Corona Updates 15 Juli 2020, Bencana Banjir China, COVID Party

65

For when you’ve been learning new vocabulary for your TOEFL test…

Sumber foto: cnnindonesia.com
Just like all of us.
Tapi bukan vocab baru buat tes TOEFL, melainkan istilah-istilah  baru dalam virus Covid-19.
 
Explain.
OK. Jadi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto baru aja menghapus istilah-istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG).
 
Terus…

Terus ya diganti namanya jadi kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, dan kontak erat.  Hal ini diatur dalam aturan Keputusan Menteri Kesehatan yang baru aja ditandatangani pada Hari Senin (13/7) kemarin. In a nutshell, perubahannya adalah:

  • PDP jadi kasus suspek
  • ODP jadi kontak erat
  • OTG jadi kasus konfirmasi tanpa gejala.

I believe there’s more…

Smart cookie. Yep, ada juga…
  • Kasus suspek:  orang yang punya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan dalam 14 hari terakhir pergi ke daerah dengan transmisi lokal; atau sempat kontak dengan kasus konfirmasi (probable) covid-19.

  • Kasus probable:  suspek yang punya ISPA berat, dan meninggal dengan gambaran klinis kalau positif corona, tapi belum ada hasil pemeriksaan rapid test dan PCR. Kasus konfirmasi:  kasus dimana seseorang dinyatakan positif corona dengan bukti hasil RT-PCR.  Kasus ini dibagi jadi dua:  kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

  • Kontak Erat:  orang yang pernah ketemu/kontak dengan kasus probable atau konfirmasi covid-19.  Kontak itu maksudnya tatap muka dalam radius 1 meter, jangka waktu 15 menit atau lebih, atau sentuhan fisik.

  • Pelaku Perjalanan:  orang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri dalam 14 hari terakhir.

  • Discarded:  Pasien sembuh.  Jika orang dengan kasus suspek, setelah pemeriksaan RT-PCR dinyatakan negatif dua kali berturut-turut dalam 24 jam.  Istilah discarded ini juga berlaku bagi orang-orang dengan status kontak erat yang udah mengkarantina dirinya sendiri selama 14 hari.
Hmmm..that’s a lot to remember..anything else? 
Menurut Kepala Departemen Epidemiologi UI, pergantian istilah ini dampaknya cuma ke data kasus ODP dan PDP yang selama ini dipisah. Sekarang, kasus ODP dan PDP dijadiin satu, jadi kasus suspek.

Who’s putting up the “closed” sign?

Sumber foto: Pagtour.com

Sekitar 10 ribu lebih perusahaan di bidang pariwisata.

 
Eh?
Iya, jadi dalam keterangan yang disampaikan sama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kemarin, diketahui bahwa ada lebih dari 10 ribu perusahaan pariwisata yang tutup sebagai efek dari Covid-19.
 
Whoaa we’re talking about how many hotels and restaurants?
Rinciannya, adalah lebih dari 2000 hotel, dan lebih dari 8000 restoran yang udah tutup.
 
OMG…
Yep, lebih jauh Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyebut bahwa penutupan ini menyebabkan perusahaan kehilangan potensi pendapatan. Itung-itungannya sih, potensi pendapatan untuk sektor perhotelan yang ilang dari Januari-April adalah sebesar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun.
 
Go on.
FYI gengs, bukan cuma hotel dan restoran aja yang terpaksa tutup gara-gara pandemi, tapi maskapai penerbangan juga. Masih menurut PHRI, pandemi virus corona juga menyebabkan perusahaan penerbangan banyak yang mem-PHK karyawannya. Adapun jumlah karyawan yang di-PHK adalah sebanyak 30-40 persen dari total semuanya.
 
Terus katanya biro perjalanan wisata juga kena yah?
Kena banget. Jadi kayak biro wisata untuk umroh, wisata ke luar negeri, wisata dalam negeri, sampe biro-biro wisata untuk meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) serta ticketing juga mengalami kerugian sampe ratusan juta USD, dan terancam gulung tikar.
 
