Pemberian Subsidi Listrik Dari Pemerintah, 5 Program Proritas Pemerintah Tahun 2021, Manfaat Tidur 8 Jam Sehari

27

Who’s about to get the much needed cut?

Sumber foto: kumparan.com

Wait, what cut?
Insentif, aka pengurangan tagihan, aka subsidi, aka…diskon…?
 
Whoaa who?

Pengusaha di sektor bisnis, industri dan sosial. Yep, jadi kemarin, pemerintah mengumumkan bahwa pihaknya udah nyiapin dana sebesar Rp 3 triliun yang akan dialokasikan untuk memberikan subsidi listrik buat para pengusaha tadi.

Go on.
Jadi menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu, keseluruhan sektor tadi bakal dapet insentif pengurangan tagihan listrik bakal berlaku mulai Juli sampai Desember 2020 nanti.
Why though? 
Corona, of course.  Kata Pak Febrio, konsumsi listrik itu identik sama adanya pertumbuhan produksi barang dan jasa.  Nah, kalau dilihat dari data konsumsi listrik bulan Juni kemarin, ternyata ada pertumbuhan positif di semua agen konsumen listrik.  Katanya, industri (pabrik-pabrik) punya 31,7 persen dari total konsumsi listrik, berarti ada peningkatan produksi barang dan jasa. Hal ini, menurut Pak Febrio, menandakan bahwa tanda pemulihan ekonomi.  Karenanya, para pengusaha ini ‘ditolong’ supaya pemulihan ekonomi bisa terus meningkat di tengah pandemi..
Oh I see..emang berapa insentifnya?
Kata Pak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, peringanan biaya listrik PLN itu sebesar 122 ribu sektor sosial, 330 ribu sektor bisnis,  dan 28 ribu pelanggan di sektor industri.  Biasanya setiap sektor itu bayar:
  • Rp 521,7 miliar (pelanggan sektor sosial)
  • Rp 2,37 triliun (pelanggan sektor bisnis)
  • Rp 2,7 triliun (pelanggan sektor industri)
Jadi, total yang harus setiap sektor harus bayar itu sekitar Rp 5,6 triliun.
So, what’s the total? 

Masih kata Pak Airlangga, kalau pelanggan membayar sesuai sama penggunaanya, mereka cuma perlu bayar:

  • Rp235,8 miliar (sektor sosial)
  • Rp1,69 triliun (sektor usaha)
  • Rp1,3 triliun (sektor industri)

Jadi, total tagihan yang dibayarin sama pemerintah itu Rp 3 triliun.

Cuma buat pengusaha aja?
Kali ini, iya.  But, sebenernya pemerintah juga ngasih subsidi listrik ke masyarakat berpenghasilan rendah, berupa diskon.  Diskon ini juga bakal berlalu sampai akhir Desember nanti.

Who’s setting up their priority list?

Sumber foto: katadata.co.id
Who?
The government. Jadi kemarin, Pak Presiden Joko Widodo baru aja menyatakan bahwa bakal ada lima program prioritas di tahun 2021 nanti.
Really? Apa aja? 

Jadinya sih yang pasti untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, pemerintah bakal fokus ke lima program, which are: 

  • Reformasi Pangan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Percepatan transformasi digital
  • Energi.

Okay…go on.. 

Nah, untuk ngedukung berjalannya program prioritas di atas, Pemerintah memutuskan untuk memperlebar defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2021 jadi 5,2% dari PDB (Produk Domestik Bruto). Hal ini beda sama anggaran defisit yang udah disepakati sama Pemerintah dan DPR, yaitu 3,21% – 4,17%.
 
Gue tahunya yang bisa melebar itu badan. 
HAHAHA ok good one. Jadi a little background here, defisit anggaran itu adalah ketika ketika biaya pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan suatu negara.  Nah, secara sekarang lagi corona, otomatis pendapatan negara turun, jadi kalo program pemerintah mau tetap jalan, maka angka defisitnya yang harus diperlebar.  Biasanya, defisit APBN terjadi kalo pemerintah minjem uang dari Bank Indonesia (Bank sentral) atau mencetak uang baru untuk program-programnya.
I see…terus gimana? 
Yaudah, dengan melebarnya defisit anggaran ini, maka pemerintah punya cadangan belanja sebanyak Rp 179 triliun yang bakal dipake untuk membiayai lima program prioritas di atas tadi. Kata Menkeu Ibu Sri Mulyani, kebijakan ini diambil untuk betul-betul mendukung pemulihan ekonomi nasional.
 
OK. Anything else?
Well, according to the study from Bappenas, diprediksi bahwa di tahun 2021 nanti, bakal ada 12,7 juta pengangguran gara-gara covid-19.  Pak Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa juga bilang kalau ada penambahan pengangguran sekitar 4 – 5,5 juta orang di tahun 2020 ini gengs.

