Penelitian Masker, Sektor Pendidikan Di Rumah Dulu, Jakarta Bebas Plastik, Perempuan Pertama ke dasar laut

82

Hi, good morning.

In case you forgot what day is today, it’s Thursday. And tomorrow we will turn one. We’re soo excited to *virtually* blow candles, and we want you to be a part of it. Tell us what you love about Catch Me Up! on our social media Twitter and Instagram and get a chance to win our cool merch (t-shirts, tumblers, tote bags, your choice!). Go, go, go!


For when the “new normal” is rolling and you’re already back to work..

Gambar: kompas.com

Wear. Your. Mask.
Yep, we might sound a lot like a broken record right now but really, pake masker pas keluar rumah itu penting banget, gengs.

Dude, tell me something I don’t know.
OK. Jadi dalam hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Britain’s Cambridge dan Greenwich Universities, ditemukan bahwa penggunaan masker di ruang publik bisa menghindari risiko terjadinya penularan second wave Covid-19 di masyarakat. Iya, sesakti itu.

WOW.
We know, rite? Jadi dalam penelitian tadi disebutkan bahwa kebijakan lockdown aja nggak cukup untuk menghindari penularan Covid-19. Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk pake masker, dan emang terbukti bahwa pake masker ini bisa menurunkan resiko penyebaran Covid-19 secara signifikan.

Wait, what kind of masks are we talking about?
Any mask would do. Bahkan masker kain juga ampuh kok, guys!

OK, lanjut…
Nah, menurut para peneliti, kalo emang mau membuka ekonomi kembali, maka langkah yang “acceptable” yang bisa dilakukan adalah dengan penggunaan masker di masyarakat dan praktek physical distancing yang disiplin. Yhaaa sambil nunggu vaksin.

I see…
Nah, hasil penelitian ini juga sejalan dengan pedoman WHO (World Health Organization) yang baru aja di-update minggu lalu. Dalam versi barunya ini, WHO merekomendasikan negara-negara untuk menganjurkan pemakaian masker di ruang publik demi menghindari penularan Covid-19. Padahal sebelumnya, WHO bilang yang perlu make masker cuma yang sakit dan yang emang beneran positif tertular Covid-19.

OK. I’ll buy new masks that will match my outfit. 
Great. Now other than wearing your masks, kemarin Dokter Reisa dari tim penanganan Covid-19 pemerintah RI juga bilang bahwa social distancing bisa menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85 persen. Dalam jurnal ilmiah yang dikutip Bu Dokter, disebutkan bahwa jarak aman untuk physical distancing adalah satu meter. Selain itu, beliau juga ngingetin kita untuk selalu menghindari megang benda-benda di fasilitas umum, rajin cuci tangan, dan jangan makan minum di kendaraan umum. Bhaique.


Who’s staying at home longer than your introvert-self?

Gambar: cnnindonesia.com

Who?
School kids.

Why?
Ya, karena Covid-19. Apa lagi donk? Jadi dalam keterangannya kemarin, Kepala BNPB Pak Doni Monardo bilang bahwa pendidikan kemungkinan bakal jadi sektor terakhir yang dibuka. Alasannya, karena sektor ini berisiko tinggi terkait penularan.

Hah, ciyus? Bukannya bentar lagi tahun ajaran baru?
Ya, kalo ajaran barunya sih tetep dimulai pada 13 Juli 2020 nanti. Namun bedanya, sebagian besar sekolah bakal tetap memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Metode belajarnya juga akan tergantung perkembangan kondisi di daerah masing-masing.

Terus, terus…
Kata Kemendikbud, untuk menunjang pembelajaran jarak jauh ini, pihaknya udah merekomendasikan 23 halaman yang bisa dipake peserta didik sebagai sumber belajar selama belajar jarak jauh. Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan berbagai program belajar dari rumah yang udah disediakan Kemendikbud di TVRI, radio, maupun yang berupa modul belajar mandiri.

Wait, tapi katanya sekolah yang di zona hijau udah boleh buka?
Nggak juga sih. Jadi masih menurut Kemendikbud, maskipun di zona hijau, bukan berarti sekolah bakal secara otomatis dibuka. Harus ada izin dan prosedur ketat yang harus dilewati dan teteup aja, dari pemerintah sih prioritasnya untuk tetep belajar jarak jauh. Yang pasti sih, kata Kemendikbud, prioritas utama tetep pada keselamatan murid dan guru.

Terus, ada yang komentar nggak?
Ada. Jadi kalo menurut Ikatan Guru Indonesia (IGI) sih, kalo emang sekolah mau dibuka lagi, maka jadwal masuk sekolahnya dikurangi jadi dua kali seminggu aja. Selain itu, durasi belajar juga cukup selama empat jam aja para murid ada di sekolah.

OK. anything else?
FYI gengs, data terakhir dari Kemenkes per 22 Mei lalu menunjukkan bahwa total pasien terkait Covid-19 yang berusia di bawah 18 tahun mencapai 19.196. Rinciannya, 954 OTG (Orang Tanpa Gejala), 10.375 ODP (Orang Dalam Pemantauan), 7.152 PDP (Pasien dalam Pengawasan), dan 715 terkonfirmasi positif. Karena itu, IDAI minta pemerintah bikin kebijakan supaya anak-anak pada sekolah jarak jauh atau belajar di rumah dulu aja.


Who’s just showing the earth some love?

DKI Jakarta.

What kind of love?
The no plastic club. Jadi fix mulai Juli nanti, aturan yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di ibu kota bakal resmi berlaku.

