Turis Terendah

68

What’s dropping faster than your money a day after pay check?

Gambar: thejakartapost.com

What?
The number of foreign tourists coming to Indonesia.

Maksudnya?
Yep, not so good news from our tourism sector, di mana data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kedatangan turis asing ke Indonesia akhir-akhir ini terjun bebas. Kata BPS, jumlah kunjungan turis asing pada Maret 2020 hanya berjumlah 470.900. Angka ini menurun sebesar 45,5% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan turun sebanyak 64,11% kalo dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Is it that bad?
Unfortunately yes. BPS menyebut, angka ini hampir sama dengan jumlah turis asing pada 2007. FYI, 2007 itu emang lagi terjadi krisis keuangan dunia.

Omg…
Nah, adapun turis asing yang kunjungannya ke Indonesia langsung anjlok adalah Tiongkok (turun 97,4%), Hong Kong (turun 96%), dan Kuwait (turun 89%). BPS juga mengingatkan dampak buruk dari kondisi ini di mana bakal ngaruh sama sektor pendukung pariwisata lainnya kayak tingkat hunian kamar hotel, transportasi, industri ekonomi kreatif, perdagangan, dan lain-lain.

Penyebabnya apa sih?
Ya apa lagi kalo bukan karena Kakak Rona alias Corona (Oh iya jangan lupa tonton Drakor *diskusi ramai soal korona* di IGTV @catchmeupid ya gengs!). Anyway balik lagi ke pariwisata, imbauan untuk stay at home, WFH, physical distancing, hingga pemberhentian berbagai moda transportasi juga menyebabkan industri pariwisata kita terus melemah.

Anything else?
Terkait situasi ini, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebut bahwa masa pandemi Covid-19 adalah periode terparah bagi industri pariwisata di Indonesia. Menurut catatannya, hingga akhir April 2020, ada 1.642 hotel dan 353 restoran yang tutup. Selain itu, setidaknya 180 destinasi pariwisata dan 232 desa pariwisata di Indonesia lagi ditutup sementara.