orang yang udah confirmed meninggal semuanya diketahui berasal dari panti jompo yang terletak di prefecture Kumamoto tersebut.
Well, how does the government react to this? 
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe sih kemudian langsung mengerahkan sekitar 10 ribu tentara yang tergabung di tim SAR (search and rescue) untuk melakukan proses evakuasi. Selain itu, pihak pemerintah daerah setempat juga turut menurunkan 40 ribu personil tambahan dari kepolisian.
I see…anything else? 
Badan meteorologi Jepang menyatakan bahwa kemungkinan besar hujan deras ini bakal lanjut terus sampe nanti sore. Karenanya, pihak pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi nggak wajib untuk sekitar setengah juta warga yang tinggal di Pulau Kyushu.

For when you want to adopt a dog, but your parents say no…
We have just the right excuse for you. 

Jadi dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Journal of Pediatric Research, ditemukan fakta bahwa memiliki anjing (atau kucing) bisa membantu meningkatkan perkembangan sosial dan emosional bagi anak-anak. Lebih jauh, penelitian ini juga menemukan bahwa keluarga yang punya hewan peliharaan memiliki kecenderungan untuk punya anak-anak yang lebih bisa bergaul, dibanding yang nggak. Selain itu, disebutkan juga bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa hewan peliharaan memiliki kecenderungan sebesar 30% lebih sulit bersosialisasi dibanding mereka yang dari kecil udah punya pets. Terakhir gengs, punya hewan peliharaan keluarga juga direkomendasikan banget, karena bakal mendorong kamu untuk lebih banyak begerak *walking your dogs, everyone?* dan hal ini bikin kamu lebih sehat secara fisik, serta menghindari obesitas.

“Saya malah belum mempelajari isinya apa,”

Kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pas ditanya soal kalung anti corona dari tumbuhan eucalyptus yang merupakan produk dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan). Pak Menkes bilang, yang penting mah tidur cukup, makan bergizi, olah raga, social distancing. Yakin deh, bakal baik-baik aja.
Now you know who’s not opening their “K4bineT jilid-2” group chat…

Angel’s Stories
1. Dulu sebelum mulai usaha, aku suka lihat website Kitabisa. Setiap lihat orang tua yang kesusahan, aku selalu mikir, “Gimana kalo itu orang tuaku ya?” Pas mulai usaha aku jadi ketagihan sedekah. Dari awalnya cuma sisihin uang jajan, sampe aku merasa kurang kalo sedekahku ga naik tingkatannya. Sampe suatu hari aku dapet rezeki dari penjualanku dan mikir, “Ya Allah, emang bisa ya seorang aku mempunyai rezeki sebanyak ini?” Aku takjub. Sekarang kalo temen bilang, “Kamu enak sih punya usaha ga kaya aku,” aku selalu tanya, “Udah sedekah belum?
-Kis, Jogja-
2. Ini bener-bener secret. Bingung harus cerita ke siapa, karena nanti jadinya riya. Jadi mending share di sini biar semua bisa ngikutin apa yang gue jalanin sekarang. Berawal dari tau info yang punya mesjid kubah mas itu selalu sisihin pendapatannya 50%, sampe akhirnya dia punya mesjid sebesar itu dan tetep dilakuin ampe sekarang. Gue sangat terinspirasi. Akhirnya 2015, awal gue kuliah semester 1, udah minta nyokap ngasih jajan bulanan dimana setengahnya dijadiin uang recehan 2000an. Jadi dulu jajan sebulan itu 800rb, 400rb nya uang receh 2000an, biar gue bisa bagi-bagi ke orang dijalan. Dan akhirnya ketika 2016 gue daftar kerja jadi ojek online, gue tetep lakuin itu karena gue sudah punya pendapatan lebih. Jadi hasil gue narik ditotal, dan 50% nya gue sedekahin. Ya udah, gue konsisten. Sampe akhirnya entah dari mana gue dapet kerjaan di Januari 2017. Kerjaannya itu jadi yang riset abang-abang ojol. Gue lakuin dari yang gue dapet cuma 100-200an perminggu, sampe dapet 800rb perminggu. Dan yang paling tinggi gue dapet 1,5-1,6 juta per minggu loh selama beberapa bulan. Dari gue riset cuma belasan orang, sampe pernah gue ngurusin 160an orang. Gue dapet kerjaan dari senior gue, yang dapet nomor gue gara-gara gue mahasiswa yg jadi ojek online. Gue konsisten sampai sekarang selalu sisihin pendapatan 50%. Selalu. Dari yang gue lakuin awal kuliah sampe sekarang udah 1 tahun lulus dan sudah jadi karyawan. Penghasilan gue perbulan sangat membanggakan. Gue bahagia karena gue sendiri telah membuktikan kalo sedekah emang cuma bikin tambah kaya bukan miskin.. Biar ada pesan moralnya, jangan lupa sedekah yaa?
-Investasi Dunia Akhirat-
2. Sepupuku abis kena pemberhentian kerja secara sepihak. Dia kerja sebagai kitchen crew di sebuah cafe. Gajinya belum dibayar dari sebelum puasa. Apalagi THR belum ada wujudnya. Dia dan rekan-rekan kerja lapor ke Disnaker, melakukan banyak mediasi sampai sekarang. Belum menemui titik terang. Tapi alhamdulillah dapat sembako dari Disnaker. Eh dia ikut kartu prakerja itu, akhir bulan lalu cair untuk yang kedua kalinya. Lucunya dia belikan ibunya wajan. Betapa bahagiannya ibunya karena wajan itu bisa dipake untuk berjualan online. Beberapa hari kemudian, dia keterima kerja kembali di cafe lain. 🙂
-sepupunya Dia, Balikpapan-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)