Kerjasama ASEAN Australia

68

Who’s just shaking hands…virtually?

ASEAN Countries and Australia.

On what?
On agreeing to handle the Covid-19 together. Jadi kemarin sore, para menteri luar negeri negara-negara ASEAN dan Australia baru aja meeting untuk membahas soal upaya bersama antara kedua belah pihak dalam merespons situasi darurat kesehatan dan pemulihan pasca wabah Covid-19.

Tell me more. 
Got it. Jadi dalam meeting yang digelar secara virtual itu, Bu Menlu Retno Marsudi menyampaikan supaya negara-negara ASEAN dan Australia menjalin kerja sama yang lebih erat, terutama dalam pemulihan pasca pandemi. Selain itu, beliau juga menyampaikan pentingnya peningkatan kerja sama atas tiga hal, yaitu penemuan obat dan vaksin, kerja sama antar kawasan, dan kerja sama penanganan kejahatan lintas negara.
 
I feel like taking an IR class…
Great. Let’s see if you like it. Anyway jadi dalam hal vaksin, Bu Retno bilang bahwa Indonesia turut mensponsori resolusi di World Health Assembly (WHA) yang berkomitmen untuk penemuan vaksin yang efektif dan murah. Terus dalam meeting itu, Bu Retno juga bilang bahwa Indonesia udah setuju untuk menampung pengungsi Rohingya secara sementara.
Rohingya?
Iya, pengungsi yang dari Myanmar ituloh. Jadi kata Bu Retno, prioritas kita saat ini adalah untuk ngebalikin para pengungsi ke negaranya aka Myanmar dengan aman dan bermartabat. Makanya, kondisi di Rakhine State, nama daerah tempat para pengungsi ini berasal, harus buru-buru kembali kondusif.
 
I see, anything else?
Selain meeting sama Australia, sejak awal munculnya pandemi Covid-19, para Menlu ASEAN juga udah melakukan pertemuan dengan empat mitra dialog lainnya. Keempat mitra ini adalah ASEAN-RRT (Republik Rakyat Tiongkok), ASEAN-Amerika Serikat, ASEAN-Rusia, dan ASEAN-Australia.
 
Now you know who signs in more often to their Zoom accounts other than your boss.