Boycott Facebook, Mantan Menteri Divonis, Liverpool Menang

49

Hi, good morning.

We hope you had a good rest last night, so you feel ready and energized to start your day. In case you need an ice-breaker conversation with your boss/colleagues during your meeting today, here, we have everything from Facebook to football. Scroll down…


Who’s just losing a lot of money?

Facebook. Or, FACEBOOK.
 
Hah kenapa?
Sering denger orang melakukan boikot atas produk tertentu sebagai bentuk protes atas kebijakan perusahaan yang bikin produk tersebut? Here, right here, is another example.
Which is…
Sejak minggu lalu, Facebook lagi diboikot sama perusahaan-perusahaan besar yang biasa ngiklan di Facebook maupun Instagram. Alasannya, Facebook dinilai terlalu sans dalam menangkal penyebaran hoax di platformnya, termasuk juga kecewa sama keputusan yang diambil kantornya Mark Zuckenburg itu dalam menangani postingannya Trump beberapa waktu lalu.
 
Wait, postingan apa sih?
Jadi intinya, pas lagi terjadi protes #blacklivesmatter di berbagai daerah di Amerika Serikat di awal Juni ini, Trump bikin postingan di Twitter dan Facebooknya yang berbunyi “when the looting starts, the shooting starts”, yang dinilai banyak pihak mempromosikan kekerasan. Nah, while Twitter langsung langsung nge-takedown twit tadi, Facebook decided to do nothing. Menurut Zuckerberg, dia memegang prinsip kebebasan berpendapat.
Catch Up! with the full story here
 
Go on…
Nah, keputusan ini kemudian bikin karyawan Facebook melayangkan protes atas sikap perusahaannya itu. Selain karyawan, para klien yang biasa ngiklan di Facebook dan Instagram juga melakukan protes, dengan cara berhenti dulu ngiklan di kedua platform.
Whoaaa…
Iya, and we’re talking about big names here, kayak Coca Cola, Unilever, Nike, Adidas, Honda Amerika, sampe yang paling baru adalah Starbucks, yang merupakan pengiklan terbesar keenam di kedua platform dengan nilai iklan sebesar US$94.8 Juta. Kata Starbucks, perusahaannya berkomitmen untuk mewujudkan lingkungan online yang aman dari ujaran kebencian, and more work needs to be done…
Is this for real? 
Iya donk. There’s even a hashtag for this ‘movement’, which is #StopHateforProfit yang so far udah diikuti sama hampir 100 perusahaan. Gara-gara boikot ini, Facebook jadi kehilangan duit dari iklan sebesar US$ 7.2 Milyar atau sekitar Rp.102,7 triliun. FYI, the number also expected to grow, karena diprediksi bakal makin banyak perusahaan yang joining the movement.
 
OK terus Facebook bilang apa? 
Menurut VP-nya Facebook Nick Clegg, sebenernya Facebook juga nggak suka sama ujaran kebencian, dan jelas-jelas para penggguna dan pengiklannya juga nggak suka. Makanya, Facebook udah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan penyebaran hate speech di platformnya, salah satunya adalah dalam satu bulan, Facebook bisa ngapus lebih dari 3 juta unggahan ujaran kebencian, dan 90%-nya bahkan udah di-takedown tanpa harus di-report dulu.

Who’s guilty as charged?

Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrowi.

Yep, kemarin, majelis hakim Tipikor Jakarta memvonis Pak Imam dengan hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar Rp400 juta subsidair 3 bulan kurungan.
 
Wait, who?
Imam Nahrowi, dulu Menpora di periode pertama kepemimpinannya Pak Jokowi. Beliau ini politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa aka PKB.
 
Hah dipenjara gara-gara apa?
Korupsi. Jadi, beliau ini dinyatakan sama majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait pemberian dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta menerima suap sebesar Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp8,64 miliar.
 
I feel like I am gonna need some background…
You got it. Jadi KONI ini kan lembaga yang juga ngurusin olah raga, nah, one day in 2018, KONI dateng ke Kemenpora, dan bilang bahwa mereka bakal masukin proposal dana, and they’re like “nanti tolong di-approve ya proposal kita. Nanti Kemenpora dapet bagian deh… *wink wink*
 
So Kemenpora approved the proposal?
Yep, Kemenpora kemudian approved proposal ini dan ngasih dana alokasi hibah buat KONI. Namun aksi deal-dealan ini kemudian ketauan sama KPK yang kemudian berhasil meng-OTT aka Operasi Tangkap Tangan para pejabat di Kemenpora maupun KONI. Hasilnya, ditemukan duit sebanyak Rp. 7 Milyar yang kalo kata KPK sih, merupakan bagian dari dana hibah tadi.
And where’s Pak Imam on this?
Well, Imam sendiri didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,64 miliar dalam kasus ini. Dana ini dititipin lewat asistennya, Miftahul Ulum, yang juga udah jadi terdakwa.
 
