Dokter Gugat UU Wabah Penyakit Menular, Kriminalitas Tinggi, Obat Covid 19, Liga Inggris Mulai lagi

107

Good morning.

It’s Thursday again. Although all days are looking pretty much the same now, we wish you could find excitement in small things around you. We find excitement in reading your Angel’s Stories, drinking our morning coffee, reading good books, and by finding out that live football finally rolled back on.

Though it feels surreal to watch the game in an empty stadium, just like any other thing, we believe life will slowly return back to normal. The drug will soon be discovered, so will the vaccine, and life will go back to like it used to be. In the meantime, what makes you excited today?


Who’s calling their lawyers?

Gambar: fajar.co.id

The doctors.
Jadi kemarin, Mahkamah Konstitusi baru aja menggelar sidang perdana atas gugatan soal Undang-Undang Kekarantinaan yang digugat sama sejumlah dokter yang tergabung dalam Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia aka MHKI.

Hold on a second. Remind me what’s MK again?
OK. Law school 101, Mahkamah Konstitusi adalah lembaga pengadilan yang salah satu tugasnya adalah nyidang aturan undang-undang yang dibikin sama pemerintah dan DPR. Jadi kan kedua lembaga tadi tugasnya bikin aturan, nah kalo ada pihak atau masyarakat yang merasa aturan tersebut berlawanan sama UUD 45 (Which is like the OG of all undang-undang…), maka aturannya bisa digugat ke MK untuk minta diubah atau dibatalkan.

I see… terus yang diminta diubah di sini apa?
UU Kekarantinaan tadi. Jadi dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa “petugas yang melaksanakan upaya penanggulangan wabah dapat diberikan penghargaan atas risiko yang ditanggung dalam melaksanakan tugasnya.” Nah, kata “dapat” ini yang digugat…

Because it could mean, may or may not?
Correct. Kalo “dapat” ya berarti penghargaannya bisa diberikan atau enggak, makanya para penggugat minta kata “dapat” itu dinyatakan nggak sesuai sama UUD 45 dan nggak punya kekuatan hukum aka dibatalkan.

Go on…
Selain soal kata “dapat” tadi, para penggugat juga menggugat pasal yang mengatur bahwa pemerintah, baik pusat dan daerah bertanggung jawab terhadap kesediaan sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Hah apanya yang digugat?
Yha pasal ini kan nggak menjelaskan lebih detail apa aja yang jadi tanggung jawabnya pemerintah terhadap sumber daya yang dimaksud. Karena nggak diatur itu, akhirnya para tenaga kesehatan malah jadi kekurangan APD, pake APD tapi nggak sesuai standar, atau bahkan beli APD sendiri.

I am sorry to hear that 🙁
We’re feeling sorry too 🙁 Anyway, terkait pasal ini, para penggugat minta Mahkamah Konstitusi untuk mengatur lebih detail soal “tanggung jawab pemerintah” tadi, yaitu dengan: Ketersediaan APD bagi seluruh tenaga kesehatan yang bertugas, insentif bagi tenaga medis dan non-medis yang bertugas menangani pasien Covid-19, santunan buat keluarga dari nakes yang meninggal, sampe tersedianya sumber daya pemeriksaan Covid-19 untuk seluruh masyarakat dengan alur pemeriksaan yang cepat.

So, does MK say anything?
Yha dalam tanggapannya, MK minta perbaikan atas dalil-dalil permohonan dan identitas para pemohon. Selain itu, mereka juga minta tambahan argumentasi dalam perbaikan permohonan yang udah direvisi…

Catch Me Up! on our healthcare front liners…
AKA the unsung heroes, you mean? Well, sejak Covid-19 menyebar di Indonesia, angka kematian para tenaga kesehatan karena terpapar Covid-19 terus bertambah. Tercatat udah 35 orang dokter meninggal dan catatan terakhir hingga Mei lalu, udah 20 orang perawat yang meninggal karena terpapar Covid-19. Selain itu, ditemukan juga ratusan tenaga medis yang terinfeksi virus, thanks to overwork dan APD yang mahal, langka atau nggak layak.


For when you need more reasons to be extra careful lately…

Yep, tiati ya guys, karena akhir-akhir ini, angka kriminalitas lagi naik.

