Corona Updates: 7 Juli 2020

66
What’s asking for your attention?

My skripsi? well, in my defense…

BUKAN soal itu ah.
 
Terus soal apa?
Soal penyakit-penyakit kayak AIDS, TB aka tuberkolosis, sampe malaria.
 
Hah gimana?
Iya jadi secara fokus semua orang di dunia saat ini adalah untuk menangani Covid-19, maka diprediksi akan ada satu juta lebih tambahan kematian tahun ini yang disebabkan sama penyakit lainnya kayak AIDS, TB, dan malaria. Hal ini karena munculnya Covid-19 menyebabkan terganggunya akses layanan kesehatan untuk pencegahan maupun pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut.
Oh no…
Yep. Jadi dalam survei yang disampaikan dalam konferensi AIDS Society International kemarin, ditemukan bahwa dari 106 negara tempat surveinya dilakukan, telah terjadi gangguan akses kesehatan untuk pasien HIV sebesar 85%, pasien TBC sebesar 78%, dan pasien malaria sebesar 73%. Dari seluruh laporan ini, hampir 20% kasusnya merupakan kasus yang udah parah.
🙁
Selanjutnya terkait kondisi ini, WHO kemudian melakukan modelling lebih lanjut, dan hasilnya adalah bertambahnya angka kematian yang disebabkan oleh tiga penyakit tadi sebesar lebih dari satu juta jiwa. Jadi misalnya untuk kasus TB, dengan kondisi lockdown selama dua bulan, ditambah periode transisi selama dua bulan juga, penambahan kasusnya diprediksi bisa mencapai 1,8 juta kasus secara global.
 
Whoa…
Begitu juga dengan malaria yang tahun ini, diprediksi jumlah kematiannya bakal bertambah dua kali lipat, yaitu sebanyak 760ribu kematian. Hal ini disebabkan oleh para pasien yang nggak dapet akses perawatan maupun pengobatan gara-gara resources-nya para tenaga medis berfokus di Covid-19 semua, khususnya di negara-negara berekonomi lemah.
Yah terus gimana?
Saat ini sih Palang Merah Internasional udah melakukan berbagai kegiatan misalnya nganterin langsung obat-obatan dan jaring nyamuk ke rumah masing-masing warga. Kegiatan ini dilaksanakan di 30 negara dengan target penyaluran 250 juta jaring nyamuk di masyarakat. Meski begitu, kegiatan ini juga tantangannya banyak, salah satunya adalah terbatasnya tenaga dan APD buat petugas yang nganter-nganterin barang.
 
I see…
Nah FYI gengs, selain pengobatan penyakit, kegiatan imunisasi juga terganggu karena adanya Covid-19 ini. Jadi datanya WHO yang dirilis bulan Juni kemarin menemukan bahwa telah terjadi gangguan akses pada layanan imunisasi di 68 negara di seluruh dunia, yang berpengaruh terhadap 80 juta bayi di bawah umur satu tahun yang ada di negara-negara tersebut.