Update Jabar

97

Who’s just giving an update?

Gubernur Jawa Barat, Kang Ridwan Kamil.

To whom?
To some of theambassadors from negara sahabat yang ikutan Virtual Roundtable Discussion sama Kang Emil. beberapa waktu lalu. Adapun acara yang dimoderatori sama mantan Dubes Indonesia ke Amerika Serikat, Pak Dino Patti Djalal, ini digelar untuk ngasih update soal kondisi penanganan Covid-19 di Jawa Barat.

Coba aku juga mau tau update-nya dong.
OK. First, Kang Emil curhat dulu tentang kondisi di Jawa Barat saat ini. Menurut beliau, sejauh ini Jawa Barat udah nerapin tiga strategi dalam menghadapi Covid-19; yaitu pencegahan, test and tracing, dan improvements.

Kang Emil menyebut bahwa dalam strategi ini, pemerintah Jabar mengikuti strategi yang dilakukan oleh Korea Selatan karena jumlah populasinya mirip. So far, jumlah kasus positif di Jabar adalah 1.545 orang, 213 sembuh, dan 98 meninggal.  Meskipun Jabar adalah wilayah di Indonesia yang paling banyak melakukan tes PCR, namun Kang Emil masih belum “happy” katanya.

Why not?
Because the number of cases keeps going up, walaupun emang kondisinya lebih baik karena saat ini, Pemprov Jabar lagi nerapin PSBB se-provinsi sampai minggu depan. Kang Emil juga menjelaskan bahwa kalo situasinya membaik, maka Jabar akan menggunakan strategi seperti New Zealand yang membagi wilayah-wilayah darurat berdasarkan kelurahan. Jadi, bisa aja nanti dalam satu kota, ada beberapa wilayah yang level daruratnya lebih tinggi dari yang lain.

Go on…
Selain itu, Kang Emil juga menyebutkan bahwa rata-rata kasus yang muncul di Jabar adalah kasus OTG (orang tanpa gejala). This is why rumah sakit di Jabar nggak “kewalahan” karena OTG cukup mengisolasi diri di rumah, tanpa harus dirawat di RS.

I wanna know what the ambassadors say..
Well, they mostly asked about the economy. Secara kan banyak perusahaan dan investor luar negeri yang tertarik pengen invest di Jabar, makanya mereka butuh tahu nih, strategi ekonomi Jabar bakal kayak gimana ke depannya…

Emang gimana strateginya?
Kata Kang Emil, Jabar is open for business, as long as you can ensure that your business is Covid-19 free yang bisa dibuktikan dengan Covid-19 certification. Syaratnya, para pelaku bisnis ini harus melakukan PCR testing untuk para karyawannya. Jika bebas corona, mereka dapet sertifikat, dan bisnis bisa beroperasi lagi. Terus, Jabar juga bakal melakukan diversification of economic activities, which means pusat ekonominya bakal disebar ke beberapa wilayah.

Alrite. Anything else I should know?
Yes. Dalam kegiatan tersebut juga Kang Emil menjelaskan bahwa dalam menghadapi Covid-19 ini, sebaiknya wewenang pemerintah daerah ditingkatkan, terutama dalam kondisi darurat. Menurutnya, yang tau kondisi riil di lapangan ya pemerintahan daerah, bukan pusat, jadi sebaiknya daerah diberi wewenang yang lebih.