Trend Bersepeda

67

What’s just gaining a momentum?

Gambar: reuters.com

Bike to work (and literally to anywhere else).

Wait, can we go to work already?
Not yet, but most Europeans can. Jadi seiring dengan makin berkurangnya angka penambahan kasus Covid-19 di negara mereka, beberapa negara di Eropa udah mulai melonggarkan kebijakan lockdown-nya. Ini berarti masyarakat bakal mulai ‘mobile’ lagi. Namun berhubung masih pada harus jaga jarak, it’s probably not a good idea to use public transportsThis is when biking comes to the rescue. 

Tapi bukannya dari dulu udah banyak yang pake sepeda ya?
True.  Tapi, karena Covid-19, peminat sepeda jadi tambah banyak. Apalagi WHO juga udah nganjurin masyarakat untuk sepedaan atau jalan kaki demi memastikan physical distancing.

Go on…
Terkait imbauan ini, negara kayak Inggris misalnya, udah nyiapin dana sebesar US$308 juta untuk mendorong masyarakatnya biar sepedaan. Ada juga pemerintah Perancis yang udah menyampaikan rencananya berinvestasi sebesar US$22 juta untuk subsidi pengembangan transportasi roda dua, dan Belanda yang juga udah siap sepedaan lagi secara infrastrukturnya juga mendukung banget buat transportasi roda dua tersebut.

I see, terus?
Well, karena para pekerja “takut” dan nggak dianjurkan untuk naik transportasi publik yang rame, penjualan sepeda pun meningkat. Misalnya, sepeda listrik VanMoof yang penjualannya naik sampai 48% antara bulan Februari sampai pertengahan Maret. Bahkan di Inggris, penjualannya naik 184% dari awal Februari sampai akhir April. Penjualan sepeda di Halfords juga nambah 26% setelah Menteri Tranportasi Inggris nyaranin untuk sepedaan atau jalan kaki ke kantor.

Olrite. Anything I should know?
Sejak disarankan oleh pemerintahnya untuk mempertimbangkan pake sepeda atau jalan kaki kalo emang harus keluar rumah, angka penjualan sepeda merek Halford’s di Inggris meningkat sampe 26 persen. Selain itu, pabrikan sepeda asal Belanda, VanMoof, juga banyak meraih untung karena berhasil menjual 80 persen dari sepedanya secara online. Hal ini justru kebalikan dari para pesaingnya yang struggling gara-gara toko offline-nya banyak yang tutup.