OK. Anything else I should know?
Terkait keputusan ini, Imam bilang bahwa beliau akan membantu mengungkap aliran dana sebesar Rp11,5 miliar yang dituduhkan jaksa diterima dirinya. Selain itu, beliau juga dicabut hak politiknya dicabut selama empat tahun.

Who’s feeling unhappy about the after party?

Yep, in case you haven’t hear, the football season is finally over England, setelah klub bola Liverpool memastikan kemenangannya atas gelar juara Liga Inggris. First time in 30 years. So Liverpudlian (aka fansnya Liverpool) are happy, they’re partying in the street, bakar kembang api, sampe kumpul-kumpul di depan stadion yang merupakan markas klub kesayangannya itu, Anfield. In a normal setting, hal-hal ini gpp banget dilakukan. Tapi karena lagi Covid-19, perayaan yang dilakukan para supporternya ini malah bikin bete pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Dalam surat terbukanya, Klopp bilang bahwa iya sih dia menghargai dukungan buat klubnya, tapi dia nggak suka karena masih ada warga yang party-party dan turun ke jalan. Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah jangan ada kumpul-kumpul warga dulu, karena mereka harus melindungi kelompok yang rentan kena virus dan menghargai para tenaga kesehatan yang lagi bekerja keras menangani pasien Covid-19. FYI, saat ini Inggris punya 311,151 kasus positif Covid-19 dan 43,550 korban meninggal.


“Saya harus ngomong apa adanya, nggak ada progress. Yang signifikan, nggak ada,”

Gitu kata Pak Jokowi dalam video viral yang menunjukkan dirinya lagi marah-marah di depan para menteri Kabinet Indonesia Maju yang di-upload di channel Youtube-nya Seskab beberapa waktu lalu. Selain bete karena nggak menunjukkan progres, Pak Jokowi juga mengancam bahwa dia udah kepikiran untuk me-reshuffle para menterinya.
 
Ketika dosen pembimbing kamu nanyain kabar skripsi..

Angel’s Stories 

1. Suatu sore gw lagi santai scrolling sosmed, ketemu info Joe Taslim lelang topi kesayangannya buat pekerja film yang terkena dampak Corona. Pas gw buka, Joe ngasi ke galang dana PARFI di Kitabisa. Gw baca-baca nemu komentar donatur kaya gini ‘Maaf belum bisa banyak, saya terapis pijat online yang terkena dampak Corona ini karena aplikasi sedang tutup sementara’. Dia donasi 10.000, iya 10.000! Gw ngerasa kesindir banget. Orang yang sedang kesusahan aja mau membantu orang lain dan ternyata ga perlu nunggu kaya dulu buat bantu. (Orang Baik) 

2. Jadi, aku mau berbagi kebahagiaan. Akhir-akhir bulan kemarin aku membantu seseorang yang bukan dari kalangan teman-teman/saudara aku, aku bantu karena awalnya aku suka beli masakan ibu itu dan aku melihat potensi bahwa produknya bisa laku sebenernya kalo aja bisa pake cara marketing yg bagus. Long story short, aku bantu marketingnya semampuku, dan kita jadi sering diskusi lanjut untuk proses pengembangan usaha ibu itu. Berbekal dari pengalaman yg udah aku lakuin, aku beri saran ke ibu itu, awalnya memang ditolak karena alasannya harganya tidak masuk, namun karena pandemi ini terjadi, akhirnya ia mencoba, dan benar saja, dengan cara yg aku saranin dari awal ditolak itu jadi suatu keberkahan yg jualannya malah lebih laku dengan cara itu 🤗senang sekali mendengarnya, dan sampe kemarin pun aku melihat ibu itu banyak pesanan karena memakai saran yg aku berikan. Sungguh suatu kebahagiaan yg gada nilainya. Senang bisa membantu ibu itu dan usahanya🤗– Ur Future Consultant Business 😉 –

3.  Sebagai keluarga yg mengandalkan pemasukan dr persewaan alat pesta nikahan dan jualan makanan, masa pandemi ini cukup berat buat kami. Persewaan tenda nikahan sepi banget, jualan pun omsetnya turun bahkan beberapa hari pernah dapetnya cuman 10ribu-30ribu doang. Waktu tiba-tiba ada pembeli yg bilang mau borong semua dagangan tuh rasanya langsung terharu. Bahkan dia minta dibikinin lagi sejumlah yg dia mau. Dia sekali beli langsung habisnya 112ribu! Bahkan sampai keinget nominalnya. Mungkin bagi sebagian orang 112ribu itu biasa. Tapi bagi kami, itu suatu rezeki yg banyak. Terima kasih banyak
-A, Solo-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

Miss hanging out with your friends at your favorite coffee shop? Here are some tips to stay safe.