Vaksin Corona, Periksa Kesehatan Online di Prixa, Daya Beli Menurun, Restoran Pake Ban

84

Hi Wednesday.

Good morning. Finally a shed of hope from our Corona-new normal world. The “potential” vaccine is showing some positive signs. Today let’s celebrate our scientists, epidemiologists, healthcare researchers, and everyone who has been putting tremendous efforts to win this battle. Let’s realize that we need to put more focus and spotlight on our scientists, academics, and researchers. We have to listen to them more. As Nelson Mandela put it: “education is the most powerful weapon which you can use to change the world.”
Happy Wednesday. 


Finally, a positive update on corona…

Gambar: cnnindonesia.com

WHAT IS?
Kandidat vaksin buat Covid-19 baru aja selesai diuji coba tahap pertama dan menunjukkan tanda-tanda positif.

Tell me more.
You got it. Jadi perusahaan vaksin asal Cambridge, Massachusetts yang bernama Moderna baru aja mengumumkan bahwa hasil eksperimen atas kandidat vaksinnya menunjukkan trend positif. A little flashback here, jadi pada awal Maret lalu, Moderna mengumumkan bahwa mereka bakal melakukan percobaan kandidat vaksin ke manusia, dan kemarin hasilnya keluar…

Gimana hasilnya?
Jadi dari delapan orang yang disuntikkan calon vaksin tadi, semuanya menunjukkan tren pembentukan antibodi yang “menetralisir”, meaning nggak hanya mereka jadi punya antibodi yang bisa menghentikan penyebaran virus, tapi juga mem-blok virusnya dari menginfeksi sel-sel dalam tubuh.

Whoaaaa
Fingers crossed guys, karena kata ketua tim dokter Moderna Dr. Tal Zaks, kalo seluruh prosesnya berjalan lancar, maka vaksin Covid-19 udah bisa disebar ke publik sekitar Januari tahun depan.

HAH kok lama?
Yha karena inikan baru tahap pertama. Jadi di Amerika Serikat itu, proses untuk bener-bener punya vaksin yang approved untuk digunakan oleh masyarakat umum itu harus melewati tiga tahap. Nah, tahap kedua biasanya melibatkan lebih banyak orang lagi, yaitu sekitar beberapa ratus orang. Nah, secara tahap satu udah lulus, Moderna udah bisa langsung masuk ke tahap dua neh…

Terus terus…
Abis itu masuk ke tahap tiga, di mana tahap ini bakal melibatkan puluhan ribu orang, yang kalo tahap dua lancar sih, diperkirakan tahap tiga ini bakal berlangsung pada Bulan Juli mendatang. Tujuan dari tahapan-tahapan ini adalah untuk memastikan bahwa vaksinnya emang bener-bener aman dan efektif untuk digunakan pada jutaan orang.

Terus kalo nggak lolos tahap-tahap tadi?
Yhaaa tenang aja karena selain Moderna, masih ada tujuh lembaga lainnya yang lagi ngembangin vaksin Covid-19. Menurut data WHO, saat ini ada at least delapan lembaga yang lagi ngembangin vaksin, yaitu Moderna, Pfizer dan Inovio, tiga-tiganya asal Amerika Serikat. Terus juga ada vaksin yang lagi dikembangkan di Universitas Oxford di Inggris dan empatnya lagi di China.


For when you’ve already missed your work deadline for the 5th time this month…

Or logged in late to your office’s conference call. Atau nggak nyambung pas ditanya kerjaan. Atau males buka email kantor selama WFH. Atau… (We’re guilty as charged!)

Yes yes yes 100 percent.
Nah, hati-hati gengs, karena most likely kesehatan mental kamu mulai terganggu.

Hah kok bisa? Kenapa?
The pandemic, of course. Jadi dengan adanya stay-at-home order ini, mau nggak mau kamu jadi harus mengubah rutinitas. Yang biasanya kerja di kantor, naik kereta sambil baca email kita, terus lunch bareng co-workers, eh tau-tau sekarang hal-hal itu lagi nggak bisa kamu lakukan. Ditambah lagi, mungkin banget WFH emang kurang cocok buat kamu karena di rumah banyak distraksi…

Totally can relate.
Same. Nah, perubahan yang tiba-tiba (dan ga asik) kayak gini pastinya bikin kamu merasa keganggu, mentally, dan lama-lama kamu bakal stress. Sekali dua kali, mungkin masih bisa ditangani, tapi kalo terus-terusan, lama-lama kamu bisa kena Burnout Syndrome.

