Ibadah Haji Berjalan Ditengah Pandemi

18

For when you sing “everything has changed” too often this year…

Sumber foto: AP
Add “hajj season” to your list.
Yep, in case you haven’t noticed, minggu lalu, musim haji udah dimulai. Tapi unlike any other year, tahun ini nggak ada keluarga yang rame-rame nganterin calhaj ke bandara. Gaada live report dari tanah suci, gaada tetangga kamu yang bagi-bagi berkat abis syukuran sebelum berangkat…
 
Because everything has changed?
Yep, and needless to say, everything because of corona. Jadi tahun ini, karena adanya Covid-19, perjalanan haji dari seluruh dunia technically cancelled. 
Reallllly?
Yoyoy. Jadi emang sejak sebelum musim haji dimulai, Arab Saudi udah mengeluarkan aturan bahwa haji tahun ini cuma boleh diikuti oleh seribu orang, dan semuanya harus yang udah tinggal di Arab Saudi. Meaning, gaada calhaj yang dateng dari luar negeri boleh ikutan.
Emang biasanya yang naik haji ada berapa orang dalam setahun?
Banyak gengs, bisa nyampe 2,5 juta orang jemaah dari seluruh dunia.
Whoaaa…
Nah, selain jumlah jemaahnya yang dikurangi secara drastis, praktek pelaksanaan hajinya juga berubah banget gengs. Jadi selama ibadah, para calhaj ini harus pake masker. Terus salam melakukan ritual kayak salat maupun mengelilingi Ka’bah, mereka harus melakukan social distancing. Terus juga untuk bisa minum air zamzam yang biasanya bisa diambil sendiri sama jemaah dari sumbernya, kini udah dimasukin botol terlebih dahulu, baru dibagiin ke jemaah.
And the list still goes on?
Yep, gaboleh sharing sejadah, gaboleh nyium hajar aswad (batu hitam yang ada di Ka’bah), sampe wajib karantina tiap abis melakukan kegiatan ibadah.
 
I see… anything else?
Well, selain perubahan-perubahan tadi, haji tahun ini juga gaboleh diliput media. Instead, pemerintah Arab Saudi menyiarkan langsung liputan kegiatan ibadah haji yang menunjukkan para jemaah tengah melakukan kegiatan ibadah haji dengan cara “new normal”.