Friday Pause: One less lonely girl…

30

Hi, there.

Welcome back to your Friday Pause edition, where we will be hitting the pause button from all the noises and worries from our usual covid world. Instead, on Fridays, we will give you tips, recommendations, and lists on how to make your quarantine life easier. So, are you ready for a simple and relaxing Friday morning? Get your coffee and let’s start with….

MEMES.


For the Love of Meme: New normal check, don’t forget your mask!


Reopening, “new normal”, what does it mean to your body?

Olahraga.
Yep, seiring dengan pelonggaran PSBB dan transisi ke “new normal” yang terjadi di berbagai wilayah, kamu juga tentunya udah mulai sering lagi ngeliat orang olahraga outdoor. Ada yang jogging, sepedahan, sampe jalan santai sore-sore. Yha asik sih jalan-jalan, but you’re a big futsal player! Udah lama banget nih nggak futsal! Kira-kira kalo minggu ini gue futsal aja aman gak ya?

Nah, kita cek yuk, jenis-jenis olahraga apa aja yang aman mau pun nggak aman kamu lakukan pas lagi pandemi. Cussss…

1. Tennis (medium risk)
Iya, meskipun jarak antara kamu dan lawanmu jauh-jauhan, namun potensi penularan Covid-19 bisa terjadi karena kamu kan bakal sering megang bola. Kalo lawanmu misalnya menderita Covid-19 tapi asimtomatis, terus kalian tuker-tukeran bola, terus kamu ngucek mata atau megang idung, yha buyar deh. Cara ngakalinnya adalah bawa bola sendiri, dan hanya main sama lawan yang kamu percaya ya guys!

2. Basketball (high risk)
Jangan dulu main basket deh, karena permainannya yang kamu pegang-pegangan bola dan rebut-rebutan sama lawan bikin praktek physical distancing jadi nggak bisa diterapkan. Belum lagi pas lagi rebutan bola itu biasanya jarak kamu deket banget sampe jarak napas antara kamu dan lawanmu bisa cuma beberapa senti aja. Nah tapi kalo emang udah ngebet banget pengen main basket, yauda boleh. Tapi one-on-one aja ya. Sama lawan yang emang kamu percaya, dan jangan lupa bolanya didisinfektan dolooo…

3. Sepak bola (medium risk)
Karena kamu nggak megang bolanya pake tangan, dan kebanyakan juga main bola passing-passing aja, so football is deemed to be fairly safe. However, tetep aja ada kemungkinan kamu bisa deket-deketan sama pemain lain, jadi gausah sampe 90 menit mainnya, tapi cukup 20 atau 30 menit aja. Also, hindari dulu teknik sepakbola yang bikin kamu harus deket-deket sama lawan kamu, kayak tackle, atau ngambil bola langsung dari kaki lawan. Jadi mainnya passing-passing aja (WOW bosen banget gasi jadinya lol).

4. Hiking (low risk)
Nah, hiking ni aman nih, karena kamu jadi bisa nggak deket-deket orang dan dilakukannya juga di alam liar sehingga kemungkinan kamu exchange droplets sama orang lain jadi makin kecil.

5. Sepedaan (low risk)
Yep, naik sepeda itu sebenernya low risk gengs, karena kamu naiknya sendiri, jadi aman, nggak deket-deket sama orang lain. However, yang bikin amannya sepeda ini jadi buyar adalah ketika kamu sepedaannya bergerombol, terus nongkrong, terus tuker-tukeran air minum. Bye deh. Alternatifnya, coba jadiin sepedaan sebagai opsi buat ke kantor. Karena most likely kamu berangkat sendiri dan jauh lebih aman daripada naik kereta atau MRT.

6. Berenang (low risk)
Yep, menurut para ahli, resiko kamu tertular Covid-19 dari air itu rendah, jadi berenangnya sih aman. Yang nggak aman adalah ketika kamu selesai berenang terus menuju locker room yang biasanya sharing sama orang lain dan terletak di bangunan yang tertutup. Jadi kurangi interaksi kamu seminimal mungkin selama di luar maupun di dalam kolam renang ya gengs.

