Beijing Lockdown

79

For when you thought you already moved on but it came back again…

Gambar: cnn.com

R U talking about my ex?
Nope, we’re talking about corona.

Lumayan jauh yha but OK, spill.
Jadi, kamu pasti inget bahwa Tiongkok adalah negara tempat pertama kali Covid-19 terdeteksi. Seiring dengan penemuan ini, pemerintah Tiongkok kemudian beruru-buru bertindak dengan melakukan lockdown di Kota Wuhancontact tracing, bikin proyek Roro Jonggrang aka rumah sakit dalam 10 hari aja, and within around three months, the situation got better. Angka penularan menurun, pasien juga berkurang…

Terus…
Terus the government was like, “Let’s reopen the economy!” which led to dibukanya lagi berbagai kegiatan ekonomi dan sosial di negara tersebut. Secara kan, emang di Wuhan sendiri udah beberapa minggu terakhir nggak ditemukan kasus positif.

Go on…
Nah tapi ternyata, Sabtu minggu lalu ditemukan kasus baru Covid-19 di ibu kota negara, Beijing. Diketahui sampe kemarin, angka positifnya di kota tersebut udah ada 79 kasus. FYI, ini adalah kasus pertama yang ditemukan setelah lebih dari dua bulan nggak ada kasus positif Covid-19 di Beijing.

Whoaaaa…
You’re not the only one who was shocked. This finding also shocked the whole nation karena pas infeksi pertama yang terjadi di Wuhan, Beijing dinilai sebagai salah satu kota paling aman. Waktu itu, angka positif di Beijing cuma sekitar 420 kasus positif dengan sembilan kasus kematian. Di saat yang sama, waktu itu angka infeksi global udah mencapai lebih dari 80 ribu kasus dan 4.634 angka kematian.

So, how come?
Yha gatau, tapi yang pasti, penyebarannya diketahui bermula dari sebuah pasar, namanya Pasar Xinfandi, dan pasar ini terkenal sebagai pasar penyumpai sayuran dan buah-buahan untuk seluruh Beijing (though they also sell fish and meats). Abis ketauan ada yang positif, pasar ini langsung ditutup sejak minggu lalu.

So, how did the government react?
Yha langsung gercep meluncurkan PSBB… eh new normal, eh maksudnya ‘wartime mechanism’ aka mekanisme perang, untuk melawan corona. Jadi yang exactly dilakukan pemerintah dalam mekanisme ini adalah melakukan lockdown atas Beijing dan meluncurkan nucleic acid test (ya testing katanya lebih akurat dari swab test) secara massal. Selain itu, untuk mereka yang abis dari pasar juga diperintahkan untuk stay di rumah for further medical observations.

Tapi emang asal virusnya dari mana si?
Well, sebenernya sih masih diinvestigasi, tapi kata pimpinan pasar, namanya Zhang Yuxi, virusnya pertama kali terdeteksi di talenan tempat motong ikan salmon yang diimpor dari Eropa. Selain itu, para peneliti yang meneliti kejadian ini juga menyebutkan bahwa emang virus yang ditemukan di Beijing mirip kayak yang berkembang di Eropa.

Alright. Anything else I should know?
First, kalo kamu udah ninggalin, jangan balik lagi. Kamu kan bukan Covid, mehehehe. Also FYI bahwa awalnya anak-anak di Tiongkok udah bisa mulai sekolah sejak Senin kemarin, tapi gara-gara kejadian ini, sekolahnya online lagi deh.