Which is…?
Keadaan stress psikologis atau fisik yang disebabkan oleh beban pekerjaan. Kalo kamu pernah tiba-tiba merasa cemas dan ketakutan yang berlebihan sampe bikin sesak napas dan detak jantung kamu jadi nggak teratur, most likely kamu kena panic attack yang disebabkan sama Burnout Syndrome tadi. Selain itu, stress berat juga bisa bikin kamu merasa mual dan rentan kena maag.

Terus, terus…?
Selain maag, stress juga bisa bikin kamu lebih rentan kena flu dan demam karena daya tahan tubuh kamu menurun.

HAH. Serius cuma karena stress doang?
Yep. Hate to break it to you tapi you are what’s on your mind. Hal ini karena emang kondisi mental itu bisa mempengaruhi kondisi fisik kamu banget, lho.

So what should I do then?
Aaalways Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, istirahat yang cukup, dan bikin rutinitas olahraga ringan di rumah. Selain itu, kalo kamu lagi nggak enak badan dan ada keluhan kesehatan, tetep di rumah aja dan periksa gejala tanpa kendala di Prixa. Kamu bisa periksa gejala risiko Covid-19 di bit.ly/prixacmuid, atau kalo mau periksa kesehatan secara umum, kamu bisa cek bit.ly/prixacatchmeup. Cussss.

Ini adalah konten bersponsor*

When you’ve been emptying your shopping cart…

Gambar: serumpi.com

No matter how much you love it, shopping is not on everyone’s to-do list right now.

What?
Yep, jadi data dari lembaga konsultan menejemen internasional McKinsey menunjukkan bahwa daya beli konsumen Indonesia untuk belanja barang-barang tersier jadi menurun banget. And before you ask, yes, Covid-19 is to blame. 

Tersier tuh apa sih?
Yhaa barang-barang mewah kayak mobil, motor, perhiasan, hingga jam mewah. McKinsey juga menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena pendapatan cenderung berkurang. Sementara, pengeluaran kebutuhan sehari-hari meningkat, jadi konsumen lebih ngutamain pemenuhan kebutuhan harian.

Go on…
Adapun penurunan daya beli barang-barang tersier ini mencapai lebih dari 60 persen. Masih berdasarkan hasil survei McKinsey, disebutkan bahwa pengeluaran konsumen di Indonesia untuk pembelian kendaraan, baik mobil dan motor turun 69 persen. Begitu juga dengan pengeluaran untuk bahan bakar yang turun sampe 54 persen, sewa mobil turun sampe 72 persen, dan berpergian dengan mobil turun sampe 80 persen.

Banyak ugha yha…
Belum selesai, Fergusso. Jadi angka penurunan pengeluaran juga tinggi dalam hal pembelian perhiasan yang turun sampe 72 persen. Terus juga pembelian aksesoris kayak jam tangan mewah turun sampe 77 persen, pakaian turun 67 persen, dan alas kaki turun 69 persen.

I bet “travel spending” also drops…
Smart cookie. Iya banget. Jadi  pengeluaran wisata juga turun 85 persen, penerbangan internasional turun 80 persen, hotel dan penginapan turun 84 persen, dan penerbangan domestik turun 86 persen. Disebutkan juga bahwa saat ini, sebagian besar orang melakukan pengeluaran yang dikiiit banget untuk kategori-kategori tadi.

Ga penting tapi….kenapa fotonya Hotman Paris deh?
Who else screams tersier louder than him? Anyone? Anyoooone?


Who’s taking social distancing to the next level?

