Demo Pekerja Tempat Hiburan DKI Jakarta

27

For when you’ve been “closed for business” for too long…

Sumber foto: gomontreal.com

Meet, sekelompok pegawai dan pemilik tempat hiburan malam yang kemarin baru aja menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta.

 Demonstrasi soal?
Soal bisnis mereka yang yang ditutup. Jadi dalam aksinya itu, para pengusaha dan pegawai ini mendesak biar Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan membuka kembali tempat-tempat hiburan malam di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
 
Whoaaa tell me more!
OK. Jadi menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani, pemerintah selama ini nggak pernah memberikan solusi yang jelas soal usaha hiburan di tengah pandemi kayak sekarang. Padahal, masih kata Hana,  pengusaha dan karyawan di tempat-tempat hiburan ini udah siap dan proaktif banget dalam menjalankan protokol yang udah ada dan disepakati.
 
Go on…
Masih menurut Hana, Hingga saat ini, belum ada keputusan dari pemerintah untuk membuka kembali tempat hiburan malam yang tutup gara-gara Covid-19. Selain itu, pihak pemerintah juga nggak pernah ada diskusi sama para pengusaha untuk mencari solusinya gimana.
 
Terus kata pemerintah apa?
Jadi kalo kata Dinas Pariwisata DKI Jakarta sih emang tempat-tempat hiburan malam di ibu kota masih belum diizinin untuk beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Yhaaa ada kelonggaran sih, kalo tempat hiburan malamnya punya restoran, ya boleh buka, tapi karaoke, live music dan bar-nya belum boleh beroperasi.
 
Kenapa?
Karena khawatir bikin pengunjung betah berlama-lama hingga memungkinkan terjadinya penyebaran virus Covid-19. FYI gengs, saat ini rasio positif atau positivity rate Covid-19 di Jakarta masih ada di angka 5,6 persen. Angka segini masih belum aman kalo merujuk ke standar WHO yang sebesar 5 persen.
 
I see…anything else now?
Well, it is a complicated situation for the industry of course, karena mereka udah tutup selama berbulan-bulan. Akibatnya, banyak karyawan tempat hiburan malam yang sama sekali nggak punya penghasilan dan pengusahanya gulung tikar. Meanwhile, para ahli epidemiologi mengingatkan pemerintah untuk jangan buru-buru membuka kembali tempat hiburan malam, mengingat angka penularan Covid-19 yang masih tinggi di ibu kota.