Well, can the government do something about it?
Yep, menurut ASITA, yang merupakan asosiasi yang dari perusahaan-perusahaan travel, dibutuhkan berbagai aturan supaya industri di sektor ini nggak bangkrut akibat pandemi virus corona. Adapun salah satu yang dibutuhkan, misalnya, protokol kesehatan covid-19 yang bisa diterapkan dan nggak membebani perusahaan.

Who’s singing “I got 99 problems…”?

Sumber foto: cnn.com
Yep, belum selesai menangani virus Covid-19, China udah menghadapi tantangan baru: banjir.
Hah iya?
Yep. Tercatat bahwa sejak bulan Juni lalu, udah ada 38 juta orang yang terdampak banjir di China. Akibat bencana ini, setidaknya 2,24 juta warga harus mengungsi, dan 141 orang meninggal atau hilang. Banjir ini juga disebut yang terburuk dalam satu dekade terakhir yang pernah terjadi di negeri Tirai Bambu itu.
 
Ouch…
Terkait bencana ini, Hari Minggu lalu, pemerintah China kemudian menaikkan tingkat waspada nasional banjir-nya ke level kedua tertinggi dalam sistem tanggap darurat.
Emang banjirnya di mana aja? 
Menurut data dari pemerintah, 27 dari 31 (!!!!) provinsi regional yang ada di mainland China kena banjir. Selain itu, ada 443 aliran sungai di China yang meluap, dan 33 di antaranya meluap parah banget. Rata-rata sungainya berada di provinsi-provinsi bagian tengah China, khususnya di aliran sungai Yangtze. FYI, sungai ini merupakan yang terpanjang dan sangat penting di China, karena berfungsi sebagai irigasi di berbagai pertanian.
Bentar, tapi kok bisa parah gini meluapnya?
Hal ini karena diketahui juga, bahwa di tahun ini *looking at you, 2020* hujan di musim panas datengnya lebih cepat dan lebih deras dari biasanya. Terakhir kali Sungai Yangtze menampung curah hujan yang lebat banget kayak sekarang itu terjadi di tahun 1961.  Nah, curah hujan yang lebat banget ini yang bikin sulit mengontrol banjirnya.
I see, terus dampaknya gimana? 
Parah sih. Ada 8,72 juta hektar pertanian yang kena banjir, 28.000 rumah yang hancur, dan beberapa kasus dimana desa/kotanya tenggelam. Menurut Kantor Berita Negara China Xinhua, banjir ini mengakibatkan kerugian ekonomi negara sebanyak 82,23 milyar yuan ($11,75 milyar).
WHOAAA
FYI di Provinsi Hubei yang ibu kotanya Wuhan (iya, iya, yang juga episentrum awal corona kemaren), diketahui bahwa curah hujannya terbanyak hingga memecahkan rekor dan menyebabkan banjir dan tanah longsor.  Per Kamis (9/7) kemarin, ada 9 juta warga yang terdampak di provinsi tersebut.
Terus sekarang gimana? 
Menurut BMKG-nya China sih, bencana banjir ini diprediksi bakal terus berlanjut mengingat hujan lebat bakal terus turun. Kali ini, ada lima provinsi yangharus siap-siap, yakni  Sichuan, Hubei, Anhui, Jiangsu dan Zhejiang.
 
Well, does the government say anything about this?
Yep, Presiden China Xi Jinping beberapa waktu lalu menyebut bahwa situasi banjir ini suram banget, dan dibutuhkan langkah-langkah efektif untuk melindungi masyarakat dan aset yang ada. FYI, bencana banjir ini tentunya menyebabkan pemulihan ekonomi pasca Covid-19 makin sulit bagi China, yang pada kuarter pertama ini, GDP-nya menurun drastis hingga 6,8%.
 