7. Jogging (medium risk)
Karena it really depends on how you do it. Kalo sendiri, lewat track yang sepi, dan pake masker, resikonya rendah. Tapi kalo kamu lari rame-rame, terus ngumpul bareng temen-temen, terus berenti di taman yang banyak orangnya, ya resikonya jadi tinggi. Pokoknya inget gengs, physical distancing is the key.


Hi, let’s take another pause here.

If you are looking for something compassionate to do during the weekend, our founder and her friends created this charity initiative named @kisahkasih_org. This initiative supports 700 Jakarta’s street vendors, whose businesses are most affected by Covid-19, providing each of them a bag of basic goods (sembako). 

Kegiatannya cuma sampe minggu depan, jadi kalo kamu tertarik mau jadi relawan, kamu bisa daftar di sini bit.ly/volunteersahabatkisahkasih. See you next week!


For when you’re feeling lonely during the quarantine…

Yhaaa wajar banget.
Dari biasanya nongkrong tiap abis pulang kerja, makan siang bareng temen-temen kantor, happy hour tiap weekend, sekarang tiba-tiba semuanya #dirumahaja. You started to miss your friends, your routine, your co-workers, and suddenly, you feel lonely. 

Nah, perasaan kesepian aka lockdown loneliness ini nggak cuma dirasain sama kamu, tapi juga sama jutaan orang di belahan dunia lain. Data dari BPS-nya US bilang bahwa seenggaknya ada 7,4 juta orang warganya yang mengalami kesepian, dan studi lain yang dilakukan oleh University of Essex menunjukkan bahwa 1/3 orang yang terdampak lockdown loneliness ini adalah perempuan. Nah, biar kamu nggak terlalu kesepian, simak yuk beberapa tips biar ga kayak lagunya Akon mulu heheee…

  • Jangan membatasi teknologi cuma untuk kerja aja. Zoom call atau conference call itu bukan cuma buat kantor, tapi juga buat in touch sama temen-temen dan keluarga. Take a day off to make call with your loved ones and tell them how much they mean to you. Sounds menye-menye but it is guaranteed to make you feel better.
  • Practicing self-careYes, being all by yourself means paying more attention your wellbeing. Give yourselves a nice, warm, bubble bath, and do whatever to make you feel good. Kamu bisa makan cokelat yang banyak, baca buku, atau bahkan nangis sesenggukan sambil nonton drakor. Psssst… nobody’s watching!
  • While we’re talking about taking care about yourself, learning new skills could be one way to curb your loneliness. Our personal favorite? Learning how to play guitar by those YouTube videos. Iya belajar dari YouTube aja, yang gratis HEHEHE.
  • Nulis diary. By keeping a diary/journal kita bisa tahu perasaan kita itu sebenarnya gimana dan gimana kita mengekspresikannya di keseharian kita. Nulis diary juga terbukti bisa mem-boost mood kamu karena kamu jadi bisa menyalurkan perasaan kamu dalam tulisan.
  • Go for a walk. Yha jalan aja di sekitaran rumah atau kompleks, yang penting badan kamu bergerak. Breathing fresh air bisa bikin kamu rileks banget, dan yang penting, maskernya jangan dilepas. Terus jaga jarak. Don’t text back yet. LOL.


Hi, it’s your quaran-tips for the week. Let’s go!


Yep, from getting in shape to cultural class, we’re taking you everywhere. From the comfort of your bed…

1. Healthy hearts, healthy mind. Yes, those burgers are gooood, but remember to always take care of your hearts aka jantung. Emang sih penyakit jantung identiknya sama orang tua, tapi fakta menunjukkan bahwa makin ke sini, anak muda yang menderita gangguan jantung juga makin banyak, thanks to those juicy steaks, being a couch potato, feeling stressful and staying up all nights. So, here are the foods you have to eat to show your heart some love.

