Digital Tax dan Netflix

68

Who’s feeling unhappy about our digital tax?

Gambar: mediaindonesia.com

Maksudnya pajak digital yang katanya bakal bikin biaya langganan Netflix, Spotify, Apple Music, sampe game-game online jadi kena PPN 10 persen? ME.
Ehehehe bukan kamu doang. Tapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga.

I feel like I’ve been hearing his name too often this week. 
Aahahaha bear with it 😛 Anyway,
jadi balik lagi ke soal PPN ini, Selasa kemarin, pemerintahannya Trump bilang bahwa mereka bakal melancarkan investigasi ke negara-negara yang punya digital tax kayak India, Italia, Australia, Turki, Indonesia…

Kenapa diinvestigasi?
Yha secara kan tech giant kayak Apple, Netflix, Facebook dll. itu semua headquarters-nya di Amerika Serikat. Jadi Trump, lewat kamar dagangnya, aka US Trade Representative (USTR), bilang bahwa pemerintahannya bakal menginvestigasi nih, apakah kebijakan pajak ini diskriminatif dan nyusain bisnisnya perusahaan-perusahaan digital tadi, apa enggak.

Hah bisa ya?
Bisa donk. Emang akhir-akhir ini, para politisi baik dari Partai Demokrat maupun Republik, termasuk juga tech giants kayak Amazon, Facebook, dan Google udah menyampaikan concern mereka bahwa kebijakan pajak ini secara nggak adil menarget ke perusahaan-perusahaan Amerika. Selain itu, para pihak ini juga berargumen bahwa kalo mau narik pajak digital, harusnya diputuskan bersama secara multilateral, gaboleh ngambil keputusan sendiri…

Terus kalo terbukti aturannya diskriminatif?
Yha bisa aja AS “membalas” dengan memberlakukan tarif yang tinggi untuk barang impor kita yang masuk ke Amrik.

Lha terus pemerintah kita ada komentar gak?
Belum nih. Kemarin, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani bilang bahwa soal pajak digital itu, dia nggak mau jawab dulu.