Dampak Korona & Pariwisata

55

Who’s putting up the “closed” sign?

Sumber foto: Pagtour.com

Sekitar 10 ribu lebih perusahaan di bidang pariwisata.

 
Eh?
Iya, jadi dalam keterangan yang disampaikan sama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kemarin, diketahui bahwa ada lebih dari 10 ribu perusahaan pariwisata yang tutup sebagai efek dari Covid-19.
 
Whoaa we’re talking about how many hotels and restaurants?
Rinciannya, adalah lebih dari 2000 hotel, dan lebih dari 8000 restoran yang udah tutup.
 
OMG…
Yep, lebih jauh Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyebut bahwa penutupan ini menyebabkan perusahaan kehilangan potensi pendapatan. Itung-itungannya sih, potensi pendapatan untuk sektor perhotelan yang ilang dari Januari-April adalah sebesar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun.
 
Go on.
FYI gengs, bukan cuma hotel dan restoran aja yang terpaksa tutup gara-gara pandemi, tapi maskapai penerbangan juga. Masih menurut PHRI, pandemi virus corona juga menyebabkan perusahaan penerbangan banyak yang mem-PHK karyawannya. Adapun jumlah karyawan yang di-PHK adalah sebanyak 30-40 persen dari total semuanya.
 
Terus katanya biro perjalanan wisata juga kena yah?
Kena banget. Jadi kayak biro wisata untuk umroh, wisata ke luar negeri, wisata dalam negeri, sampe biro-biro wisata untuk meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) serta ticketing juga mengalami kerugian sampe ratusan juta USD, dan terancam gulung tikar.
 
Well, can the government do something about it?
Yep, menurut ASITA, yang merupakan asosiasi yang dari perusahaan-perusahaan travel, dibutuhkan berbagai aturan supaya industri di sektor ini nggak bangkrut akibat pandemi virus corona. Adapun salah satu yang dibutuhkan, misalnya, protokol kesehatan covid-19 yang bisa diterapkan dan nggak membebani perusahaan.