Eh?
Iya jadi kata polisi, menjelang pemberlakukan “new normal” ini, angka kriminalitas naik sebesar 38,45 persen pada minggu pertama dan kedua di bulan Juni ini. Rinciannya, ada 4.244 kasus pada minggu ke-23, dan 5.876 kasus pada minggu ke-24. Artinya, ada kenaikan angka kriminalitas sebanyak 1.632 kasus.

That’s a lot of numbers.
Agree. Emang disebutkan oleh kepolisian bahwa lima kasus besar yang paling sering terjadi adalah pencurian, penggelapan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), narkoba, dan perjudian. Dalam tiap kasus ini diketahui peningkatannya ada yang mencapai dua kali lipat.

But how come?
Yha menurut Humas Polri Brigjen Awi Setiyono sih, hal ini nggak lepas dari diberlakukannya kebijakan new normal. Beliau menyebut, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, maka para pelaku kejahatan juga memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksinya.

So should I be worried?
Nggak sih. Kata Brigjen Awi, meski angka kriminalitas meningkat, secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih dalam keadaan aman dan kondusif.


When there’s finally a good news on Covid-19….

Gambar: chron.com

WHAT WHAT WHAT? Tell me!
OK. Jadi, dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Oxford di Inggris, diketahui bahwa obat steroid aka dexamethasone bisa membantu mengurangi risiko kematian buat pasien Covid-19 yang kondisinya udah parah.

And this is a good news because…
Well, steroid is cheap and largely available. Jadi emang selama ini, steroid sering dipake untuk ngobatin berbagai penyakit kayak asma, arthritis, sampe penyakit autoimun.

Ok tell me more…
Nah jadi dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Selasa (16/6) lalu, para peneliti menyebutkan bahwa dalam penelitiannya, penggunaan steroid selama 10 hari bisa mengurangi risiko kematian terhadap sebanyak 1/3 pasien yang kondisinya udah parah (Read: Udah harus pake ventilator).

Whoa…
Yep, jadi diketahui bahwa setelah 10 hari dikasih steroid, kondisi pasien membaik secara signifikan while also, nggak ditemukan juga efek samping yang membahayakan atas para pasien ini.

I am sensing a “but”…
Right. But… obat ini nggak ngaruh buat pasien yang penyakitnya ringan. Jadi emang penggunaan steroid dalam mengobati Covid-19 ini paling ngaruh kalo digunakan pada pasien yang kondisi penyakitnya udah parah banget, sehingga bisa meningkatkan harapan hidup mereka. Namun untuk mereka yang nggak membutuhkan ventilator, penggunaan steroid justru bakal mengurangi daya tahan tubuh dalam menghadapi virus.

OK, good to know…


For when you’ve been missing live football so bad…

Gambar: indosport.com

Good news, good news. 
Setelah selama 100 hari nggak ada pertandingan, Liga Inggris aka English Premier League (Iya, itu tuh, yang suka bikin co-workers kamu telat nyampe kantor) akhirnya bergulir lagi. Yep, setelah berhenti gara-gara penyebaran virus Covid-19, akhirnya tadi malam pertandingan Liga Inggris kembali digelar dengan mempertemukan Aston Villa vs Sheffield United dan Manchester City vs Arsenal.

Nah, meski udah dimulai lagi, namun pertandingannya bakal beda banget sama yang biasa kamu tonton selama ini (Read: Gak ada penontonnya, pemain diminta untuk nggak bergerombol, ga boleh spitting, dan bersihin idung sembarangan *yah sorry Jogi*, sampe para tim diminta untuk jangan nginep di hotel deket lokasi pertandingan. Instead, mereka diminta langsung dateng pas Hari-H aja). Selain EPL, sebelumnya Liga Jerman aka Bundesliga juga udah bergulir pada 16 Mei lalu dan rencananya, Liga Champions juga bakal dimulai lagi pada Agustus mendatang.


“Hey Siri, I’m getting pulled over.”

Yep, dengan ngomong begitu ke Siri, para pengguna iPhone bakal bisa berusaha melindungi dirinya dari kekerasan polisi karena Siri bakal secara otomatis mengurangi brightness handphone kamu, menghentikan musik yang lagi kamu dengerin, nge-block panggilan masuk, nyalain rekaman video, sampe ngirim message ke rekan kamu bahwa kamu lagi diberentiin polisi plus lokasinya. FYI, kelengkapan di iPhone yang muncul sejak tahun 2018 lalu ini kembali populer setelah terjadinya kasus brutalitas polisi di Amerika Serikat yang menyebabkan seorang warga kulit hitam, George Floyd, meninggal.

