Friday Pause: The Weekend

63

Good morning!

It’s week three of our Friday Pause edition. Myyy goodness what a week it has been! Now that Friday is here, time to disconnect yourself from the stressful news and watch Netflix while eating the whole jar of ice cream all by yourself. Psssst nobody’s watching.

PS: We also have a list of activities for you to do this weekend. Scroll down…


For the Love of Meme: First date problem


For when you have sooo much free time on your hands…

You might wanna learn something. Ini udah pernah kita bahas sebelumnya, tapi in case you need a refresher, we’ve got a bunch of free journals, text books, and classes online. Here we go:

1. If you loooove reading and enjoy being everyone’s walking encyclopedia, kamu pasti bakal suka baca buku-buku punyanya Cambridge University. Gratis, dari buku sejarah sampe statistik.

2. Journals, journals… Learn more about home and our neighbors lewat akses gratis di perpustakaan punya Australia National University aka ANU, dari sejarah Jepang sampe New Zealand, dig in deep.

3. Cari buku buat adik/ponakan atau anak, sekaligus ngajarin bahasa Inggris? Cek FolensThey have books for all ages.

4. Now, some children books but with interactive games? Collins got you covered.

5. Biasanya, kamu harus terdaftar sebagai mahasiswa dengan bayaran $$$ untuk bisa ngakses jurnalnya JSTOR. But now you can access it for free. Go go go!


A Love Letter
From: Us
To: Your best friend aka si mpus


Finally, here are our weekly quaran-tips. From money to movie, we hear ya.

1. #Blacklivesmatter is not just a hashtag. If you want to learn more about racism towards African-American, these are your watchlist.

2. Racism is a hugeee problem. Nggak cuma di Amerika, tapi sering kali kita juga nemuin kasus rasisme di Tanah Air *uhuk* Papua *uhuk*. Nah, kalo kamu inget kejadian rasisme yang terjadi tahun lalu pada mahasiswa asal Papua di Surabaya, you’ll realize that being educated about the issue is the key to make yourself aware about the problem. Key point: Start with yourself. How? Start with this

3. If you’ve been feeling down and sad lately, it’s okay. It’s normal to feel not okay and just be kind to yourself. You can also listen to these podcasts. They have the complete guide for you to be happy. 

4. You are what you eat. Sounds like a broken record, tapi emang ada loh jenis-jenis makanan yang bisa menurunkan kecerdasan, fokus, dan kemampuan otak kamu. Check out the list here

5. Kalo kamu lagi nyari kerjaan baru, make sure you check out these useful tips. Good luck!

6. The weekend is for you to relax and unwind (although it’s been feeling like a whole lots of weekends lately…) and nothing screams relaxing louder than comedy movies! Here’s the list. Get some popcorns.

7. So, “new normal” is guaranteed the word you’ve heard most often during the week. Big question: I am going out. Can I get infected by Covid-19? YES. How? There are 25 (or more) ways. 

8. There are soooo many options for you to do your home exercise. From yoga to weight training, here.


Quote of the day
“The size of your problems is nothing compared with your ability to solve them. Don’t overestimate your problems and underestimate yourself.”
-Anonymous-