2. Laugh, laugh, laugh! Check these hilarious postsDijamin ngaqaque.

3. Duh, udah Jumat tapi kerjaan nggak abis-abis 🙁  Turns out you check your Instagram every 30 seconds, your mom calls you to help her set her WhatsApp profile pict, your cat’s been so nagging… you just can’t focus! Terus gimana dong biar bisa fokus dan kerjaannya cepet beressss? Ini nih.

4. Already back to the office and need to lose some weights? Not just 5 or 10, we have 53 steps for you to lose weight (Reminder: always be gentle with yourself)

5. Masih belum berani keluar rumah dan mau Zoom-an aja sama temen-temen? We can relate. Here are 13 hacks to make your Zoom call feeling less like a chore.

6. Meskipun udah mulai masuk era “new normal” masih banyak sektor jasa yang direkomendasikan untuk nggak kamu kunjungi dulu, salah satunya adalah salon. But, but, you badly neeeed to get some pedicures! Yaudah DIY aja. Ni caranya.

7. Did you know that there’s a buffet “restaurant” for monkeys? Yep, here are some other traditions you didn’t know existed in another part of the world.

8. Man, we need to talk. Remember those days when Cristiano Ronaldo was promoting face wash and his face suddenly looked as bright as your future? This is what you need. Start small.


Quote of the day
“You will never be able to escape from your heart. So it is better to listen to what it has to say.”

-Paulo Coelho-


Angel’s Stories 

1. Jadi aku punya idola seorang musisi drummer yang baru-baru ini cerita ke IG ketika ditanya kabar musisi di antara kondisi Covid, dia bilang job manggung banyak yang di-cancel,  jadi ya hanya mengandalkan online music store nya. Tetapi karena musisi juga lagi ga manggung maka yang belanja online pun berkurang. Di sisi lain, aku hobi main drum walaupun ga pro kayak idola ku ini. Terus aku beli Cajon ke store dia, buat ngisi waktu luang karena covid dan ngilangin bosan karena WFH. Satu sisi senang karena bantu nambah omzet idola dan bisa latihan dengan alat musik baru buat ga bosan selama PSBB ini. Karena saling membantu dalam hal apapun tetap baik kan 😊
-Plu 🥁😊-

2. Sebenernya ini udah beberapa tahun lalu sih. Waktu itu aku masih sekolah, lagi nunggu jemputan sama temenku sebut aja A. Tiba-tiba ada seorang kakek datengin kami, nanya arah Stasiun Kota, udah deket apa belum. Kami kaget dong, soalnya si kakek jalan kaki sendirian, pas lagi panas-panasnya pula. Katanya habis dari rumah saudara. Sebenernya lumayan jauh tapi gaada yang mau nganter jadi beliau jalan kaki aja 😭😭. Tanpa pikir panjang si A langsung panggil tukang becak, minta kakek naik becak aja dan dia yang bayarin. Kebetulan aku ga pegang uang tunai jadi A bayarin semuanya. Padahal dia dari keluarga yang gak berlebih, yaa berkecukupan aja. Kakeknya bersyukur banget, jadi sumringah terus doain kami gitu (walaupun aku ga ngapa-ngapain). Aku juga ikut bersyukur punya temen kayak A :’)
-Yaya-

3. Weekend lalu gue iseng (karena terlalu bosan di rumah) jalan-jalan ke pasar di daerah Cibitung, Bekasi. Awalnya gue cuma pengen beli ikan aja. Tapi pas ke pasar, liat kondisi disana sepi banget (dibanding hari-hari biasanya). Gue ga tega, akhir nya gue beli keperluan dapur yang biasanya jarang gue beli (karena jarang masak juga). Niat nya buat bantu mereka yang di pasar agar tetap dapet pelanggan. Gue tau yang gue lakuin ini ga seberapa, tapi semoga bermanfaat buat mereka.
-Perantau Bekasi-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)