Vaksin Corona

109

Finally, a positive update on corona…

Gambar: cnnindonesia.com

WHAT IS?
Kandidat vaksin buat Covid-19 baru aja selesai diuji coba tahap pertama dan menunjukkan tanda-tanda positif.

Tell me more.
You got it. Jadi perusahaan vaksin asal Cambridge, Massachusetts yang bernama Moderna baru aja mengumumkan bahwa hasil eksperimen atas kandidat vaksinnya menunjukkan trend positif. A little flashback here, jadi pada awal Maret lalu, Moderna mengumumkan bahwa mereka bakal melakukan percobaan kandidat vaksin ke manusia, dan kemarin hasilnya keluar…

Gimana hasilnya?
Jadi dari delapan orang yang disuntikkan calon vaksin tadi, semuanya menunjukkan tren pembentukan antibodi yang “menetralisir”, meaning nggak hanya mereka jadi punya antibodi yang bisa menghentikan penyebaran virus, tapi juga mem-blok virusnya dari menginfeksi sel-sel dalam tubuh.

Whoaaaa
Fingers crossed guys, karena kata ketua tim dokter Moderna Dr. Tal Zaks, kalo seluruh prosesnya berjalan lancar, maka vaksin Covid-19 udah bisa disebar ke publik sekitar Januari tahun depan.

HAH kok lama?
Yha karena inikan baru tahap pertama. Jadi di Amerika Serikat itu, proses untuk bener-bener punya vaksin yang approved untuk digunakan oleh masyarakat umum itu harus melewati tiga tahap. Nah, tahap kedua biasanya melibatkan lebih banyak orang lagi, yaitu sekitar beberapa ratus orang. Nah, secara tahap satu udah lulus, Moderna udah bisa langsung masuk ke tahap dua neh…

Terus terus…
Abis itu masuk ke tahap tiga, di mana tahap ini bakal melibatkan puluhan ribu orang, yang kalo tahap dua lancar sih, diperkirakan tahap tiga ini bakal berlangsung pada Bulan Juli mendatang. Tujuan dari tahapan-tahapan ini adalah untuk memastikan bahwa vaksinnya emang bener-bener aman dan efektif untuk digunakan pada jutaan orang.

Terus kalo nggak lolos tahap-tahap tadi?
Yhaaa tenang aja karena selain Moderna, masih ada tujuh lembaga lainnya yang lagi ngembangin vaksin Covid-19. Menurut data WHO, saat ini ada at least delapan lembaga yang lagi ngembangin vaksin, yaitu Moderna, Pfizer dan Inovio, tiga-tiganya asal Amerika Serikat. Terus juga ada vaksin yang lagi dikembangkan di Universitas Oxford di Inggris dan empatnya lagi di China.