2020, we need to talk…

When someone invites you to attend a covid party…

Sumber foto: nytimes.com
JANGAN DATENG ya gengs.
Pokoknya inget aja kata Dua Lipa, “Don’t show up, don’t come out,” kalo lagi begini ghosting aja gpp HEEE, atau kalau enggak, nanti kejadiannya kayak yang baru-baru ini terjadi di San Antonio, Texas. Jadi di sana ada seorang laki-laki berumur 30 tahun yang baru aja meninggal gara-gara menghadiri covid party. Jadi dalam pesta itu, orang-orang dateng berpesta sama orang yang diketahui udah positif kena Covid-19 dengan tujuan emang sengaja biar tertular. Nah, abis menghadiri pesta ini, lima hari kemudian laki-laki itu sakit dan diketahui telah terinfeksi virus Covid-19. Menurut Walikota San Antonio, Ron Nirenberg, pesta semacam ini juga terjadi di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, simply karena mereka sering mendengar politisi bilang Covid-19 ini hoax, dan mereka percaya. FYI, Di awal bulan Juli, anak muda di Alabama juga bikin covid parties, bahkan sampai bikin kompetisi.  Jadi kompetisinya itu siapa yang pertama terinfeksi covid di pesta tersebut, bakal dapet uang.
Iya, sama speechless juga. 

“Saya sarankan agar ada imbauan khotbahnya pendek saja agar tetap khusyuk.”

Gitu kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ketika nyaranin agar khatib isi khotbah saat salat Iduladha secara singkat aja, di tengah pandemi virus corona.  Hal ini tentunya untuk menghindari terjadinya penularan virus ketika sholat berjamaah.

 
Yhaaa lebaran new normal lagi…

Angel’s Stories

1. Assalamualaikum, selamat malam Catch Me Up Indonesia:) Tonight, I’m going to write an Angel’s Story. Jadi aku punya teman SMA, I called her Cajadi. Ca ini memiliki kebiasaan yang Masya Allah banget. Dia sekarang bekerja di salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Nah, terhitung sejak Bulan Ramadhan kemarin, dia membelanjakan sebagian besar penghasilannya untuk masker kain dan bahan sembako. Sungguh luar biasa, dia memiliki kebiasaan menaruh beberapa bungkus sembako di dalam mobil, yang nantinya saat di jalan melihat orang yang membutuhkan maka dia akan membagikannya kepada mereka, dan insya Allah itu berlangsung sampai sekarang. Masya Allah banget, indahnya berbagi. I pray that 2020 will still be a good time for us 🙂 terimakasih Catch Me Up Indo 🙂
-Elsa-Gresik-
2. Halo CMU, Thanks udah share tentang event donor darah minggu lalu. I really went there on Saturday & berhasil donor. Seneng ternyata banyak yang rela datang juga buat donor darah di tengah menipisnya stok PMI untuk kebutuhan darah. Buat teman-teman jangan ragu donor darah juga ya kalau sempat.
-Adin-
3. Mamaku suka banget berbagi sama orang di sekitar yang kesulitan. Jadi dari dulu aku berangkat sekolah/kuliah sampe aku kerja sekarang dia selalu kasih tip buat ojek yg anterin aku, dan buat kurir paket yang datang ke rumah. Setiap Lebaran dia juga beli kaleng-kaleng biskuit buat dibagi ke tukang sampah, tukang listrik dan PAM, sama tukang barang bekas yang datang ke rumah. Terus kita uda beberapa kali dapet bantuan sembako dari pemerintah, tapi bantuan itu mamaku kasihin buat abang2 ojek, kurir paket, dan tukang barang bekas yg dtg ke rumah (karena kita sekarang sering beli barang/makanan online jadi banyak kurir/ojol yang datang). Menurut kami, beras, mi instan, sarden yang dikasih presiden dan pemerintah daerah itu lebih diperlukan oleh mereka. Yuk berbagi 🙂
-Anonymous-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)