Uhmmm kalo di Indonesia mungkin jadi “Hey Siri, ada yang mau nge-hack akun wazzap gue nih…”


Angel’s Stories 

1. Pas tingkat akhir di Malang, aku sama temanku suka cari tempat baru untuk ngerjain skripsi. Sebelum berangkat ke perpustakaan kampus tetangga, siang itu kami makan dulu. Aku lagi kangen banget makanan Bandung, jadi kami beli baso tahu deket kampus dan dia sabar aja gitu nurutin maunya aku. Selesai makan, temenku ini beli minuman soda, terus aku pingin cicipin kan. Pas lagi minum, tiba-tiba kacamata yang aku taruh di atas kepala, jatuh ke belakang. Aku gak kaget soalnya tahu ada kayu di bawah spanduk yang nahan kacamataku. Tapi temenku ini kaget terus dorong spanduk itu buat ambil kacamataku, akhirnya kacamataku jatuh dan hilang entah kemana. Sampe dibantuin sama Abang yang jualan tetep gak ketemu. Yaudah aku pasrah aja wkwk. Malamnya waktu lagi beresin tas, aku heran ko ada uang merah selembar nyalip di buku. Soalnya aku selalu taruh uangku di dompet. Gak lama ada chat di hape dari temenku yang lain, kalo ternyata temenku itu naruh uang di buku karena gak enak udah ngilangin kacamataku dan takut uangnya gak aku terima, makannya dia taruh diem-diem T_T katanya kasian karena aku anak rantau. Dulu ospek hari pertama dia duduk sebelah aku, tiap ulang taun selalu kasih kue, dan kemarin paketin brownies untuk lebaran :’) buat ceceku tersayang, sehat-sehat yah di Malang. Semoga aku ada rejeki buat kirimin kamu hadiah pas Natal nanti yah.
H, Bandung-

2. Gara2 gue teledor, hp gue jatoh di jalan pas balik dari kantor. Karena masih deket kantor, gue balik lagi untuk nge-detect hape gue posisinya dimana. Ternyata bos gue baru mau balik. Akhirnya dia bantuin gue pake hp dia buat cari hp gue yg hilang & dia nyetirin gue dulu buat bantu cari ke titik lokasi hp terakhir terlihat. Syukur udah di secure hapenya. Jadi orang yang ngebawa hp gue itu couldn’t turn off my phone. Setelahnya ketemu kan tuh kita sama yang ngebawa hp gue & gue mau ngasi imbalan ke orang itu, tapi ternyata gue udah cashless… si bos tanpa ba-bi-bu langsung ngasi duit ke orangnya. Terus kita langsung cabut. Long story short pas udah nyampe rumah & gue lagi cek IG story, istrinya si bos nge-share kalo mereka lagi anniversary-an nikahan malem itu. Dia bela2in bantu gue dulu padahal lagi ada acara penting. Istrinya juga chill aja selama si bos bantu gue, dia nanyain udah ketemu apa belom. Ya Allah kalo ngga ada si bos gue gak bakal baca CMU & ngirim angels story ini dari hp gue pagi ini. Makasih Pak Bosku! Sehat2 selalu sekeluarga pak.
-O, Jakut-

3Jadi aku kan volunteer buat jadi penerjemah English-Indonesian di sebuah majalah online khusus boygrup K-pop gitu. Dan di sini aku jadi kenalan sama beberapa orang dari negara lain. Nah, karena ada covid19, boygrup itu bikin paid-online-concert, tapi aku ngga bisa nonton karna ngga ada penghasilan. Pas lagi ngobrolin di groupchat, aku bilang, “But it’s a paid-concert, I can’t watch it.” Terus tiba tiba ada satu orang yang bales chat aku dan bilang kalo dia mau beliin tiket konser ini buat aku, dan dia minta akun paypal aku dan langsung kirim $60.00. Dia bilang dia ngga mau aku stres karna keadaan sekarang udah cukup bikin stres. Aku nangis dan dia juga nangis T.T I’m glad I met an angel from the other side of the earth.
-Adorable Representative M.C for Youth-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Starting this weekend, you can watch Netflix’s documentaries on TVRI.