This restaurant.
Ada-ada aja de. Jadi adalah sebuah restoran di Maryland, Amerika Serikat yang namanya Fish Tales Bar and Grill yang mempraktekkan social distancing dengan cara yang unik: pake ban. Jadi secara emang restorannya juga terletak di pinggir pantai, para pengunjung restoran ini kemudian diwajibkan pake ban yang secara nggak langsung ngasih jarak antara satu pembeli dengan pembeli lainnya. Yang unik, ban itu juga dilengkapi sama meja dan roda, jadi kamu masih bisa makan sambil mingle-mingle dan tetap mempraktekkan social distancing. Menurut pemilik restoran yang bernama Shawn Harman, inisiatif ini muncul ketika dia lagi mikirin gimana caranya restorannya bisa tetep buka tanpa melanggar social distancing. Setelah brainstorm ide selama berminggu-minggu, akhirnya meja ban ini terwujud. Shawn berharap, selain bisa dipake di restorannya sendiri, meja ini juga bisa disewain ke restoran lain yang juga wajib mempraktekkan social distancing.


“Jangan coba-coba kayak gini. Korbannya banyak,”

Gitu kata mantan wapres yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pak Jusuf Kalla pas ditanya soal opsi herd immunity yang bisa aja digunakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19. Menurutnya, kebijakan herd immunity ini bakal menyebabkan banyak korban. Pak JK menyebutkan bahwa contoh dari kebijakan herd immunity ini adalah Swedia yang kasus meninggalnya mencapai lima kali lipat dibanding sama negara-negara tetangganya.

Decisions, decisions…


Angel’s Stories 

1. Ini mungkin kalo diceritain hal yang biasa dan gw juga kalo denger dari orang lain biasa aja. Tapi kemaren gw merasakan langsung dan bikin gw sedih dan merasa kita ini hidup bukan sekedar sendiri, keluarga dan teman. Karena di luar sana ada yang jauh tidak beruntung dari kita. Ceritanya kantor gw ada rencana bagi2 sembako selama bulan Ramadhan dan seminggu sekali kita keliling membagikan sembako dari kabupaten dan kota Cirebon. Kita awal start membagikan jam 5 sore. Tapi karena waktu gak cukup kita bagikan lagi setelah buka puasa. Saat dilanjutkan malam harinya kita melihat bapak2 mendorong gerobak sampah lalu kita mendekat untuk kasih sembako buat dia. Ketika kita kasih, bapak2 itu menangis dan di saat ngomong bibirnya bergetar mengucapkan terima kasih. Kami hampir kasih dua bungkus tapi dia tolak karena dia bilang, “Saya satu aja, buat yang lain di sana banyak yang kelaparan seperti saya.” Kami diam beberpa detik, yakin di luar sana masih banyak org yang gak beruntung tapi hatinya baik, mentalnya kuat, dan tidak memikirkan diri sendiri. Di situ kita makin semangat untuk melakukan hal yang lebih baik untuk orang lain dan selalu bersyukur atas apa yang kita punya. Terima Kasih.
-Sekut 2020 – CIREBON-

2. Hari ini akhirnya bisa ngelakuin hobiku yaitu nulis. Anaknya suka insecure gitu kalo liatin tulisan ke orang karena suka pada ga faham samatulisanku. Tapi kemaren dia baca tulisanku. And she said, “Your comeback is lit.” Aku seperti ingin menulis 100 halaman lagi..
-Willow-

3. Jadi kalo bulan puasa gini di kantorku pasti ada pembagian piket buat nyiapin takjil buat buka puasa anak-anak kantor. Nah aku kebagian hari pertama. Everything is ok till aku dapet kabar kalo kuenya terlambat. Sempat kesal karena bakal pulang terlambat. Karena harus nunggu kue datang dan harus beres-beres setelahnya. Akhirnya kuenya sisa banyak karena beberapa memutuskan untuk pulang daripada nunggu kue takjil. Singkat cerita aku bawa pulang buat dibagiin ke temen kostan. Sebelum pulang aku mampir minimarket dulu. Pas keluar, di depan aku liat seorang ibu pengemis dan bapak tukang becak lagi ngobrol. Aku tawarin mereka kue tadi. Aku minta mereka buat ambil lebih. Mereka bilang makasih sambil tersenyum manis banget. Anjir tersentuh wkwk. Sekarang aku merasa bahagia karena kuenya telat.
-Bro-

(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience first hand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. Come, share us your versions of angels!)


Catch Me Up! Recommendations

When your mountain climbing plan is cancelled. Why don’t you do it virtually?