Whoaaa…
Right. Jadi dalam aturannya, Pemprov DKI Jakarta bakal mewajibkan pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, hingga pasar rakyat untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan dan melarang penggunaan plastik sekali pakai.

Terus, terus…
Ya terus digantinya sama bungkusan yang lebih ramah lingkungan aka bisa berkali-kali dipake. Terkait hal ini, Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan menyebut bahwa aturan ini pokoknya wajib dipatuhi sama tempat-tempat perbelanjaan tadi…

Terus kalo nggak dilaksanakan?
Ya ada sanksinya. Adapun sanksi yang diberikan bisa berupa teguran tertulis, denda, pembekuan izin, sampe pencabutan izin. Selain itu, untuk pengusaha yang mengikuti aturan, maka pihak Pemprov juga bakal ngasih insentif kayak pengurangan atau peringanan pajak usaha.

OK. Anything else I should know?
Well, jadi emang selama PSBB ini terjadi peningkatan jumlah orang yang belanja online atau beli makanan dibungkus. Hal ini tentunya bikin sampah sekali pakai juga makin menumpuk. Karenanya, Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan beli barang dalam kemasan besar atau belanjaannya disatuin dalam satu pembelian. Gitu.


Who’s making you inspired?

Gambar: nytimes.com

Meet Kathy Sullivan.
Seorang perempuan pertama yang sepanjang hidupnya udah berhasil berjalan di luar angkasa dan menyelam ke dasar laut yang paling dalam. Jadi gengs, emang Bu Kathy ini adalah seorang astronot plus oseanografer aka ilmuan di bidang kelautan. Nah minggu lalu, Bu Kathy yang berusia 68 tahun itu baru aja menyelam sedalam 35.810 kaki di sekitaran Mariana Trench, sebelah barat daya-nya Guam (pulau di daerah Micronesia, di atas Indonesia dan dekat Filipina).

Misi penyelaman ini dilakukan untuk mengambil foto permukaan laut dalam untuk diteliti lebih jauh oleh tim ilmuwan. Nah, mundur ke tahun 1984, Bu Kathy juga termasuk ke dalam tim astronot NASA dan menjadi perempuan Amerika pertama yang berjalan di luar angkasa. Setelah balik dari misinya itu, beliau kemudian meniti karier di bidang kelautan sampe akhirnya beliau menyelam ke titik terdalam minggu lalu itu.

Today’s quote: “There is no limit to what we, as women, can accomplish.” -Michelle Obama-


“Who is George Floyd?”

Merupakan kata kunci pencarian di Google Trend yang paling sering muncul bulan Juni ini. Pencarian atas nama George Floyd diketahui lebih tinggi dibanding pencarian atas kata kunci “Donald Trump” maupun “corona”. FYI, in case kamu kepo juga siapa itu George Floyd, dia adalah pria kulit hitam asal Amerika Serikat yang meninggal karena mengalami kekerasan oleh polisi. Kematian Floyd ini kemudian menyulut aksi demonstrasi antirasisme di berbagai kota besar yang masih berlangsung hingga saat ini.

Need details? Here. 


Angel’s Stories 

1. Kejadiannya pas bulan puasa lalu sih. Jadi ceritanya temen aku jualan makanan basah gitu di Bandung semenjak pandemi dan dia sering promosiin makanannya via Whatsapp stories. Terus karena emang waktu itu udah janji sama diri sendiri mau sedekah, jadi yaudah sekalian ngebantuin temen juga. Uang buat sedekahnya aku beliin makanan dia beberapa kotak, tapi aku nitip ke dia supaya makanannya dibagiin aja ke orang yang membutuhkan. Nah, kebetulan 2 minggu sebelum itu aku ikutan lomba. Beberapa hari setelah aku pesen makanan ke temen aku, keluar pengumuman lombanya dan ternyata tim aku menang. Uang yang aku kasih ternyata balik lagi dalam bentuk hadiah lomba, bahkan berkali-kali lipat jumlahnya. Allah Maha Baik. :’) Jadi nyadar kalau memberi nggak akan bikin kita tambah miskin. Semoga bisa jadi pengingat juga untuk terus memberi dan membantu orang lain, apalagi di masa pandemi kayak gini. Semoga sehat selalu ya, semuanya!
-K, Jaktim-

2. Sudah beberapa hari ini aku mulai kerja ke kantor lagi. Harus naik motor karena kantor menghimbau yang datang hanya yang punya kendaraan pribadi. Motorku kebetulan emang udah tua, dinyalain aja udah susah. Tiba-tiba, kemarin pas di jalan pulang, motorku mati. Panik, aku langsung minggir. Untungnya ada satpam baik hati yang nemenin, ngobrol dan nenangin aku sampai motorku nyala lagi. Sampe sekarang, aku inget kata2 dia “jalan pelan-pelan aja di sebelah kiri, mba, ga usah ngebut.” Simpel sih, tapi sekarang tiap ngebut buru-buru jadi inget kata-kata itu. Mungkin karena takut motorku mati lagi sih…. Anyhow, thank you Pak Satpam!
-Anonymous-

3. Semenjak WFH dan PSBB, banyak banget temenku yang jualan makanan online. Ada yang beneran hobi masak dan jualan, tapi ga sedikit juga yang jualan karena desakan ekonomi :'( Karena fakta itulah, aku berusaha selalu beli dagangan mereka dan promosiin di IGku. Mungkin yang kulakuin sepele ya, apalagi belinya ga banyak karena udah masak di rumah, tapi rasanya bahagia banget diucapin “terima kasih” dengan tulus sama mereka. At least, I know how to berbuat baik sesuai kemampuanku 🙂
-Dinda-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Boleh gak sih olahraga pake masker?