Angel’s Stories 

1. Hi, CMU! Apa kabar? Semoga sehat selalu yak! Mau ikutan berbagi cerita yang bikin sampe sekarang kalo diinget bakal mikir, “Kok bisa ya semesta kayak gini kerjanya.” Terutama yang baru-baru ini gue alamin bulan puasa tahun ini. Masih inget dong ajakan untuk berbagi di masa pandemi Covid-19 yang rame di berbagai sosial media? Gue pun ngerasa triggered ketika temen gue ada yang ngelakuin itu. Padahal kita sama-sama pengangguran baru dan #DiRumahAja. Jadi lah gue niatin di bulan puasa tiap hari Jumat bakal beliin driver ojol buka puasa/makan. I expected nothing, tapi gue ngerasa lega banget & senyum-senyum sendiri setiap selesaiin transaksi. Seneng banget pas mereka bilang terimakasih dan kasih doa-doa baik ke gue. No pak/bu, you’re the real heroes in this situation. Ceritanya ngga berhenti disitu. Seminggu sebelum lebaran bertepatan dengan hari ulang tahun gue. Ngga ada angin ngga ada hujan, sekitar jam 4 sore tiba-tiba sahabat gue telepon kalo dia ada di depan rumah. Syok? Jelas. Ternyata bener dong ada dia di depan pagar dan dia bela-belain melintasi kota dari ujung ke ujung (rumah dia di barat, gue di timur) hanya buat nganterin kue ulang tahun buat gue. Aduh, terharu! Terus ngga lama dari itu, hampir 2x gue ditelfonin ojol kalo uda di depan rumah nganterin makanan dari sahabat gue yang lain. Orang serumah pun ikutan seneng + terharu banget! Belum lagi paketan hampers dateng di hari-hari berikutnya masih berdatangan. Gue speechless banget, meskipun gue belum bisa bales kebaikan kalian properlyyou know I love you guys! Hal ini mematri diri gue kalo besar atau kecilnya kebaikan yang kita lakuin, banyak kebaikan-kebaikan lain yang bakal dateng apapun bentuknya!
-004, sub-

2. Jadi di masa pandemi ini aku resmi jadi jobless aka pencari kerja di perantauan. No more income. untungnya I live with my aunt’s family, jadi gak khawatir soal hidup. One day waktu ke Indomaret dan nunggu di parkiran, I saw bapak seorang pemulung (around 40) keliling nyariin plastik. Sedih banget, but nothing I could do karena I had no money at all. Sorry, pak. A few weeks later pas ke Alfamart, I saw a little boy bawa karung duduk di pintu keluar. Kebetulan ada 20rb kupegang. Awalnya ragu banget karena cuma ini sisa uang yang aku punya, tapi somehow ngerasa bersalah ngelewatin gitu aja. Akhirnya diniatin masuk lagi, beli roti dan minuman untuk anak itu. The way he said, “Makasih ya kak.” Really made my heart full. Aku bersyukur masih bisa hidup layak dan aman di masa sulit ini. Tidak semua orang merasakannya. Tidak ada berbagi yang membuat kita miskin. Terimakasih udah jadi reminder aku, hey lil boy. I hope you’re doing okay whereever you are now :”)
-RS, Tangerang-

3. Jadi mama punya usaha kecil-kecilan yang akhirnya ketika Covid-19 ini ga bisa beroperasi seperti biasa sudah dua bulan. Otomatis pemasukan dari usaha tersebut juga menurun drastis dan karyawan yang berjumlah 4 orang pun ga bisa kerja full. Suatu hari, di bulan April, aku tanya-tanya ke Papa mengenai kondisi usaha Mama dan Papa bilang memang kalau pemasukan sangat menurun tapi tetap harus membayar karyawan. Namun, Papa bilang kalau Papa udah diskusi sama Mama kalau gaji karyawan akan tetap dibayar penuh walaupun mereka bekerja tidak full, “Gak apa-apa, Mama Papa nombok daripada keluarga mereka susah gak ada uang. Nanti bulan depan (Mei) baru kita potong”. Then the next month (May), I was in call with my parents cause we’re living in different city. Aku nanya mengenai kondisi toko bulan Mei. Lalu kata Papa, “Ya masih sama, Nak. Tapi kemarin mereka gajian lagi dan kami putuskan untuk tetap bayar gaji mereka full. Mama papa masih punya tabungan sedikit untuk bayar gaji mereka full bulan ini.” I felt super happy and proud when I hear that. We’re not in our best financial condition, but my parents gave me a great example of how to be a kind human being that always think and care about other people.
-Ella T., Somewhere in Jakarta-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)