Prancis Perpanjang Status Darurat

83

Who’s anticipating Covid-19 Season 2?

Gambar: cnn.com

Lah. Kirain mau ngomongin World of the Married season 2.
Bukan. Ini kita mau ngomongin Prancis yang baru aja memperpanjang status darurat nasionalnya.

Hah kenapa?
Yha untuk menghindari penyebaran Covid-19 gelombang kedua. FYI, jadi keputusan untuk memperpanjang status darurat ini muncul cuma satu hari setelah pemerintah Perancis memutuskan untuk melonggarkan kebijakan lockdown-nya.

I need more background, please…
You got it. Jadi Prancis sendiri udah memberlakukan status darurat nasional sejak 17 Maret lalu, yang akhirnya diperpanjang sampai 10 Juli. Adapun aturan soal perpanjangan status ini diatur dalam undang-undang yang membahas lebih detail soal aturan selama status darurat…

Kayak apa?
Yhaaa misalnya, dalam peraturan baru mereka, disebutkan bahwa negara punya wewenang untuk melarang penduduknya bepergian lebih dari 100 km. Selain itu, warga juga wajib pake masker ketika naik transportasi umum, dan pemerintah melarang warganya untuk melakukan kegiatan yang melibatkan lebih dari 10 orang.

Terus…
Selain itu, pengadilan di Prancis juga ngewajibin pemerintah untuk menjamin perlindungan data pribadi penduduk melalui sistem pelacakan yang masih dirancang. Hal ini karena kan banyak tuh aplikasi yang bisa nge-track pasien, mereka ke mana aja, kontak sama siapa aja, dll. Nah pengadilan di Prancis itu mau mastiin bahwa data para pasien tadi nggak disalahgunakan.

I heard some schools will be reopened, too?
Yep, jadi sekolah juga udah dimulai lagi per 12 Mei lalu. Dalam aturan pemerintah, dijelaskan bahwa seluruh guru dan murid diwajibkan pake masker, dan susunan duduk murid juga diatur untuk mastiin mereka bisa jaga jarak. Selanjutnya, minggu depan anak-anak SMA dan kegiatan di kampus juga akan dimulai kembali.

Will it be OK though?
Well, too early to judge. Tapi pastinya, kebijakan pembukaan sekolah kembali dibuka ini emang menuai kritikan dari berbagai pihak kayak ilmuwan, serikat pekerja, dan anggota parlemen. Menanggapi hal ini, pemerintah Prancis bilang bahwa bisa aja negaranya di-lockdown lagi kalo jumlah angka kematian meningkat