Who’s singing “I wannna be a billionaire…”

Sumber foto: helpguide.org
Bruno Mars?
100 percent. Tapi kali ini kita bukan lagi mau ngomongin Bruno Mars, tapi yhaa orang tajir aja. Gini, jadi kan emang orang tajir biasanya punya baju, kendaraan, rumah, perhiasan yang lebih baik daripada punya orang pada umumnya, tapi in addition, mereka juga punya tidur yang lebih baik. Hal ini keliatan dari hasil surveinya US CDC yang menunjukkan bahwa hanya ada 55% orang berekonomi di bawah garis kemiskinan yang bisa tidur selama tujuh sampe delapan jam per hari. Nah, angka ini meningkat sampe 66,6% pada orang yang punya penghasilan 400% di atas penghasilannya si kelompok pertama tadi. Padahal, tidur selama tujuh sampe delapan jam itu penting banget buat orang demi hidup sehat dan menghindari berbagai macam penyakit kayak jantung atau diabetes. FYI, peneliti soal tidur, Dr. Neil Kline dari American Sleep Association menyebut bahwa yhaa mungkin banget orang tajir bisa tidur lebih baik karena mereka juga punya kemungkinan untuk bisa tinggal di daerah yang lebih sepi, tenang, tempat tidur yang lebih nyaman, ruangan yang soundproof, sampe akses ke dokter kalo mereka mengalami gangguan tidur. Hmmmm menarique…

“Really ridiculous, illegal, and, of course, very unfair!”

Gitu isi twitnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin, yang meluapkan ke-bete-annya gara-gara merasa trending topic di Twitter sering bahas soal hal-hal negatif terkait kepemimpinannya. Hal ini kemudian “dibalas” netizen dengan hashtag #TrumpleThinSkin dan #ThePresidentIsACrybaby yang langsung trending di Amerika Serikat. Whoaaa
 
When your friends use too many filters on their selfies…

Angel’s stories

1. Happy morning gaes.. Aku mau cerita. Ini kejadian pas abis Lebaran kemarin. Kan duit uda tiris-tirisnya ni, eh tau-tau nyokap manggil tukang tanaman trus mau re-decor pot2 tanamannya. Nyokap bilang, “Patungan yuk ka sama mama, mama kan dapet HR dari kaka juga kemarin.” Aku bilang, “Udah ndausah ma kaka aja yg bayarin.” Beliau makin happy dong, padahal duit pegangan tinggal 500rb. Ternyata untuk re-decor-nya habis 300rb. Aku cuma berdoa dalam hati, “Ndapapa deh, ini kan buat nyengengin orang tua dalam hal apapun.” Surprisingly, dua hari kemudian aku dapat telefon dari saudara ku katanya dia habis dapat rezeki, trus mau bayar hutang dia yang udah dari dua tahun lalu yang memang aku sudah ikhlaskan karena niat membantu. Apakah teman-teman tau nominalnya berapa? 10x lipat dari uang yang aku keluarkan untuk membayar re-decor pot tanaman mama. Alhamdulillah wa syukurillah banget yaa..
-Princess-
2. Jadi malem-malem nih aku dengerin lagunya Feby Putri yang judulnya “Halu” sambil baca-baca komennya dong yang berisi curhatan rasanya kehilangan orang yang dicintai. Saat baca aku sambil ngebayangin dan inget sama almarhum ayah. Aku sadar ternyata aku gak sendiri dalam kehilangan. Di luar sana banyak banget orang yang rasain gitu. Untuk kalian yang kehilangan seseorang yang dicinta please banget gapapa karena itu buat kalian menjadi semakin tegar👌.
-An-
 
3. Aku harus ke dokter buat kontrol sakit paru-paruku. Di ruangan kontrol banyak banget orang tua yang juga kontrol, Aku pun nunggu dibagian luar rumah sakit. Lalu tiba-tiba ada bapak tua yang juga nunggu di luar duduk di sebelah kursiku. Tak sengaja aku lihat bapak tua itu memakai masker sekali pakai namun dengan kondisi yang sudah tidak layak, mungkin sudah lebih dari sekali pakai. Ku ingin memberi masker baru ke bapak itu, tapi aku hanya membawa satu masker di hari itu. Sedih sekali rasanya karena tak bisa berbuat apa-apa. Yaa sejak saat itu aku sadar pentingnya membawa masker lebih selain untukku dan juga untuk orang lain yang ada di sekitarku. Stay safe everyone, get well soon for those who still need to go to hospital for treatment. We can do it. Don’t be sad. We will recover.
-Kepulauan Riau-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)

Catch Me Up! Recommendations

If you have little cousins or kids, explaining about Covid-19 could be… quite a challenge. So let’s just let sesame street take over the job.